Perencanaan dan Penganggaran Program Pengendalian dan Penanggulangan TB di Puskesmas Dalu Sepuluh Kabupaten Deli Serdang

Penulis

  • Rara Fristi Arsania Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Fadila Syahrani Purba Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Indah Doanita Hasibuan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Fatimah Azzahra Siregar Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Yulia Adinda Nasution Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.411

Kata Kunci:

Puskesmas, Penganggaran, Perencanaan, Tuberculosis

Abstrak

Menurut WHO tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global (Chotimah et al., 2018) . WHO melaporkan perkiraan jumlah orang yang terdiagnosis tuberkulosis di seluruh dunia jumlahnya diperkirakan mencapai 10,6 juta pada tahun 2021, meningkat sekitar 600.000 dibandingkan tahun 2020 yang diperkirakan jumlah penderita tuberkulosis mencapai 10 juta (WHO, 2022). Maka dari itu lah   alasan mengapa diperlukannya Perencanaan penganggaran program pengendalian dan penanggulangan Tuberkulosis (TB) yang merupakan langkah strategis dalam upaya menekan prevalensi penyakit TB di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan informasi guna mengetahui Perencanaan dan Penganggaran TB,  bagaimana sumber dana dan pengalokasiannya apakah sudah berjalan dengan baik atau belum, dan bertujuan untuk menganalisis pendekatan dan strategi yang digunakan dalam menyusun anggaran yang efektif dan efisien untuk program pengendalian TB.  Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif, informan yang diwawancarai yaitu Kepala program TB dan Seketaris Kepala Program TB. Instrumen penelitian yang dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan penganggaran yang baik harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti identifikasi kebutuhan sumber daya, estimasi biaya yang realistis, dan alokasi anggaran yang tepat. Selain itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses perencanaan dan pengawasan anggaran sangat penting untuk memastikan efektivitas program. Penggunaan teknologi informasi dalam monitoring dan evaluasi program juga berperan signifikan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran. penelitian menunjukkan bahwa perencanaan penganggaran yang berhasil di Puskesmas Daluh Sepuluh melibatkan analisis kebutuhan lokal yang komprehensif, kolaborasi antar lembaga, dan transparansi dalam pengelolaan dana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sudah berjalan dengan baik pengalokasian dana yang bersumber dari Dinas Kesehatan dan BOK. Tidak ada pemungutan Biaya apapun dan sudah berjalan dengan baik kegiatan di dalam program TB di Puskesmas Deli Serdang.

Referensi

Chotimah, I., Oktaviani, S., & Madjid, A. (2018). EVALUASI PROGRAM TB PARU DI PUSKESMAS BELONG KOTA BOGOR TAHUN 2018. Promotor Jurnal Mahasiswa Kesehatan MAsyarakat, 1(2).

Hanani, R., Alfirdaus, L. K., & Nugroho, W. (2022). Dinamika Kebijakan Pemanfaatan Dana Desa Untuk Percepatan Eliminasi TBC di Indonesia. In Lembaga Ladang Kata.

Hariyanti, E. (2023). Evaluasi Program Pengendalian Tuberkulosis Paru dengan strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2022” (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS JAMBI). Universitas Jambi.

Inayah, dkk. (2019). Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 3(2), 223–233.

Jurnal, P., Masyarakat, K., Nababan, H., Hidayat, W., Ester, M., Sitorus, J., & Brahmana, N. (n.d.). STRATEGI DOTS DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS MATITI KECAMATAN DOLOKSANGGUL KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN.

Kaban, R. A., Siregar, M., & Bakti, A. S. (2023). Faktoryang berhubungan dengan perilaku penderita dalam upaya pencegahan penularan tbc diPuskesmas Glugur Darat Medan. Jurnal Keperawatn Cikini, 4(2), 197–207. https://www.jurnal.akperrscikini.ac.id/index.php/JKC/article/view/126

M. Sabir, & Sarifuddin. (2023). Analisis Faktor Risiko Tingginya kasus Tuberkulosis Paru di Indonesia : Literatur Revieu. Jurnal Kolaboratif Sains, 6(6), 453–468. https://doi.org/10.56338/jks.v6i6.3662

Mone, K., & Fajriansi, A. (2023). Hubungan Treatment Seeking Behavior Dengan Quality Of Life Penderita Tuberculosis Paru Pada Masyarakat Ntt Di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kupang Nusa Tenggara Timur. JIMPK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 3(1), 100–107.

Putri Feby Amdiyah, O. D. T. (2023). Efektivitas Metode Edukasi Terhadap Kepedulian Masyarakat Dalam Meningkatkan Case Detection Rate (CDR) TB Paru Di Puskesmas Kaliabang Tengah. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5(1), 4093–4096.

Rani, T. D. dan L. O. T. (2023). Gambaran Kejadian TB Paru pada Pasien di Ruang Poli Paru BLUD Rumah Sakit Konawe Tahun 2022. Jurnal Penelitian Sains Dan Kesehatan Avicenna, 2(1), 61–67. https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/39

WHO. (2022). Tuberkulosis. World Health Organization Indonesia.

Widya, R. R., & Maharani, C. (2022). Evaluasi Strategi Dots (Directly Observed Treatment Short Course) Di Puskesmas Tlogomulyo Kabupaten Temanggung Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(4), 485–492.

Diterbitkan

09-06-2024

Cara Mengutip

Arsania, R. F. ., Purba, F. S., Hasibuan, I. D., Siregar, F. A., & Nasution, Y. A. (2024). Perencanaan dan Penganggaran Program Pengendalian dan Penanggulangan TB di Puskesmas Dalu Sepuluh Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Penelitian Inovatif, 4(3), 929–936. https://doi.org/10.54082/jupin.411