(1)
Meitasari, G.; Saputri, D. A. .; Ulmillah, A. . Stres Berkepanjangan Dapat Mengganggu Kesehatan Fisik Dan Mental. Metode Farmakologis Memiliki Efek Samping Jika Dikonsumsi Berkepanjangan, Sehingga Diperlukan Alternatif Penanganan Nonfarmakologis Yang Lebih Aman. Salah Satu Alternatif Nonfarmakologis Adalah Aromaterapi Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L.) Yang Digunakan Sebagai Sediaan Aromaterapi Diffuser Yang Memiliki Khasiat Aromaterapi Anti-Stres. Serai Wangi Mengandung Sitronelal Dan Geraniol Yang Memiliki Efek Farmakologi Yang Sudah Diteliti. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Perubahan Waktu Imobilitas Mencit Yang Diinduksi Stres Setelah Pemberian Aromaterapi Serai Wangi Dalam Bentuk Diffuser. Penelitian Menggunakan Metode Eksperimental Dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Yang Terdiri Atas Lima Perlakuan, Yaitu Kontrol Negatif (K−), Kontrol Positif (K+), Serta Aromaterapi Konsentrasi 2% (K1), 4% (K2), Dan 6% (K3), Masing-Masing Terdiri Atas Lima Mencit Jantan. Induksi Stres Dilakukan Menggunakan Tail Suspension Test (TST) Selama 10 Hari, Sedangkan Waktu Imobilitas Diukur Menggunakan Forced Swimming Test (FST) Pada T0, T1, Dan T2. Berdasarkan Hasil Pengukuran Uji FST Menunjukkan Bahwa Rata-Rata Waktu Imobilitas Meningkat Setelah Induksi Stres (T1) Dibandingkan Sebelum Induksi (T0) Dengan Hasil Peningkatan IMT Sebesar 87,4 Pada T0 Menjadi 214,68 Detik Pada T1, Setelah Perlakuan Paparan Aromaterapi (T2) Menjadi 146,8 Detik. Pada Perlakuan Kontrol Negatif Dan Perlakuan Positif Menunjukkan Bahwa Perubahan Waktu Imobilitas Juga Terjadi Tanpa Pemberian Aromaterapi. Hasil Uji Welch ANOVA Menunjukkan Bahwa Tidak Terdapat Perbedaan Waktu Imobilitas Yang Signifikan Antara Perlakuan Kontrol Dan Perlakuan Aromaterapi Serai Wangi Pada Konsentrasi 2%, 4%, Dan 6% (p = 0,135 ≫ 0,05). Dengan Demikian, Perubahan Waktu Imobilitas Yang Diamati Belum Menunjukkan Pengaruh Aromaterapi Yang Signifikan Secara Statistik Dibandingkan Perlakuan Lainnya. Jur. Penel. Inov. 2026, 6, 3607-3618.