https://jurnal-id.com/index.php/jupin/issue/feed Jurnal Penelitian Inovatif 2026-08-14T11:22:34+07:00 JUPIN jurnalidcom@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti ilmu sains, Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. <strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> dipublikasikan oleh CV Firmos dan terdaftar di PERPUSNAS dengan P-ISSN : 2808-148X dan E-ISSN : 2808-1366 serta terdaftar di Crossref dengan Prefix DOI : 10.54082/jupin.</p> <p><strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> saat ini terakreditasi <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11494" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 4</strong></a> berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia <strong>Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026</strong> (<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1kYqu0tsGmnh48yg_ERgz9OcDSjpnxqoT?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Download SK Akreditasi</a>).</p> <p align="center"><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11494" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://publications.id/master/images/sinta4.png" /> </a></p> <p><strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> dipublikasikan 6 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember. Semua penerimaan naskah akan diproses secara <em>double blind review</em> oleh mitra bestari. Naskah dapat dimasukkan dalam <strong>BAHASA INDONESIA </strong>maupun <strong>BAHASA INGGRIS. </strong></p> <p><img src="https://jurnal-id.com/master/images/FrontendJUPIN.jpg" /></p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Jurnal Penelitian Inovatif</td> </tr> <tr> <td>Nama Pendek</td> <td>:</td> <td>JUPIN</td> </tr> <tr> <td>Contact Person</td> <td>:</td> <td>085111544445</td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>6 edisi setiap tahun (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember)</td> </tr> <tr> <td>Indexing</td> <td>:</td> <td>Sinta, Portal Garuda, Google Scholar, Dimensions, Crossref, ISJD, Moraref, OneSearch, Neliti </td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>10.54082/jupin.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td>2808-148X</td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td>2808-1366</td> </tr> <tr> <td>Author Fees / APC </td> <td>:</td> <td>Rp 800.000,00 </td> </tr> <tr> <td valign="top">Scope</td> <td valign="top">:</td> <td>Penelitian Multidisiplin : Ilmu Sains, Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis </td> </tr> </tbody> </table> <h1>Fokus dan Ruang Lingkup</h1> <p><strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> menerima artikel untuk hasil penelitian maupun <em>literature review</em> berbagai bidang ilmu diantaranya ilmu sains, pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer, dan kesehatan. </p> <p><iframe style="border: 0px #ffffff none;" src="https://author.my.id/widget/graph-oa.php?issn=2808-1366&amp;warna=f1863b" name="statistik" width="100%" height="550px" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no"></iframe></p> https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2415 Koordinasi Penanggulangan Pascabencana Gempa Bumi Berbasis Pemerintah Daerah Dan Desa: Analisis Kualitatif Di Desa Cikembang, Kabupaten Bandung, 2024 2026-04-23T10:52:20+07:00 Emi Novariza eminovariza1810@gmail.com Wiekal Kirana isnandiar1908@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung dan Pemerintah Desa Cikembang dalam penanggulangan pascabencana gempa bumi tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Informan penelitian meliputi pejabat BPBD, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga terdampak. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi berjalan melalui mekanisme rapat evaluasi, pendataan kerusakan rumah, distribusi bantuan, serta pengerahan sumber daya lintas instansi. Disiplin pelaksanaan pedoman tugas berperan penting dalam memastikan ketertiban prosedural, meskipun masih ditemui kendala berupa keterbatasan fleksibilitas desa dalam menyesuaikan arahan teknis, kurangnya alat mitigasi, serta tekanan psikologis masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun struktur koordinasi telah berjalan efektif, adaptasi lokal belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk memperkuat kolaborasi BPBD desa dengan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas desa melalui pelatihan kebencanaan, penyediaan sarana mitigasi, serta pengembangan SOP tingkat desa yang lebih adaptif. Temuan penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual tata kelola bencana di wilayah pedesaan, sekaligus memperkaya literatur kebijakan publik mengenai efektivitas koordinasi antarlembaga dalam konteks keterbatasan kapasitas pemerintah daerah</p> 2026-06-25T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Emi Novariza, Wiekal Kirana https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2620 Gambaran Stres Pengasuhan pada Orang Tua di Kelurahan Tanjung Duren, Jakarta Barat 2026-07-07T12:35:25+07:00 Agustina Agustina agustina.westin@gmail.com Dastin Imanuel dastinimanuel.fpsi.untar@gmail.com Anna Maria Leony hi.annamarialeony@gmail.com Joseline Joseline itsjwsel@gmail.com <p>Stres pengasuhan merupakan salah satu tantangan yang dapat dialami oleh orang tua dalam menjalankan perannya mengasuh dan mendukung tumbuh kembang anak. Berbagai tuntutan pengasuhan, seperti memenuhi kebutuhan anak, menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, serta menghadapi dinamika perkembangan anak, dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan stres pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak di Kelurahan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah 67 orang tua yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Stres Pengasuhan (SSP), yaitu adaptasi Parental Stress Scale (PSS) yang terdiri atas 8 item valid. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pleasure memiliki nilai rata-rata sebesar 14,42 (SD = 3,51) dan berada pada kategori sedang, sedangkan aspek strain memiliki nilai rata-rata sebesar 12,19 (SD = 4,89) dan juga berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa orang tua masih mampu merasakan pengalaman positif dalam menjalankan pengasuhan meskipun tetap menghadapi berbagai tekanan dan tuntutan sebagai orang tua. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pengalaman positif dan tekanan pengasuhan berada pada tingkat yang relatif seimbang sehingga diperlukan program pendampingan dan penguatan kapasitas pengasuhan untuk membantu orang tua mempertahankan kesejahteraan psikologis sekaligus mengurangi tekanan yang dialami.</p> 2026-07-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Agustina Agustina, Dastin Imanuel, Anna Maria Leony, Joseline Joseline https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2185 Keterlibatan Orang Tua dalam Menumbuhkan Kemandirian pada Anak Usia Dini di RA Hidayatul Islamiyah Karawang 2026-02-18T03:56:52+07:00 Iis Basyiroh a@gmail.com Dede Hikmah a@gmail.com Mohamad Bahrum a@gmail.com Eni Nuraeni eninuraeni1277@gmail.com <p>Keterlibatan orang tua di sekolah sangat penting dilakukan supaya hasil dari pembelajaran sesuai harapan. keterlibatan yang aktif dari orang tua di sekolah menjadi tolak ukur keberhasilan pendiidkan atau pengajaran anak di sekolah, terutatama untuk menumbuhkan kemandirian pada anak. Kemandirian pada anak juga menjadi penting untuk bekal anak dimasa yang akan datang. Latar belakang masalah penelitian ini karena adanya beberapa orang tua murid RA Hidayatul Islamiyah yang mengeluhkan ketika di rumah anaknya kurang mandiri seperti makan, mandi dan, pakai baju tidak bisa sendiri tetapi masih perlu bantuan orang tua. Di sekolah juga ada tiga anak yang masih harus ditunggui di dalam kelas. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menyebutkan ada 15 anak yang di rumahnya makan, mandi dan berpakaian tidak bisa sendiri atau masih perlu bantuan orang tua, dan ada 3 anak yang masih ditunggui di dalam kelas. setelah pihak sekolah melakukan program untuk menumbuhkan rasa kemandirian pada anak maka dari 15 anak yang belum mandiri di rumah 10 anak diantaranya sudah mulai tampak kemandiriannya dan ketiga anak yang masih ditunggui di kelas sudah mulai ditinggal orang tuanya ketika anak belajar di dalam kelas.</p> 2026-07-31T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Iis Basyiroh, Dede Hikmah, Mohamad Bahrum, Eni Nuraeni https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2074 Pelestarian Budaya Lokal di Tengah Industrialisasi: Evaluasi Kebijakan Pemerintah melalui Budaye Cilegon Fest & International Folk Arts (BCF-IFA) 2025-11-26T13:22:14+07:00 Laras Destriana destrianalaras@gmail.com Nadia Khumairatun Nisa nadia.khumairatun@untirta.ac.id Muhamad Faqih Riyadul Aziz 6670230080@untirta.ac.id Noni Nabilatun Nufus 6670230087@untirta.ac.id Umina Marsyaro 6670230070@untirta.ac.id Nandita Anggraini 6670230077@untirta.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya industrialisasi di Kota Cilegon yang berpotensi menggeser eksistensi budaya lokal dan melemahkan identitas masyarakat. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dan pelestarian budaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kebijakan Pemerintah Kota Cilegon melalui penyelenggaraan Budaye Cilegon Fest &amp; International Folk Arts (BCF-IFA) 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah daerah, pelaku budaya, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan festival. Data kemudian dianalisis menggunakan model evaluasi kebijakan William N. Dunn melalui enam indikator, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival ini meningkatkan partisipasi pelaku seni lokal dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan budaya. Selain itu, festival mendorong aktivitas ekonomi kreatif, khususnya pada sektor UMKM dan seni pertunjukan. Kebijakan ini juga dinilai responsif terhadap kebutuhan masyarakat, meskipun masih terdapat kendala pada aspek pendanaan dan koordinasi antar lembaga. Penelitian ini berkontribusi dalam kajian kebijakan budaya dengan menunjukkan bahwa festival budaya dapat menjadi instrumen strategis dalam pelestarian budaya di kota industri. Implikasinya, diperlukan penguatan kebijakan yang berkelanjutan, terutama dalam aspek pendanaan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.</p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Laras Destriana, Nadia Khumairatun Nisa, Muhamad Faqih Riyadul Aziz , Noni Nabilatun Nufus, Umina Masyaro, Nandita Anggraini https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2452 Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dalam Pakan Konsentrat terhadap Parameter Hematologi Kambing Lokal Jantan 2026-05-10T10:37:30+07:00 Santi Imelda Olla a@gmail.com Muhammad Syalahuddin Abdullah a@gmail.com Yohanes Umbu Laiya Sobang a@gmail.com Johny Nada Kihe a@gmail.com David A. Nguru korengurudavid@gmail.com <p>Daun binahong (<em>Anredera cordifolia</em> (Ten.) Steenis) mengandung flavonoid, saponin, dan antioksidan yang berpotensi memperbaiki status fisiologis dan fungsi hematopoietik ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suplementasi tepung daun binahong dalam pakan konsentrat terhadap parameter hematologi kambing lokal jantan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 9 ekor kambing lokal jantan. Perlakuan terdiri atas P0 (0%), P1 (10%), dan P2 (20%) tepung daun binahong dalam konsentrat. Parameter yang diamati meliputi hemoglobin, eritrosit, leukosit, dan hematokrit. Data dianalisis menggunakan uji sidik ragam. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap hemoglobin, eritrosit, dan hematokrit, namun tidak berpengaruh nyata terhadap leukosit. Nilai hemoglobin, eritrosit, dan hematokrit tertinggi terdapat pada P1 dan P2 dibandingkan kontrol. Seluruh parameter hematologi masih berada dalam kisaran fisiologis normal kambing. Disimpulkan bahwa suplementasi tepung daun binahong hingga level 20% dalam konsentrat dapat meningkatkan sebagian parameter hematologi tanpa menimbulkan gangguan fisiologis pada kambing lokal jantan.</p> 2026-07-27T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Santi Imelda Olla, Muhammad Syalahuddin Abdullah, Yohanes Umbu Laiya Sobang, Johny Nada Kihe, David A. Nguru https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2434 Efektivitas Penerapan Teknologi Digital Dalam Meningkatkan Kinerja: Pusat Fasilitasi Kerja Sama 2026-04-29T18:41:58+07:00 Elsy Osmeria elsyosmerias1@gmail.com Harry Nenobais harynenobais@dsn.moestopo.ac.id Hanan Rahmadi mhr_hanan@yahoo.com <p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing organisasi, khususnya pada aspek manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan teknologi digital dalam meningkatkan kinerja pegawai di Pusat Fasilitasi Kerja Sama. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan 8 informan yang merupakan pengguna teknologi digital. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung oleh data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penilaian efektivitas didasarkan pada indikator pencapaian tujuan, kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, dan kepuasan kerja, sedangkan analisis kinerja pegawai mengacu pada faktor personal, kepemimpinan, tim, dan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja pegawai melalui percepatan penyelesaian pekerjaan, peningkatan kualitas dan kuantitas output, serta peningkatan kepuasan kerja. Teknologi digital juga mendukung pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif melalui pemanfaatan waktu dan sumber daya yang lebih optimal. Namun demikian, efektivitas penerapan teknologi digital belum sepenuhnya optimal karena masih dipengaruhi oleh tingginya beban kerja pegawai, keterbatasan infrastruktur, serta perbedaan kompetensi digital.</p> 2026-08-06T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Elsy Osmeria, Harry Nenobais, Hanan Rahmadi https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2393 Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Kunjungan K4 Antenatal Care pada Ibu di Puskesmas Kotaraja Kota Jayapura 2026-04-12T17:45:45+07:00 Novianto M nmerrandan26@gmail.com Rosmin M. Tingginehe a@gmail.com Agus Zainuri a@gmail.com Muhammad Akbar Nurdin a@gmail.com Sarce Makaba a@gmail.com Novita Medyati a@gmail.com <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt; color: black;">Cakupan kunjungan Antenatal Care (ANC) khususnya kunjungan K4 masih menjadi masalah kesehatan ibu di Indonesia, termasuk di Puskesmas Kotaraja Kota Jayapura. Data menunjukkan bahwa cakupan kunjungan K4 di Puskesmas Kotaraja tahun 2021 sebesar 51%, tahun 2022 sebesar 59,42%, tahun 2023 sebesar 81,85%, dan tahun 2024 sebesar 76,54%, yang masih belum mencapai target 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kurangnya kunjungan K4 Antenatal Care pada ibu yang telah melahirkan di Puskesmas Kotaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah 14 orang yang terdiri dari 3 informan kunci, 5 informan utama, dan 6 informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Kredibilitas data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kunjungan K4 dipengaruhi oleh faktor predisposisi berupa rendahnya pengetahuan dan persepsi ibu terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan, faktor pemungkin berupa keterbatasan ekonomi, kesibukan pekerjaan, serta hambatan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, dan faktor penguat berupa kurang optimalnya dukungan keluarga serta edukasi kesehatan. Temuan penelitian menegaskan bahwa peningkatan cakupan kunjungan K4 memerlukan intervensi yang terintegrasi melalui penguatan edukasi kesehatan, peningkatan kualitas dan akses pelayanan ANC, serta pelibatan keluarga dan masyarakat sebagai dasar pengembangan strategi pelayanan kesehatan ibu di tingkat pelayanan primer.</span></p> 2026-08-12T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Novianto M, Rosmin M. Tingginehe, Agus Zainuri, Muhammad Akbar Nurdin, Sarce Makaba, Novita Medyati https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2120 Perencanaan Strategis Sistem Informasi dalam Struktur Organisasi Modern di Era Transformasi Digital: Sebuah Systematic Literature Review 2026-02-09T11:06:25+07:00 Nayla An Nasywa naylanasywa2@gmail.com Ilham Ilham a@gmail.com <p>Perkembangan pesat teknologi informasi (TI) telah mengubah cara perusahaan beroperasi secara fundamental, namun banyak organisasi masih menghadapi tantangan besar dalam menyelaraskan struktur tata kelola internal dengan dinamika teknologi yang berubah cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya perencanaan strategis sistem informasi guna memastikan keselarasan yang optimal antara strategi bisnis dan infrastruktur TI dalam struktur organisasi modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan menerapkan protokol PRISMA 2020 melalui analisis sintesis terhadap artikel-artikel ilmiah relevan yang diterbitkan dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Temuan diskusi menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti penyelarasan fungsi TI yang tepat, dukungan manajemen puncak, keterampilan karyawan, budaya organisasi, dan koordinasi antara unit bisnis menjadi penentu utama keberhasilan implementasi strategi sistem informasi. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur manajemen sistem informasi serta memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang struktur tata kelola TI yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada kinerja jangka panjang.</p> 2026-06-25T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Nayla An Nasywa, Ilham Ilham https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2445 Pendapatan dan Kelayakan Usaha Ternak Kambing di Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan 2026-05-30T10:06:31+07:00 Stiwi M. Snae Stiwisnae82@gmail.com Ulrikus R. Lole a@a.com Maria R. D. Ratu a@a.com Agus A. Nalle a@a.com David A. Nguru korengurudavid@gmail.com <p>Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian bertujuan menghitung pendapatan peternak dan menganalisis kelayakan finansial usaha ternak kambing. Penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan sampel melalui dua tahap. Tahap pertama menetapkan empat desa sebagai lokasi penelitian secara bertahap. Tahap kedua menentukan 100 peternak sebagai responden menggunakan teknik pengambilan sampel acak tidak proporsional. Data dianalisis menggunakan analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak memperoleh pendapatan total sebesar Rp8.463.380,70 per tahun, yang terdiri atas pendapatan tunai sebesar Rp1.601.720,35 per tahun dan pendapatan non-tunai sebesar Rp6.861.660,35 per tahun. Usaha ternak kambing memperoleh nilai R/C sebesar 1,45, yang berarti setiap biaya sebesar Rp1,00 menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,45. Nilai B/C sebesar 1,25 menunjukkan bahwa setiap biaya sebesar Rp1,00 menghasilkan manfaat sebesar Rp1,25. Titik impas produksi tercapai pada 0,65 satuan ternak, sedangkan titik impas harga sebesar Rp3.473.583,78 per satuan ternak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha ternak kambing di Kecamatan Amanatun Selatan mampu memberikan pendapatan kepada peternak dan layak dijalankan secara finansial. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi peternak dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pengembangan usaha ternak kambing yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.</p> 2026-06-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Stiwi M. Snae, Ulrikus R. Lole, Maria R. D. Ratu, Agus A. Nalle, David A. Nguru https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2550 Pengembangan Sistem Informasi Absensi Peserta Kerja Praktik Berbasis Web dengan Metode Prototyping di Dinas Perpustakaan Sumatera Utara 2026-06-17T06:46:32+07:00 Aditya Rifki Fauzan Ginting adityafauzangtg25@gmail.com Ardiansyah Ardiansyah ardiansyah@uinsu.ac.id <p>Tata kelola administrasi bagi mahasiswa yang menjalankan Kerja Praktik (KP) pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara masih menemui hambatan efisiensi. Permasalahan utamanya bersumber dari pencatatan kehadiran, pengolahan izin, hingga kalkulasi insentif bulanan yang mengandalkan lembar kerja spreadsheet konvensional. Pola ini memicu kerentanan berupa manipulasi data absensi, keterlambatan pelaporan, dan peningkatan beban kerja bagi pamong instansi. Merespons kendala tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi absensi peserta Kerja Praktik berbasis web untuk mendigitalisasi proses administrasi dan pengelolaan kehadiran secara lebih efektif. Model pengembangan sistem menggunakan metode Prototyping dengan memanfaatkan repositori open-source GitHub yang dipilih karena menyediakan fitur absensi yang sesuai dengan kebutuhan dasar sistem sehingga dapat mempercepat proses pengembangan melalui pendekatan software reuse. Tahapan kustomisasi meliputi restrukturisasi hak akses pengguna (konversi peran karyawan menjadi peserta KP), rekayasa modul cuti menjadi izin harian, serta pengalihan output slip gaji menjadi rekapitulasi insentif. Pengujian sistem dilakukan menggunakan Black Box Testing terhadap seluruh modul utama yang mencakup fitur autentikasi, absensi, perizinan, pengelolaan data peserta, dan rekapitulasi insentif untuk memvalidasi fungsionalitas sistem dan integrasi basis data. Hasil pengujian menunjukkan seluruh skenario pengujian berhasil dijalankan sesuai fungsi yang dirancang dengan tingkat keberhasilan mencapai 100%. Implementasi sistem memungkinkan proses pencatatan kehadiran, pengelolaan izin, dan rekapitulasi insentif dilakukan secara terpusat sehingga membantu meningkatkan efisiensi administrasi, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, serta mempermudah proses pelaporan bagi pamong instansi.</p> 2026-06-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Aditya Rifki Fauzan Ginting, Ardiansyah Ardiansyah https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2526 Evaluasi Efektivitas Automasi FAQ Berbasis WhatsApp dalam Wadah Kritik dan Saran di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara 2026-05-31T08:37:30+07:00 Owen Handrian Fadjri owenhandrian44555@gmail.com Muaz Al Amin a@a.com Sriani Sriani a@a.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas automasi FAQ berbasis <em>WhatsApp</em> dalam wadah kritik dan saran di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian berjumlah 3 orang yang terdiri atas admin/pengelola sistem, pimpinan instansi, dan masyarakat/pengguna layanan yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan pengujian chatbot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa automasi FAQ berbasis <em>WhatsApp</em> cukup efektif dalam mendukung pelayanan publik melalui peningkatan kecepatan respons, kemudahan akses informasi, dan pengurangan beban kerja admin dalam menangani pertanyaan yang berulang. Penggunaan <em>WhatsApp</em> sebagai media pelayanan juga dinilai praktis dan mudah digunakan oleh masyarakat. Meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan jawaban otomatis terhadap pertanyaan di luar database FAQ dan ketergantungan pada jaringan internet, sistem dinilai mampu mendukung pelayanan kritik dan saran secara lebih efektif dan efisien. Penelitian ini menunjukkan bahwa automasi FAQ berbasis <em>WhatsApp</em> berpotensi menjadi inovasi pelayanan publik berbasis digital yang dapat meningkatkan kualitas komunikasi antara instansi pemerintah dan masyarakat.</p> 2026-06-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Owen Handrian Fadjri, Muaz Al Amin, Sriani Sriani https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2645 Analisis Perbandingan Performansi Strategi Forwarding Multicast dan Self-Learning pada Jaringan Vehicle-to-Vehicle Berbasis Named Data Networking 2026-07-08T09:33:37+07:00 Seshariana Rahma Melati sesharianarahmam@telkomuniversity.ac.id Lia Hafiza liahfza@telkomuniversity.ac.id Putri Rahmawati putrirrahmawati@telkomuniversity.ac.id Aisyah Novfitri aisyahnovf@telkomuniversity.ac.id <p>Vehicular Ad-hoc Network (VANET) merupakan jaringan kendaraan dengan mobilitas tinggi dengan perubahan lokasi yang cepat dan koneksi jaringan yang tidak stabil. Named Data Networking (NDN) merupakan arsitektur internet masa depan yang berpusat pada data (data-centric) dan menyediakan mekanisme forwarding yang bersifat stateful, sehingga sesuai untuk mendukung karakteristik VANET. Pada arsitektur NDN, strategi forwarding berperan penting dalam menentukan efisiensi pengiriman paket. Penelitian ini bertujuan membandingkan performansi dua strategi forwarding pada jaringan VANET berbasis NDN, yaitu strategi multicast-vanet yang berbasis broadcast dan strategi self-learning forwarding yang mampu mempelajari rute secara mandiri tanpa memerlukan protokol routing. Pengujian dilakukan menggunakan simulator ndnSIM yang diintegrasikan dengan Simulation of Urban MObility (SUMO) melalui platform NDN4IVC, dengan skenario jalur kendaraan berbentuk peta grid dan variasi jumlah node kendaraan, serta mengukur tiga parameter performansi, yaitu Cache Hit Ratio, Throughput, dan Round-Trip Time (RTT). Hasil pengujian menunjukkan bahwa strategi self-learning memperoleh rata-rata Cache Hit Ratio lebih tinggi dibandingkan multicast-vanet, sedangkan Throughput kedua strategi hampir identik. Pada parameter RTT, self-learning menghasilkan nilai lebih rendah pada sebagian besar skenario. Hal ini terjadi karena self-learning mempelajari jalur dari mekanisme broadcast dan menetapkan jalur unicast setelah tahap penemuan awal, sehingga pemanfaatan cache lebih efektif dan waktu pertukaran data lebih singkat. Dengan demikian, strategi self-learning forwarding memberikan efisiensi yang lebih baik dibandingkan multicast-vanet pada jaringan VANET-NDN dan dapat menjadi acuan empiris dalam pemilihan strategi forwarding untuk pengembangan jaringan kendaraan berbasis Named Data Networking.</p> 2026-08-06T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Seshariana Rahma Melati, Lia Hafiza, Putri Rahmawati, Aisyah Novfitri https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2712 Perancangan Sistem Deteksi Video Deepfake Menggunakan Arsitektur Multicue End-to-End dengan Pendekatan Design Science Research 2026-08-08T04:10:00+07:00 Teguh Pribadi teguh.2022210063@gmail.com Zaenal Ma’aruf zaenal_maruf@stmik-dci.ac.id <p>Perkembangan model generatif berbasis deep learning membuat manipulasi wajah, suara, dan gerak bibir semakin realistis serta meningkatkan kebutuhan akan sistem deteksi yang dapat ditelusuri. Penelitian perancangan ini bertujuan menyusun spesifikasi sistem deteksi video deepfake multicue end-to-end yang siap diimplementasikan. Metode mengikuti enam tahapan Design Science Research: identifikasi masalah dan motivasi, penetapan tujuan solusi, perancangan dan pengembangan, pengujian melalui skenario penggunaan, evaluasi terhadap kriteria rancangan, serta diseminasi hasil. Capaian utama penelitian meliputi: (1) arsitektur multicue yang mengintegrasikan petunjuk spasial, frekuensi, temporal, dan audio-visual; (2) kontrak API dan alur layanan asinkron; (3) skema data, penyimpanan bukti, dan jejak audit; (4) rancangan deployment, registri model, dan pemantauan; serta (5) protokol evaluasi model, sistem, keamanan, dan manusia beserta kriteria penerimaannya. Spesifikasi juga mengatur pencegahan kebocoran data, kalibrasi dan ketidakpastian, pengujian lintas-dataset dan lintas-generator, serta penundaan keputusan ketika bukti tidak memadai. Implementasi direncanakan secara bertahap, dimulai dari MVP spasial-temporal, kemudian diperluas dengan cabang frekuensi dan audio-visual. Artikel ini tidak menyajikan pengukuran performa empiris karena fokus penelitian berada pada penyusunan spesifikasi sistem yang konsisten, dapat ditelusuri, dan siap divalidasi; pengukuran kinerja dilakukan setelah implementasi selesai dibangun.</p> 2026-08-14T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Teguh Pribadi, Zaenal Ma’aruf https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2730 Aplikasi Monitoring Prakerin Siswa SMK Berbasis Web Menggunakan Algoritma Decision Tree (Studi Kasus: SMK Negeri 3 Kendari) 2026-08-14T11:22:34+07:00 Meutya Nathania mutya.natania@gmail.com Jumadil Nangi Jumadilnangi87@gmail.com Isnawaty Isnawaty isnawaty@uho.ac.id <p>Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan bagian penting dalam pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan karena memberikan pengalaman kerja langsung kepada siswa serta menjadi sarana evaluasi kompetensi siswa di dunia industri. Namun, proses monitoring Prakerin di SMK Negeri 3 Kendari sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga menyulitkan pencatatan kehadiran, pemantauan kegiatan, pengelolaan laporan, dan evaluasi hasil Prakerin. Penelitian ini bertujuan membangun aplikasi monitoring Prakerin berbasis <em>web</em> yang mengintegrasikan fungsi monitoring dengan algoritma <em>Decision Tree</em> metode <em>Classification and Regression Tree (CART)</em>. Pengembangan sistem menggunakan metode <em>Rational Unified Process (RUP)</em> yang terdiri dari tahap <em>Inception</em>, <em>Elaboration</em>, <em>Construction</em>, dan <em>Transition</em>. Aplikasi menyediakan fitur pengelolaan data, absensi, <em>logbook</em>, laporan akhir, monitoring, penilaian, dan klasifikasi hasil Prakerin. Proses klasifikasi menggunakan atribut Kehadiran, Laporan Harian, dan Nilai Pembimbing Industri pada contoh <em>dataset</em> sebanyak 10 data siswa. Hasil perhitungan menunjukkan Kehadiran menjadi <em>root node</em> dengan nilai <em>Gini Split</em> terendah sebesar 0,60. Pengujian <em>Black Box</em> menunjukkan seluruh fungsi yang diuji berstatus valid. <em>User Acceptance Testing (UAT)</em> memperoleh nilai 88,75% untuk Admin, 90,43% untuk Guru Pembimbing, 89,71% untuk Siswa, dan 93,57% untuk Pembimbing Industri, seluruhnya berkategori Sangat Baik. <em>UAT</em> melibatkan 33 responden, yaitu 1 Admin, 10 Guru Pembimbing, 20 Siswa, dan 2 Pembimbing Industri. Kontribusi penelitian ini adalah mengintegrasikan monitoring Prakerin dan klasifikasi hasil siswa dalam satu aplikasi.</p> 2026-08-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Meutya Nathania, Jumadil Nangi, Isnawaty Isnawaty https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2725 Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Proses Produksi Pabrik Kelapa Sawit PT. X di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat melalui Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Job Safety Analysis (JSA) 2026-08-11T14:47:52+07:00 Crystha Putri Febriani yaakiyowo@gmail.com Robby Irsan a@gmail.com Suci Pramadita a@gmail.com <p>Industri kelapa sawit memiliki berbagai potensi bahaya pada setiap tahapan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja dengan tingkat keparahan berbeda. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, menganalisis aktivitas berisiko tinggi, dan menentukan rekomendasi pengendalian pada proses produksi Pabrik Kelapa Sawit PT X. Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) diterapkan pada enam stasiun produksi, yaitu Penerimaan TBS, Rebusan, Bantingan, Press, Pemurnian, dan Oil Storage. Sebanyak 13 aktivitas kategori risiko high dianalisis lebih lanjut menggunakan Job Safety Analysis (JSA). Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumen HIRARC perusahaan, wawancara HSE, dan kuesioner terhadap 41 pekerja. Hasil penelitian menunjukkan 104 temuan potensi bahaya, terdiri atas 39 risiko low (37,50%), 52 medium (50,00%), dan 13 high (12,50%). Stasiun Pemurnian memiliki temuan terbanyak, yaitu 28 temuan, sedangkan Stasiun Bantingan memiliki rata-rata risiko tertinggi sebesar 10,11. Hasil kuesioner menunjukkan pengetahuan K3 dan penggunaan APD berada pada kategori tinggi, kelelahan kerja dan pengalaman kecelakaan kerja berada pada kategori sangat rendah, sedangkan kondisi lantai licin berada pada kategori sedang. Aktivitas berisiko high didominasi bahaya mekanis, pekerjaan di ketinggian, tekanan dan suhu tinggi, confined space, serta hot work. Pengendalian diprioritaskan melalui pengendalian teknik, administratif, dan APD, dengan penekanan pada machine guarding, isolasi energi, pengamanan fasilitas kerja, pengendalian confined space, dan kepatuhan terhadap prosedur kerja aman. Hasil penelitian menjadi dasar penentuan prioritas pengendalian berdasarkan tingkat dan karakteristik bahaya pada proses produksi kelapa sawit.</p> 2026-08-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Crystha Putri Febriani, Robby Irsan, Suci Pramadita https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2534 Analisis Tekno-Ekonomi Kelayakan Jaringan 4G LTE di Wilayah Perbatasan Kepulauan Anambas 2026-06-08T09:31:52+07:00 Lia Hafiza liahfza@telkomuniversity.ac.id Reni Dyah Wahyuningrum reni.dyahwahyuningrum@polines.ac.id Aisyah Novfitri aisyahnovf@telkomuniversity.ac.id Seshariana Rahma Melati sesharianarahmam@telkomuniversity.ac.id Putri Rahmawati putrirrahmawati@telkomuniversity.ac.id <p>Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan wilayah perbatasan berkategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Provinsi Kepulauan Riau yang sebagian wilayahnya masih mengalami <em>blankspot</em> dan sinyal lemah. Penelitian ini menganalisis kelayakan tekno-ekonomi penggelaran jaringan 4G LTE di wilayah tersebut melalui perencanaan cakupan, analisis kapasitas, kelayakan finansial, dan analisis sensitivitas. Perencanaan cakupan menggunakan model propagasi COST-231 Hata pada frekuensi 1800 MHz, sedangkan kelayakan finansial dievaluasi melalui Net Present Value (NPV), Return on Investment (ROI), dan payback period selama lima tahun. Asumsi utama yang digunakan mencakup tingkat adopsi 42 persen, bandwidth 10 MHz, dan periode evaluasi lima tahun. Hasil menunjukkan bahwa untuk mencakup wilayah seluas 590 km<sup>2</sup> dibutuhkan radius sel 1,90 km dan 19 site eNodeB, dengan total kapasitas jaringan 912 Mbps yang melampaui kebutuhan puncak 228 Mbps. Secara finansial, pada ARPU Rp 43.400 per bulan penggelaran menghasilkan NPV negatif sebesar Rp 43,24 miliar dan ROI -69,8%. Analisis sensitivitas menunjukkan NPV baru mencapai titik impas pada ARPU sekitar Rp242.000 per bulan, jauh di atas daya beli masyarakat setempat. Temuan ini menegaskan bahwa pemerataan akses telekomunikasi di pulau perbatasan terpencil tidak dapat diserahkan pada mekanisme komersial murni, melainkan memerlukan dukungan skema subsidi pemerintah.</p> 2026-06-25T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Lia Hafiza, Reni Dyah Wahyuningrum, Aisyah Novfitri, Seshariana Rahma Melati, Putri Rahmawati https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2686 Konsep Perancangan Wisata Gang Berbasis Keseharian melalui Produksi Ruang Sosial: Studi Kasus RT 3 Lingkungan Dende Seleh, Kota Tua Ampenan 2026-07-27T23:12:48+07:00 Liza Hani Saroya Wardi lizahanisaroya@gmail.com Yasmin Yasmin a@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan wisata gang berbasis keseharian melalui produksi ruang sosial Gang RT 3 Lingkungan Dende Seleh, Kota Tua Ampenan. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari riset sebelumnya pada lokasi yang sama yang mengidentifikasi tipologi ruang temporal-komunal dan domestik-konsisten melalui metode <em>Place-Centered Mapping</em> (PCM). Pada tahap lanjutan ini digunakan pendekatan kualitatif interpretatif melalui <em>Research Through Design</em> (RTD) dengan landasan teori produksi ruang Henri Lefebvre dan hermeneutika Paul Ricoeur untuk menerjemahkan temuan empiris menjadi konsep perancangan wisata. Hasil penelitian menghasilkan lima prinsip utama perancangan wisata berbasis keseharian, yaitu (1) Proteksi <em>lived space</em>, (2) Manajemen narasi spasial, (3) Visualisasi tanpa artifisialitas, (4) Desain sebagai mediasi antara warga dan wisatawan, serta (5) Partisipasi reflektif wisatawan. Prinsip-prinsip tersebut dioperasionalkan melalui strategi ruang berupa ruang transisi (<em>narrative threshold),</em> koridor ritme sosial <em>(social rhythm corridor</em>), dan koridor domestik-istan (<em>intimate cultural corridor</em>) sehingga pengalaman wisata tumbuh dari ritme kehidupan sehari-hari masyarakat tanpa mengganggu autentisitas ruang maupun aktivitas domestik warga. Penelitian ini menunjukkan bahwa wisata gang tidak perlu dibangun melalui penciptaan atraksi baru, melainkan melalui penguatan keterbacaan ruang sosial yang telah hidup sehingga desain berperan sebagai mediator antara kehidupan warga dan pengalaman wisata yang berkelanjutan.</p> 2026-08-12T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Liza Hani Saroya Wardi, Yasmin Yasmin https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2549 Risk Management Strategies for Occupational Safety in Ammonia Production 2026-06-08T09:54:32+07:00 Riny Yolandha Parapat rinyyolandha@itenas.ac.id Bunga Pertiwi Triani Putri bunga.pertiwi@mhs.itenas.ac.id Christopher Febrian Hilman christopher.febrian@mhs.itenas.ac.id <p>Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek mendasar dalam kegiatan industri karena memainkan peran penting dalam melindungi pekerja dari potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Tingginya tingkat risiko operasional, terutama di industri yang melibatkan penggunaan mesin, energi, dan bahan kimia, menuntut penerapan sistem manajemen K3 yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penerapan K3 dalam meningkatkan keselamatan di tempat kerja dan mengurangi risiko kecelakaan di lingkungan industri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka terhadap berbagai peraturan, standar keselamatan, dan praktik penerapan K3 di sektor industri. Temuan menunjukkan bahwa penegakan peraturan K3, peningkatan pelatihan dan kesadaran pekerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengelolaan bahan kimia berbahaya, serta manajemen risiko yang sistematis merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Penerapan budaya keselamatan yang konsisten tidak hanya mengurangi kecelakaan di tempat kerja tetapi juga meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan keberlanjutan korporat. Oleh karena itu, implementasi K3 yang komprehensif merupakan kebutuhan strategis dalam mendukung operasi industri yang aman dan berkelanjutan.</p> 2026-06-25T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Riny Yolandha Parapat, Bunga Pertiwi Triani Putri, Christopher Febrian Hilman https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2711 Penilaian Risiko Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan Metode HIRARC pada UMKM Industri Roti 2026-08-08T04:02:55+07:00 Restu Aji Nur Kahfi B.P restuaji416@gmail.com Rosita Rosita rositasyita@gmail.com Feby Indayani febiindayani@gmail.com Idham H imagnet20@gmail.com <p>Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) merupakan hal yang penting pada proses produksi UMKM, agar mampu melakukan produksi yang maksimal sehingga diperlukan persiapan yang baik dan tata kelola yang memumpuni. CV. Roti Nur Aqilah merupakan salah satu Industri UMKM yang memproduksi roti yang memiliki potensi kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko kecelakaan kerja sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan keselamatan kerja dan kinerja Sumber Daya Manusia pada CV. Roti Nur Aqilah dengan menggunakan metode HIRARC. Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat 14 identifikasi bahaya, dengan 4 risiko level rendah dan 10 risiko level sedang potensi bahaya. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan adalah dengan pemenuhan standar operasional kerja (SOP), melakukan pengawasan kerja, <em>maintenance</em> pada peralatan kerja. Pentingnya untuk pemenuhan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, kacamata <em>safety</em>, pakaian berpori, serta intervensi posisi kerja yang baik agar dapat meredam kelelahan saat bekerja. Upaya perbaikan lingkungan kerja, dan pemenuhan SOP serta pengawasan akan meningkatkan kualitas kinerja dan disiplin individu pegawai, sehingga akan meningkatkan produktifitas pada CV. Roti Nur Aqilah.</p> 2026-08-11T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Restu Aji Nur Kahfi B.P, Rosita Rosita, Feby Indayani, Idham H https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2569 Penggunaan Metoda Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk Pengukuran Kinerja Divisi IT Support PT. MA 2026-06-17T07:03:02+07:00 Umbar Riyanto umbar@ft-umt.ac.id Sri Wahyuningsih sri.wahyuningsih@budiluhur.ac.id Nurhayati Nurhayati nurhayati0911@ft-umt.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja divisi IT <em>support</em> pada PT. MA dengan menerapkan metode <em>Analytic Hierarchy Process</em> (AHP) serta pendekatan <em>IT Balanced Scorecard</em> (IT BSC). Evaluasi kinerja divisi IT <em>support</em> diperlukan untuk meningkatkan layanan TI dan menciptakan keselarasan antara TI dengan bisnis. Penelitian ini menggunakan data internal perusahaan, wawancara, dan kuesioner untuk mengumpulkan data, dengan top level manajemen PT. MA sebagai responden. Pengambilan data penelitian melalui data internal perusahaan, wawancara dan kuesioner. Dikarenakan tidak ada pengukuran kinerja layanan TI untuk kebutuhan manajemen puncak, <em>top level </em>manajemen PT. MA dijadikan responden dalam pengambilan data kuesioner untuk pengukuran kinerja. Data dianalisis dengan menerapkan metode AHP. Perolehan pengukuran kinerja menunjukkan bahwa divisi support PT. MA memiliki nilai kinerja sebesar 2,613, yang menunjukkan bahwa kinerja divisi IT <em>support</em> berada pada tingkat yang cukup baik. Penelitian ini dapat membantu dalam meningkatkan kinerja divisi IT <em>support</em> dan pengembangan TI di masa depan, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan kinerja divisi IT <em>support</em>.</p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Umbar Riyanto, Sri Wahyuningsih, Nurhayati Nurhayati https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2601 Pengembangan Video Pembelajaran Interaktif Berbasis Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada IPAS 2026-06-23T17:42:09+07:00 Meisel Ria Panggalo meisel@student.undiksha.ac.id Alexander Hamonangan Simamora alexander.simamora@undiksha.ac.id Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana aiwiy-sukmana@undiksha.ac.id <p>Kendala dalam melatih kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar masih sering ditemukan pada mata pelajaran IPAS karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan media yang digunakan belum mampu mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata siswa. Oleh karena itu, dikembangkan video pembelajaran interaktif berbasis pendekatan kontekstual pada mata pelajaran IPAS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN 3 Kampung Anyar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Uji kelayakan produk melibatkan ahli isi, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran, sedangkan uji kepraktisan melibatkan guru dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan tes, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk memperoleh tingkat validitas sebesar 100% dari ahli isi, 97,33% dari ahli desain pembelajaran, dan 96% dari ahli media dengan kriteria sangat valid. Tingkat kepraktisan memperoleh persentase 98,67% dari guru, 93,77% pada uji perorangan, dan 92% pada uji kelompok kecil dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p &lt; 0,05), nilai rata-rata pre-test siswa sebesar 64,13 meningkat menjadi 79,13 pada post-test yang menunjukkan adanya perbedaan antara hasil pre-test dan post-test siswa. Dengan demikian, video pembelajaran interaktif berbasis pendekatan kontekstual terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV sekolah dasar.</p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Meisel Ria Panggalo, Alexander Hamonangan Simamora, Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2719 Transformasi Pembelajaran Bahasa Arab Di Pesantren Modern Melalui Pendekatan Usage-Based Learning, Scaffolding dan Kecerdasan Buatan (AI) 2026-08-08T04:19:00+07:00 Rizki Amalia mynameqq82@gmail.com Muhammad Fadhillah muhammad.fadhillah@unmuha.ac.id Safariah Safariah safariah@ar-raniry.ac.id <p>Pengajaran bahasa Arab di pesantren Indonesia sering kali terjebak pada paradigma "hafalan matematis" yang memfokuskan bahasa sebagai objek teoritis statis. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam transformasi pedagogi bahasa Arab di pesantren modern menuju kompetensi komunikatif melalui model hibrida tri-dimensi: lingkungan (asrama), sosial-kognitif (<em>scaffolding</em>), dan teknologis (Kecerdasan Buatan/AI). Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-konseptual yang dipadukan dengan desain kerangka validasi lapangan (<em>field validation framework</em>) yang dirancang untuk pengujian empiris di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan usage-based berhasil mereposisi landasan teoretis lama dengan menjelaskan bahwa kompetensi bahasa tumbuh dari akumulasi pengalaman interaktif nyata yang memperkuat jalur saraf linguistik. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model integratif di mana platform AI adaptif berfungsi menurunkan kecemasan bahasa sebagai mitra tutur personal, guru memberikan bantuan instruksional bertahap, dan asrama bertindak sebagai ekosistem imersi makro yang memungkinkan restrukturisasi kognitif secara mandiri.</p> 2026-08-14T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Rizki Amalia, Muhammad Fadhillah, Safariah Safariah https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2581 Pengembangan Pembelajaran Online Berbasis Masalah Berbantuan LMS Moodle untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar 2026-06-20T14:06:56+07:00 I Putu Artha Widya Suputra arthajr32@gmail.com I Made Tegeh 2im-tegeh@undiksha.ac.id Desak Putu Parmiti dp-parmiti@undiksha.ac.id <p>Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya kemampuan siswa dalam menentukan ide pokok teks, dominannya penggunaan metode pembelajaran konvensional, serta belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran digital yang interaktif. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterampilan literasi dan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pembelajaran online berbasis masalah berbantuan Learning Management System (LMS) Moodle pada materi menentukan ide pokok teks untuk siswa kelas IV sekolah dasar serta menguji validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap <em>Analysis, Design, Development, Implementation,</em> dan <em>Evaluation</em>. Subjek penelitian terdiri atas 1 ahli isi pembelajaran, 1 ahli desain pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa pada uji perorangan, 9 siswa pada uji kelompok kecil, serta siswa kelas IV pada uji lapangan. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk memperoleh rata-rata validitas sebesar 95,17% dengan kategori <em>sangat baik</em>, tingkat kepraktisan sebesar 93,89% dengan kategori <em>sangat praktis</em>, serta efektif meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 67,50 menjadi 86,25 (peningkatan 18,75 poin). Dengan demikian, pembelajaran online berbasis masalah berbantuan LMS Moodle layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi model Problem Based Learning dengan LMS Moodle dalam satu sistem pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk materi menentukan ide pokok teks, sehingga tidak hanya menghasilkan media digital, tetapi juga menyediakan lingkungan belajar yang mendukung aktivitas pemecahan masalah secara terstruktur dan interaktif</p> 2026-07-09T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 I Putu Artha Widya Suputra, I Made Tegeh, Desak Putu Parmiti https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2591 Pengembangan Video Pembelajaran Interaktif Berpendekatan Kontekstual Materi Nilai Pancasila untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar 2026-06-23T09:05:22+07:00 Ni Kade Ayu Pebriyani nikadekayufebriani@gmail.com I Made Tegeh im-tegeh@undiksha.ac.id Alexander Hamonangan Simamora alexander.simamora@undiksha.ac.id <p>Kurangnya kepatuhan terhadap tata tertib di kalangan peserta didik kelas IV SD Negeri 3 Baluk dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila melatarbelakangi pelaksanaan riset ini. Persoalan tersebut dipicu oleh terbatasnya pemanfaatan sarana pembelajaran yang bersifat kontekstual serta inovatif. Riset ini diaplikasikan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan alur perancangan dan pembentukan video edukasi interaktif yang mengintegrasikan prinsip kontekstual, (2) menguji derajat validitas dari sarana yang dikembangkan, (3) memvalidasi aspek praktis media, serta (4) mendeteksi efektivitas pemanfaatan produk dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian pengembangan (Research and Development) yang mengadopsi kerangka model ADDIE, yang melingkupi fase Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek yang dilibatkan dalam pengujian produk ini terdiri atas dua orang ahli materi, seorang pakar desain instruksional, seorang ahli media pembelajaran, serta seluruh peserta didik kelas IV SD Negeri 3 Baluk. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif serta uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran interaktif memperoleh tingkat validitas sangat tinggi, dengan skor 98% dari ahli materi, 100% dari ahli desain, dan 100% dari ahli media. Tingkat kepraktisan mencapai 100% pada uji perorangan dan 97,1% pada uji kelompok kecil. Selain itu, media terbukti efektif meningkatkan kedisiplinan siswa yang berjumlah 12 orang, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 62,92 (pretest) menjadi 86,83 (posttest). Analisis inferensial menggunakan paired sample t-test membuahkan angka signifikansi 0,000 (&lt; 0,05), yang menegaskan adanya kesenjangan sebelum dan sesudah intervensi dilakukan. Melalui temuan ini, disimpulkan bahwa produk video pembelajaran interaktif berpendekatan kontekstual ini telah memenuhi syarat valid, praktis, dan efektif sehingga sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran yang mendukung pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila serta meningkatkan kedisiplinan siswa sekolah dasar.</p> 2026-07-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Ni Kade Ayu Pebriyani, I Made Tegeh, Alexander Hamonangan Simamora https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2638 Penerapan Scientific Inquiry Dalam Mata Kuliah Pendidikan IPA SD Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir, Bekerja, dan Bersikap Ilmiah 2026-07-07T12:46:32+07:00 Tita Puspitasari dosen01261@unpam.ac.id Irma Sofiasyari dosen03276@unpam.ac.id Dede Rizki Saepullah dosen03290@unpam.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konseptual, keaktifan, dan hasil belajar kognitif mahasiswa (hanya 38%) dalam perkuliahan konsep dasar IPA SD dominasi pembelajaran satu arah. Masalah tersebut memicu kesenjangan pada kemampuan berpikir kritis, keterampilan proses sains, serta kejujuran dan rasa ingin tahu mahasiswa calon guru SD. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model Scientific Inquiry (inkuiri ilmiah) dalam meningkatkan tiga pilar literasi sains mahasiswa secara holistik. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadopsi model Kemmis &amp; McTaggart. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus di program studi PGSD Universitas Pamulang pada semester genap tahun akademik 2025/2026 dengan subjek sebanyak 20 mahasiswa. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data kuantitatif dan perilaku mahasiswa diperoleh melalui tes objektif berbasis HOTS, lembar observasi kinerja, rubrik keterampilan proses sains, dan angket sikap ilmiah. Penerapan model Scientific Inquiry terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan ilmiah mahasiswa dari Siklus I ke Siklus II. Dari total 20 responden, pada aspek berpikir dan bekerja ilmiah kategori "Sangat Baik" naik dari 10% (Siklus I) menjadi 35% (Siklus II) perubahan terjadi dari 2 menjadi 7 mahasiswa, serta kategori "Baik" naik dari 25% menjadi 45% dari 5 menjadi 9 mahasiswa. Sementara pada aspek sikap ilmiah, kategori "Sangat Aktif" melonjak dari 10% menjadi 40% dari 2 menjadi 8 mahassiswa , dan mahasiswa yang "Kurang Aktif" menurun drastis dari 50% menjadi hanya 5% berkurang dari 10 menjadi hanya 1 mahasiswa. Pembelajaran dengan model Scientific Inquiry dapat diaplikasikan secara kondusif, efektif meningkatkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah mahasiswa, serta berhasil menggali kreativitas calon guru dalam merancang proyek percobaan sains sederhana yang relevan untuk diterapkan di sekolah dasar.</p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Tita Puspitasari, Irma Sofiasyari, Dede Rizki Saepullah https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2710 Hubungan Intensitas Komunikasi Verbal Keluarga dan Kemampuan Pengungkapan Gagasan Sederhana Siswa Kelas I SD Islam Darul Qur’an 2026-08-08T14:50:00+07:00 Risa Yanuarti Sholihah sholihahrisa@gmail.com Irfa Roidatul Khoiriyah sholihahrisa@gmail.com Rio Slamet Remanda a@a.com <p class="Abstrak"><span lang="IN">Kemampuan mengungkapkan gagasan merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kemampuan tersebut adalah intensitas komunikasi verbal yang terjadi di lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas komunikasi verbal keluarga dengan kemampuan pengungkapan gagasan sederhana siswa kelas I SD Islam Darul Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 17 siswa yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh. Data intensitas komunikasi verbal keluarga diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang diisi oleh wali murid, sedangkan kemampuan pengungkapan gagasan sederhana diukur melalui tes kinerja lisan berupa kegiatan menceritakan kembali urutan gambar secara individual. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan korelasi Pearson setelah pemeriksaan asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas komunikasi verbal keluarga berada pada kategori cukup baik (M = 26,18), sedangkan kemampuan pengungkapan gagasan sederhana siswa berada pada kategori cukup baik hingga baik (M = 8,41). Analisis korelasi menghasilkan koefisien r = 0,785 dengan nilai signifikansi p = 0,0003 (&lt;0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif, kuat, dan signifikan antara kedua variabel. Dengan demikian, semakin tinggi intensitas komunikasi verbal keluarga, semakin tinggi pula skor kemampuan pengungkapan gagasan sederhana siswa dalam sampel penelitian ini. Temuan ini menguatkan pentingnya sinergi sekolah dan keluarga, khususnya melalui pembiasaan percakapan dua arah yang memberi kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pengalaman, menjawab pertanyaan, dan mengembangkan gagasan secara lisan.</span></p> 2026-08-11T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Risa Yanuarti Sholihah, Irfa Roidatul Khoiriyah, Rio Slamet Remanda https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2666 Penerapan Model Pembelajaran Peer Tutoring berbantuan AutoCAD pada Elemen Desain Pemodelan Bangunan Siswa Kelas XI DPIB SMK Negeri 3 Jombang 2026-07-17T15:18:48+07:00 Alfin Eka Ardiansah alfin.22033@mhs.unesa.ac.id Desy Ratna Arthaningtyas desyarthaningtyas@unesa.ac.id <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran masih banyak berpusat pada peran guru (<em>teacher oriented</em>) yang membuat siswa kurang aktif dalam pembelajaran dan hanya mengalir pada penjelasan yang diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan model pembelajaran <em>Peer Tutoring</em>; (2) perbedaan hasil belajar siswa model pembelajaran <em>Peer Tutoring</em> dengan model pembelajaran ceramah; (3) respon siswa terhadap model pembelajaran <em>Peer Tutoring</em>. Jenis penelitian ini adalah <em>Quasi Experimental</em> dengan desain <em>Posttest-only Design with Nonequivalent Group</em>. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI DPIB 2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI DPIB 1 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian didapatkan: (1) keterlaksanaan pembelajaran model <em>Peer Tutoring</em> diperoleh persentase sebesar 90,79% dengan kategori Sangat Baik; (2) terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas XI DPIB 2 sebagai kelas eksperimen dengan kelas XI DPIB 1 sebagai kelas kontrol; (3) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran <em>Peer Tutoring</em> diperoleh presentase sebesar 83% dengan kategori sebagai Sangat Setuju. Diharapkan model Peer Tutoring dapat dikembangkan dengan media yang lain dan diterapkan pada materi dan jenjang yang berbeda.</p> 2026-07-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Alfin Eka Ardiansah, Desy Ratna Arthaningtyas https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2584 Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas IV Sekolah Dasar 2026-06-22T12:28:39+07:00 Ni Putu Enik Pransisca Putri enikpransisca@gmail.com I Gde Wawan Sudatha igdewawans@undiksha.ac.id Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana aiwiy-sukmana@undiksha.ac.id <p>Pemahaman konsep IPA siswa sekolah dasar pada materi perubahan wujud benda masih tergolong rendah karena materi bersifat abstrak dan penggunaan media pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif berbasis kontekstual pada materi perubahan wujud benda untuk siswa kelas IV sekolah dasar serta menguji validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (<em>Research</em> and <em>Development</em>) yang menggunakan model ADDIE (<em>Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation</em>). Subjek penelitian terdiri atas 1 ahli isi, 1 ahli desain pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa pada uji perorangan, 9 siswa pada uji kelompok kecil, dan 30 siswa pada tahap implementasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbasis kontekstual memperoleh persentase validitas sebesar 94% dari ahli isi, 96% dari ahli desain pembelajaran, dan 94% dari ahli media dengan kategori sangat baik. Hasil uji kepraktisan memperoleh persentase sebesar 96% dari guru, 91% pada uji perorangan, dan 91,11% pada uji kelompok kecil dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (&lt;0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest siswa. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis kontekstual yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV sekolah dasar.</p> 2026-07-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Ni Putu Enik Pransisca Putri, I Gde Wawan Sudatha, Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2531 Pemetaan Tren Penelitian Pembelajaran Berbasis Pengalaman dalam Pendidikan Orang Dewasa (2015–2025): Tinjauan Literatur Sistematis dan Analisis Bibliometrik 2026-06-01T04:15:56+07:00 Rubi Olivia Nuroktaviani Yusup rubiolivian@gmail.com Asyifa Nuramalia asyifanuramalia175@gmail.com Nurlaela Hamidah nurlaelahamidah@umbandung.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perkembangan penelitian mengenai pembelajaran berbasis pengalaman (experience-based learning/EBL) dalam konteks pendidikan orang dewasa selama periode 2015–2025. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang dipadukan dengan analisis bibliometrik. Pengumpulan literatur dilakukan melalui pencarian terstruktur pada basis data Scopus dan Google Scholar menggunakan perangkat lunak Publish or Perish versi 8.11.4844, dengan jumlah awal 258 artikel. Setelah melalui tahapan seleksi mengikuti pedoman PRISMA 2020, diperoleh 190 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data bibliometrik selanjutnya dianalisis dan divisualisasikan menggunakan VOSviewer versi 1.6.20 untuk memetakan struktur intelektual dan perkembangan temporal tema penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa kata kunci <em>"experience"</em> menempati posisi paling sentral dalam jaringan penelitian dengan keterkaitan erat terhadap <em>"learning"</em>, <em>"study"</em>, dan <em>"co-design"</em>. <em>Overlay visualization</em> mengungkapkan bahwa tema <em>co-design</em> muncul lebih awal, sementara <em>learning</em> dan <em>study</em> berkembang lebih pesat pada periode publikasi terkini. <em>Density visualization</em> menunjukkan bahwa konsep pengalaman memiliki intensitas tertinggi sebagai fondasi utama kajian EBL. Tinjauan literatur sistematis mengonfirmasi keefektifan EBL dalam berbagai konteks pendidikan orang dewasa, meliputi pendidikan tinggi, pelatihan profesional, dan pendidikan kesehatan. Temuan penelitian ini menawarkan referensi berbasis bukti dalam pengembangan kurikulum pendidikan orang dewasa serta mengidentifikasi kebutuhan penelitian empiris di masa mendatang guna mengatasi kesenjangan pada aspek kolaborasi dan penerapan EBL.</p> 2026-06-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Rubi Olivia Nuroktaviani Yusup, Asyifa Nuramalia, Nurlaela Hamidah https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2582 Pengembangan Multimedia Interaktif Berpendekatan Challenge-Based Learning Berbasis Cerita Rakyat Ni Bawang dan Ni Kesuna untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar 2026-06-20T14:11:49+07:00 Putu Wicitra Pebriani wicitrapebriani16@gmail.com I Kadek Suartama ik-suartama@undiksha.ac.id Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana aiwiy-sukmana@undiksha.ac.id <p>Rendahnya keterampilan sosial siswa sekolah dasar berdampak pada kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan berinteraksi secara positif dalam pembelajaran. Permasalahan tersebut diperkuat oleh minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif serta pendekatan pembelajaran yang mampu mendukung pengembangan keterampilan sosial secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menganalisis validitas, mengevaluasi kepraktisan, dan menguji efektivitas multimedia interaktif berpendekatan Challenge-Based Learning (CBL) berbasis cerita rakyat <em>Ni Bawang dan Ni Kesuna</em> dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (<em>Research and Development</em>) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 ahli isi pembelajaran, 2 ahli desain pembelajaran, 2 ahli media pembelajaran, 3 siswa pada uji coba perorangan, 9 siswa pada uji coba kelompok kecil, dan 18 siswa kelas II SD Negeri 3 Kampung Anyar pada uji efektivitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan penilaian keterampilan sosial, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif, serta uji <em>paired sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi, yaitu validitas isi sebesar 98,00%, validitas desain pembelajaran 98,75%, validitas media 92,67%, serta tingkat kepraktisan 97,63%, yang seluruhnya berada pada kategori sangat layak. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 (p &lt; 0,05), sehingga terdapat peningkatan keterampilan sosial siswa yang signifikan setelah menggunakan multimedia interaktif berpendekatan Challenge-Based Learning. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis cerita rakyat <em>Ni Bawang dan Ni Kesuna</em> layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa sekolah dasar.</p> 2026-07-09T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Putu Wicitra Pebriani, I Kadek Suartama, Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2625 Analisis Butir Soal (Item Analysis) pada Asesmen Cambridge Checkpoint Mata Pelajaran Matematika 2026-07-07T12:22:20+07:00 Rusyda Maulida dosen02114@unpam.ac.id Bani Bani dosen02381@unpam.ac.id Muchlis Muchlis muchlis.re@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas psikometris instrumen Asesmen Cambridge Checkpoint Matematika (Syllabus 0862) melalui studi analisis butir soal (item analysis) yang mencakup pengujian reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda guna memastikan efektivitas alat ukur dalam konteks sekolah internasional di Indonesia. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan pendekatan Teori Tes Klasik (Classical Test Theory/CTT) dengan data yang dianalisis menggunakan bahasa pemrograman Python pada platform Google Colaboratory terhadap sampel 57 siswa yang menempuh Paper 1 (24 butir) dan Paper 2 (25 butir) pada periode Oktober 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen memiliki koefisien reliabilitas Cronbach's Alpha yang sangat tinggi, yakni 0,8945 untuk Paper 1 dan 0,9056 untuk Paper 2. Dari aspek tingkat kesukaran, mayoritas soal (51%) berada pada kategori sedang, 31% kategori mudah, dan 18% kategori sukar, sementara analisis daya pembeda menunjukkan bahwa 87,23% butir soal (41 dari total 47 butir) berada dalam kategori baik hingga sangat baik ( ) dalam membedakan kemampuan siswa, meskipun ditemukan kesenjangan kompetensi spesifik pada materi Aljabar dan Geometri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Asesmen Cambridge Checkpoint merupakan instrumen evaluasi yang valid, reliabel, dan adil untuk diterapkan.</p> 2026-07-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Rusyda Maulida, Bani Bani, Muchlis Muchlis https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2516 Pemetaan Tren Riset Self-Directed Learning dalam Pendidikan Orang Dewasa: Analisis Bibliometrik 2026-05-31T05:27:33+07:00 Khaerunnisa Salsabila Welhilmina salsawelhilmina@email.ac.id Sabiyan Putra Ramdani sabiyanramdani@gmail.com Nurlaea Hamidah nurlaelahamidah@umbandung.ac.id <p>Meski studi <em>self-directed learning</em> (SDL) dalam pendidikan orang dewasa terus meningkat, literaturnya masih terfragmentasi dan belum terpetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan memetakan tren dan tema krusial SDL pada bidang tersebut melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis dan analisis bibliometrik. Menggunakan protokol PRISMA, data dikumpulkan pada 16 Desember 2025 dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Dari 145 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 30 artikel final yang memenuhi kriteria kelayakan untuk dianalisis. Pemetaan visual hubungan antarkata kunci dan dinamika tren diolah menggunakan perangkat lunak VOSviewer lewat teknik <em>co-occurrence</em>. Hasil analisis menunjukkan bahwa diskursus SDL masih berpusat pada domain kemandirian, regulasi diri, pembelajaran orang dewasa, dan pengembangan model instruksional. Visualisasi bibliometrik juga merekam lonjakan atensi terhadap urgensi SDL dalam ekosistem pembelajaran daring selama pandemi COVID-19 (periode 2020–2022). Selain itu, riset ini mengidentifikasi celah (<em>research gap</em>) potensial untuk studi masa depan, seperti penerapan SDL pada jalur nonformal, integrasi teknologi edukasi, dan kajian lintas budaya yang saat ini masih minim. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai arah perkembangan riset SDL sekaligus menjadi fondasi bagi studi selanjutnya.</p> 2026-06-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Khaerunnisa Salsabila Welhilmina, Sabiyan Putra Ramdani, Nurlaea Hamidah https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2616 Pengaruh Kecerdasan Emosi Dengan Media Social Escapism pada Generasi Z 2026-06-26T21:28:04+07:00 Pavel Ben Gurion Dien pavel.705230272@stu.untar.ac.id Andrew Verian andrew.705230177@stu.untar.ac.id Ali Muhaimin Siregar ali.705230271@stu.untar.ac.id Untung Subroto untungs@fpsi.untar.ac.id <p>Perkembangan teknologi digital telah menjadikan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan Generasi Z. Selain digunakan untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, media sosial juga sering dimanfaatkan sebagai sarana pelarian dari tekanan psikologis atau <em>social media escapism</em>. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi kecenderungan tersebut adalah kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosi terhadap <em>social media escapism</em> pada Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental dan melibatkan 184 partisipan Generasi Z. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kecerdasan emosi dan skala <em>social media escapism</em> yang telah memenuhi kriteria reliabilitas yang baik. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap <em>social media escapism</em> (β = -0,754; p &lt; 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,569) menunjukkan bahwa kecerdasan emosi mampu menjelaskan 56,9% variasi <em>social media escapism</em>. Temuan ini menunjukkan bahwa individu dengan kecerdasan emosi yang lebih tinggi cenderung lebih mampu mengelola emosi dan menghadapi tekanan secara adaptif sehingga tidak bergantung pada media sosial sebagai sarana pelarian.</p> 2026-07-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Pavel Ben Gurion Dien, Andrew Verian, Ali Muhaimin Siregar, Untung Subroto https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2641 Pengembangan LMS dengan Integrasi GitHub Classroom Berbasis PjBL untuk Meningkatkan kompetensi Siswa pada Elemen Pemrograman Website 2026-07-07T12:48:59+07:00 Lia Dwi Rusanti liadwi.22010@mhs.unesa.ac.id Ersha Aisyah Elfaiz ershaelfaiz@unesa.ac.id Elvira Wardah elvirawardah@unesa.ac.id Riza Akhsani Setyo Prayoga rizaprayoga@unesa.ac.id <p>Praktik pemrograman pada Elemen Pemrograman Website telah dilakukan melalui pemberian tugas. Namun, proses pengerjaan kode siswa belum terdokumentasi secara sistematis, umpan balik yang diberikan guru masih terbatas, serta guru mengalami kesulitan dalam memantau perkembangan pengerjaan proyek siswa. Kondisi tersebut berdampak pada pencapaian kompetensi siswa pada Elemen Pemrograman Website. Penelitian ini memiliki tujuan mengembangkan LMS dengan integrasi GitHub Classroom berbasis PjBL dan menganalisis peningkatan kompetensi Elemen Pemrograman Website menggunakan LMS dengan integrasi GitHub Classroom berbasis PjBL. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi GitHub Classroom dengan LMS sebagai sarana dokumentasi pengerjaan proyek, pemantauan progres, dan pemberian umpan balik terhadap kode program siswa. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah <em>Research and Development</em> (R&amp;D) dengan mengadopsi model pengembangan ADDIE yang mencakup tahap <em>Analysis</em>, <em>Design</em>, <em>Development</em>, <em>Implementation</em>, dan <em>Evaluation</em>. Implementasi produk dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan desain <em>One Group Pretest-Posttest Design</em> yang melibatkan 36 siswa kelas XI RPL 2 SMKN 1 Kertosono sebagai sampel penelitian. Hasil validasi menunjukkan bahwa LMS yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid sehingga layak digunakan dalam pembelajaran. Data <em>pretest-posttest</em> siswa dianalisis melalui uji hipotesis dan uji N-Gain dengan uji prasyarat analisis berupa uji normalitas. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan pada ranah kognitif memperoleh nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05 dengan nilai N-Gain sebesar 0,579 kategori sedang dan keterampilan unjuk kerja didapatkan nilai signifikansinya 0,001 &lt; 0,05 dengan nilai N-Gain sebesar 0,378 kategori sedang. Simpulan dari penelitian ini mengindikasikan adanya peningkatan kompetensi elemen pemrograman website siswa setelah penerapan LMS dengan integrasi GitHub Classroom berbasis PjBL.</p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Lia Dwi Rusanti, Ersha Aisyah Elfaiz, Elvira Wardah, Riza Akhsani Setyo Prayoga https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2585 Pengembangan Video Pembelajaran Berpendekatan Experiential Learning pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Menggunakan Model ADDIE untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar 2026-06-20T14:10:10+07:00 Okti Nia Ramdani oktinia01@gmail.com Desak Putu Parmiti a@gmail.com I Nyoman Jampel s@gmail.com <p>Rendahnya hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar dipengaruhi oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik, pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah, serta belum optimalnya keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran berpendekatan Experiential Learning pada materi sistem pencernaan manusia untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 3 Kampung Anyar. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas satu ahli isi pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, satu guru kelas VI sebagai praktisi pembelajaran, tiga siswa pada uji perorangan, sembilan siswa pada uji kelompok kecil, dan tiga belas siswa kelas V pada uji efektivitas. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan memperoleh persentase validitas sebesar 92,00% dari ahli isi pembelajaran, 94,67% dari ahli desain pembelajaran, dan 97,00% dari ahli media pembelajaran dengan kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan memperoleh persentase sebesar 97,33% dari guru, 92,33% pada uji perorangan, dan 91,00% pada uji kelompok kecil dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan rata-rata nilai pre-test siswa sebesar 56,54 meningkat menjadi 63,85 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,17 yang termasuk kategori rendah. Meskipun demikian, hasil paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p &lt; 0,05), sehingga terdapat peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan setelah menggunakan video pembelajaran. Dengan demikian, video pembelajaran berpendekatan Experiential Learning yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif serta dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, konkret, dan bermakna dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.</p> 2026-07-16T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Okti Nia Ramdani, Desak Putu Parmiti, I Nyoman Jampel https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2583 Pengembangan Multimedia Interaktif Berpendekatan Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bangun Datar Siswa SD Kelas 5 2026-06-21T06:54:42+07:00 Komang Damar Danuartha damardanuartha0@gmail.com I Made Tegeh im-tegeh@undiksha.ac.id Alexander Hamonangan Simamora alexander.simamora@undiksha.ac.id <p>Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika serta keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang inovatif menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan media pembelajaran yang mampu memfasilitasi pembelajaran aktif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif berpendekatan Problem-Based Learning (PBL) pada materi bangun datar untuk siswa kelas V sekolah dasar serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri atas tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian meliputi ahli isi pembelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, guru, dan siswa kelas V SD Negeri 2 Bungkulan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan memperoleh persentase validitas sebesar 96% dari ahli isi, 95% dari ahli desain pembelajaran, dan 97% dari ahli media dengan kategori sangat baik. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase 95% dari guru serta rata-rata persentase 91% pada uji coba siswa dengan kategori sangat praktis. Selain itu, hasil analisis efektivitas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa multimedia interaktif berpendekatan PBL dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang mendukung pembelajaran matematika yang lebih interaktif, kontekstual, dan berorientasi pada pemecahan masalah.</p> 2026-07-09T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Komang Damar Danuartha, I Made Tegeh, Alexander Hamonangan Simamora https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2651 Hubungan Status Gizi Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Desa Srigonco 2026-07-19T11:59:11+07:00 Nofi Liya Dwi Ardita arsyadaydan1@gmail.com Anik Purwati anikasyda@itsk-soepraoen.ac.id <p>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi prioritas kesehatan masyarakat di Indonesia. Status gizi ibu selama kehamilan diduga berhubungan dengan kejadian stunting pada anak, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan keduanya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita usia 12–24 bulan di Desa Srigonco. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian berjumlah 31 ibu yang memiliki balita usia 12–24 bulan, dengan teknik <em>total sampling</em>. Data status gizi ibu diperoleh dari buku kohort ibu berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan data kejadian stunting diperoleh dari buku kohort balita berdasarkan indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki status gizi normal (61,3%), sedangkan prevalensi stunting pada balita sebesar 38,7%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita usia 12–24 bulan (χ² = …; <em>p</em> = …). Balita yang berasal dari ibu dengan status gizi tidak normal memiliki proporsi stunting lebih tinggi dibandingkan balita dari ibu dengan status gizi normal. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita usia 12–24 bulan di Desa Srigonco.</p> 2026-08-07T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Nofi Liya Dwi Ardita, Anik Purwati https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2511 Efektivitas Aromaterapi Lavender terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Lansia di PSTW Ina Kaka Provinsi Maluku 2026-07-09T14:58:39+07:00 Fany Sabban alsabbanaiman@gmail.com Ratna Sari Rumakey a@gmail.com <p>Lanjut usia merupakan tahap,perkembangan manusia yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis, Perubahan ini seringkali memicu masalah kesehatan mental,yakni kecemasan . Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang sering dialami oleh lansia akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial selama proses penuaan. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup serta gangguan dalam aktivitas sehari-hari. Penanganan kecemasan pada lansia dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satu terapi komplementer yang semakin populer dan efektif untuk mengurangi kecemasan pada lansia adalah aromaterapi lavender, penggunaan aromaterapi lavender diketahui memiliki efek relaksasi melalui kandungan <em>linalool dan linalyl asetat </em>yang diketahui memiliki kandungan efek anti anxiolitik . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kecemasan pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Ina Kaka Provinsi Maluku. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 31 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi menggunakan instrumen kuesioner kecemasan. Intervensi yang diberikan berupa aromaterapi lavender melalui metode inhalasi. Analisis data dilakukan secara statistik untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada lansia setelah diberikan aromaterapi lavender. Secara statistik, terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi (p &lt; 0,05). Aromaterapi lavender bekerja melalui stimulasi sistem limbik yang berperan dalam regulasi emosi sehingga menghasilkan efek relaksasi.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia dan dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis.</p> 2026-07-27T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Fany Sabban, Ratna Sari Rumakey https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2606 Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Keharmonisan Keluarga dengan Siblings Rivalry pada Remaja di MTS Darul Ulum Sidoarjo 2026-06-23T21:06:50+07:00 Dini Mei Widayanti dinimei@stikeshangtuah-sby.ac.id Yoga Kertapati a@gmail.com Melina Agustini a@gmail.com <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena <em>sibling rivalry</em> yang merupakan persaingan antar saudara kandung yang dapat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dan keharmonisan keluarga, serta berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis dan hubungan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola asuh orang tua dan keharmonisan keluarga dengan <em>sibling rivalry</em> pada remaja di MTs Darul Ulum Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>, dengan sampel 72 remaja yang memiliki saudara kandung, dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> dan <em>proportionate stratified random sampling</em>. Instrumen yang digunakan yaitu <em>Parenting Styles and Dimensions Questionnaire</em> (PSDQ), <em>Family Harmony Scale (Fauziah et al., 2021)</em> (FHS-24), dan <em>Sibling Rivalry Scale</em>, dengan analisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh <em>authoritarian</em> (56,9%), responden berasal dari keluarga kurang harmonis (59,7%), dan 58,3% mengalami <em>sibling rivalry</em>. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua (p=0,000) dan keharmonisan keluarga (p=0,000) dengan <em>sibling rivalry</em> pada remaja. Pola asuh otoriter dan kondisi keluarga yang kurang harmonis meningkatkan risiko terjadinya <em>sibling rivalry</em>, sehingga diperlukan penerapan pola asuh yang tepat dan lingkungan keluarga yang harmonis untuk mendukung perkembangan psikososial remaja.</p> 2026-07-16T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Dini Mei Widayanti, Yoga Kertapati, Melina Agustini https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2629 Studi Deskriptif Pengetahuan Ibu Menyusui tentang Mastitis di Wilayah Kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkulu 2026-07-19T09:24:07+07:00 Karina Putri Maharani karinaputrimaharani078@gmail.com Sardaniah Sardaniah sardaniah@unib.ac.id Titin Aprilatutini taprilatutini@unib.ac.id <p>Mastitis meirupakan salah satu masalah yang seiring dialami oleih ibu meinyusui dan dapat meimeingaruhi keibeirhasilan dalam peimbeirian ASI, seihingga peingeitahuan ibu teintang mastitis meinjadi peinting dalam upaya peinceigahan dan peinanganan dini. Peineilitian ini beirtujuan untuk meingeitahui “Gambaran Peingeitahuan Ibu Meinyusui Teintang Mastitis Di Wilayah Keirja Puskeismas Kandang Kota Beingkulu”. Peineilitian ini meinggunakan meitodei deiskriptif kuantitatif deingan jumlah sampeil seibanyak 71 ibu meinyusui yang diambil meinggunakan teiknik <em>accideintal sampling. </em>Peingumpulan data dilakukan meinggunakan kueisioneir, keimudian tingkat peingeitahuan dikateigorikan meinjadi baik, cukup, dan kurang beirdasarkan skor yang dipeiroleih reispondein seisuai kateigori yang teilah diteitapkan pada instrumein peineilitian. Hasil peineilitian meinunjukan bahwa mayoritas reispondein beirada pada usia 20-35 tahun (83,1%), seibagian beisar meirupakan ibu multipara (52,1%), ibu tidak beikeirja (76,1%), dan ibu yang meimiliki peindidikan SMA (46,5%) dan peirguruan tinggi (38,0%), seirta seibagian beisar reispondein yang tidak peirnah meingalami mastitis (57,7%). Tingkat peingeitahuan ibu meinyusui teintang mastitis seibagian beisar dalam kateigori baik (76,1%), diikuti kateigori cukup (12,7%) dan kateigori kurang (11,2%). Disimpulkan bahwa mayoritas ibu meinyusui meimiliki peingeitahuan yang baik teintang mastitis, namun masih teirdapat seibagian keicil yang meimiliki peingeitahuan cukup dan kurang, seihingga dipeirlukan peiningkatan eidukasi dan peinyuluhan keiseihatan seicara beirkeilanjutan untuk meiningkatkan peingeitahuan ibu meinyusui teintang peinceigahan dan peinanganan mastitis.</p> 2026-08-06T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Karina Putri Maharani, Sardaniah Sardaniah, Titin Aprilatutini https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2706 Effects of Storage Temperature and Duration on the Hematological Characteristics of Allogeneic Leukocyte-Poor Platelet-Rich Plasma 2026-08-08T03:59:42+07:00 Salma Nadiyah salma.nadiyah@uin-suka.ac.id Resti Ariani restiazain@gmail.com Awal Prasetyo awalpras@fk.undip.ac.id <p><em>Allogeneic PRP (Al-PRP) was platelet concentrate from voluntary donors as therapy. The composition within a PRP preparation other than platelets (PLT) may also include white blood cell (WBC) and red blood cells. The biochemical parameters as inflammatory markers such as platetet to white blood cell ratio (PWR) indices in a variety of medical conditions. Aims to investigate the effects of different storage temperatures and storage durations on the hematological characteristics of Al-LP-PRP. Methods: This pilot study used 3 different donors as source of allogenic PRP (a, b and c) with informed consent. The samples were three aliquots and stored at 22°C (room temperature), 4<sup>o</sup>C (refrigerator), and -20<sup>o</sup>C (deep freezer). The samples were observation by time analysis (1 day, 3 days, and 7 days). After storage, the parameters were assessed using Hematology Analyzer XP-100. PWR was defined as PLT divided by WBC. Result: The age of male donors were 34.67 ± 2.1 (mean ± SD). Platelet and WBC level were significant difference at storage conditions, whereas red blood cell levels did not differ significantly. WBC level had negative correlation to platelet to white blood cell ratio. Conclusion: Room-temperature storage was the most effective condition for preserving the hematological characteristics of allogeneic leukocyte-poor platelet-rich plasma (Al-LP-PRP). The findings of this pilot study provide preliminary evidence supporting the development of standardized storage protocols for future regenerative medicine applications, however, further validation in studies involving a larger sample size is needed.</em></p> 2026-08-11T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Salma Nadiyah, Resti Ariani, Awal Prasetyo https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2556 Studi In-Silico Senyawa Sesquiterpen Famili Zingiberaceae Sebagai Kandidat Antikanker Serviks Dengan Target Protein Vaccinia H-1 Related Phosphatase (VHR) 2026-06-20T13:49:10+07:00 Naila Arum Rifkiana nailaarumrifkiana@uinsatu.ac.id Isvina Unai Zahroya isvina.zahroya@uin-suka.ac.id Ambarwati Ambarwati ambarwati@uinsa.ac.id <p>Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Kanker ini disebabkan oleh infeksi <em>Human Papilomavirus</em> (HPV) yang menyebabkan proliferasi sel tidak terkendali pada daerah serviks. Penggunaan obat-obatan sintetik secara terus menerus dapat menyebabkan efek samping toksik, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbasis senyawa alam. Famili <em>Zingiberaceae</em> diketahui memiliki kandungan senyawa sesquiterpen yang memiliki bioaktivitas sebagai antikanker. Protein <em>Vaccinia H-1 Related Phosp</em><em>h</em><em>atase</em> (VHR) berperan dalam proliferasi sel kanker sehingga penghambatannya dapat mengurangi pertumbuhan sel kanker serviks dan dipilih sebagai target <em>molecular docking</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi lima senyawa sesquiterpen (curcumenol, zerumbone, humulene, germacrene B, α-copaene) sebagai kandidat antikanker serviks melalui metode <em>molecular docking</em> menggunakan AutoDock Vina dengan topotecan sebagai kontrol positif. <em>Molecular docking</em> dengan parameter <em>binding affinity</em>, struktur protein dimodelkan menggunakan Swiss-Model dan visualisasi dilakukan menggunakan <em>Discovery Studio</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curcumenol memiliki <em>binding affinity</em> paling rendah di antara senyawa sesquiterpen (-4,9 kkal/mol), diikuti zerumbone (-4,5 kkal/mol), dengan selisih hanya 0,5 kkal/mol dari topotecan (-5,4 kkal/mol). Seluruh senyawa sesquiterpen memiliki prediksi <em>Human Intestinal Absorption</em> (HIA) yang lebih tinggi (97,13–100%) dibandingkan topotecan (95,34%). Berdasarkan <em>binding affinity</em> dan HIA, curcumenol dan zerumbone berpotensi sebagai kandidat antikanker serviks pada tahap <em>in silico</em>. Penelitian ini menunjukkan pendekatan <em>molecular docking</em> dapat digunakan sebagai tahap awal penemuan kandidat antikanker sebelum dilakukan validasi lebih lanjut.</p> 2026-07-09T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Naila Arum Rifkiana, Isvina Unai Zahroya, Ambarwati Ambarwati https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2721 Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Risiko Jatuh Berdasarkan Timed Up and Go Test dan Berg Balance Scale pada Lansia di LKSLU Mursyidul Falaah Kabupaten Kuningan 2026-08-11T15:42:17+07:00 Andi Yuliana Kamaluddin andi.yuliana120@gmail.com Irfan Fadillah Ramadhan irfanfadillahramadhan@umkuningan.ac.id Fildzah Maharani Oddang fildzahoddang96@gmail.com <p>Penuaan menyebabkan penurunan komposisi tubuh, kekuatan otot, dan kontrol postural yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko jatuh pada lansia. Indeks Massa Tubuh (IMT) sering dikaitkan dengan gangguan mobilitas dan keseimbangan, namun bukti mengenai kekuatan hubungannya masih beragam. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara IMT dengan risiko jatuh pada lansia berdasarkan Timed Up and Go Test (TUG) dan Berg Balance Scale (BBS). Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 30 lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) diukur berat badan, tinggi badan, IMT, waktu TUG, dan skor BBS. Responden dipilih menggunakan teknik total sampling terhadap lansia yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia ≥60 tahun, mampu berjalan mandiri tanpa alat bantu, dan bersedia mengikuti seluruh prosedur pengukuran; lansia dengan gangguan kognitif berat atau kondisi medis akut yang membatasi mobilitas dieksklusi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rerata IMT 24,98 ± 6,01 kg/m², TUG 12,95 ± 4,01 detik, dan BBS 51,13 ± 7,42. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan IMT dengan TUG sangat lemah dan tidak signifikan (rho=0,035; p=0,854), sedangkan hubungan IMT dengan BBS menunjukkan arah korelasi negatif namun tidak mencapai signifikansi statistik (rho=-0,335; p=0,071). Disimpulkan bahwa pada sampel ini IMT tidak berhubungan signifikan secara statistik dengan risiko jatuh berdasarkan TUG maupun BBS. Terdapat korelasi negatif lemah antara IMT dan BBS (rho=-0,335), namun secara statistik tidak signifikan (p=0,071; α=0,05), sehingga belum dapat disimpulkan adanya hubungan bermakna antara kedua variabel tersebut.. Faktor lain seperti kekuatan otot, usia, dan penyakit penyerta diduga turut berkontribusi terhadap keseimbangan dan mobilitas fungsional lansia, namun ketiganya tidak dianalisis sebagai variabel dalam penelitian ini sehingga memerlukan kajian lebih lanjut.</p> 2026-08-14T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Andi Yuliana Kamaluddin, Irfan Fadillah Ramadhan, Fildzah Maharani Oddang https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2597 Kombinasi Posisi Semi-Fowler dan Pursed Lip Breathing untuk Memperbaiki Status Pernapasan pada Pasien ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) dengan Pola Napas Tidak Efektif: Studi Kasus 2026-06-22T12:30:27+07:00 Muhammad Fahrul Farizqi fahrulfarizqi2301@gmail.com Indah Dwi Pratiwi pratiwi_indah@umm.ac.id <p class="Abstrak"><em><span lang="IN">ST-Elevation Myocardial Infarction</span></em><span lang="IN"> (STEMI) merupakan kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular akibat oklusi total arteri koroner yang dapat menyebabkan gangguan perfusi miokard dan status pernapasan. Penurunan fungsi ventrikel kiri pada pasien STEMI dapat memicu kongesti paru sehingga menimbulkan sesak napas dan pola napas tidak efektif. Posisi <em>Semi-Fowler </em>dan <em>Pursed Lip Breathing</em> merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat meningkatkan ventilasi dan oksigenasi. <strong><span style="font-weight: normal;">Tujuan:</span></strong> Mendeskripsikan penerapan kombinasi posisi <em>Semi-Fowler </em>dan <em>Pursed Lip Breathing</em> untuk memperbaiki status pernapasan pada pasien STEMI dengan pola napas tidak efektif. <strong><span style="font-weight: normal;">Metode:</span></strong> Penelitian menggunakan desain <strong><span style="font-weight: normal;">studi kasus deskriptif pada dua pasien</span></strong> STEMI dengan diagnosis keperawatan pola napas tidak efektif. Intervensi diberikan selama 10–15 menit, dua kali sehari selama tiga hari. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran saturasi oksigen (SpO₂) dan frekuensi pernapasan (<em>respiratory rate</em>/RR) sebelum dan sesudah intervensi. <strong><span style="font-weight: normal;">Hasil:</span></strong> Selama tiga hari observasi, <strong><span style="font-weight: normal;">kedua pasien</span> </strong><strong><span style="font-weight: normal;">menunjukkan kecenderungan perbaikan status pernapasan</span></strong><strong>,</strong> yang ditandai dengan peningkatan saturasi oksigen dari 96% menjadi 98% serta penurunan frekuensi pernapasan dari 20–24 kali per menit menjadi 16–20 kali per menit setelah intervensi. <strong><span style="font-weight: normal;">Kesimpulan:</span></strong> Pada <strong><span style="font-weight: normal;">dua pasien dalam studi kasus ini</span></strong>, kombinasi posisi <em>Semi-Fowler </em>dan <em>Pursed Lip Breathing</em> menunjukkan potensi memperbaiki status pernapasan melalui peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi pernapasan. Temuan ini masih terbatas pada studi kasus, namun kombinasi intervensi tersebut <strong><span style="font-weight: normal;">berpotensi menjadi alternatif tindakan keperawatan nonfarmakologis</span></strong> dalam membantu penatalaksanaan pasien STEMI dengan pola napas tidak efektif.</span></p> 2026-07-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Fahrul Farizqi, Indah Dwi Pratiwi https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2650 Penentuan Formula Optimum Body Scrub Berbasis Serbuk Habbatussauda (Nigella sativa L.): Karakterisasi Fisik dan Uji Antioksidan 2026-07-20T14:01:38+07:00 Arman Suryani arman.s@unissula.ac.id Hilmalia Indriyani hilmalia92@gmail.com Risnainda Ramadhaningtias rramadhaningtias@gmail.com Indah Rahmawati indahh7807@gmail.com Ina Liana liayhot@gmail.com Icha Vanska Amalia ichavanska0@gmail.com Iga Putris Ayuning Tyas igaputris.a@gmail.com Iche Rahma Saputri icherahma4@gmail.com <p><em>Body scrub</em> merupakan sediaan kosmetik untuk membantu eksfoliasi kulit melalui pengangkatan sel-sel kulit mati sehingga menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Habbatussauda (<em>Nigella sativa</em> L.) merupakan tanaman herbal kaya senyawa bioaktif seperti thymoquinone, flavonoid, senyawa fenolik, vitamin, mineral, dan asam lemak esensial yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan mengembangkan <em>body scrub</em> berbahan serbuk habbatussauda, mengevaluasi karakteristik fisiknya, serta mengkaji aktivitas antioksidan secara eksperimental menggunakan empat formula, yaitu F0 sebagai kontrol tanpa serbuk habbatussauda, F1 berkonsentrasi 5%, F2 sebesar 10%, dan F3 sebesar 15%. Parameter evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, serta aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dengan vitamin C sebagai kontrol positif untuk menentukan potensi antioksidan setiap formula yang dihasilkan secara optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan yang homogen dengan nilai pH berkisar antara 5-6 sehingga sesuai dengan pH fisiologis kulit. Peningkatan konsentrasi serbuk Habbatussauda menyebabkan warna sediaan semakin pekat, konsistensi meningkat, dan daya sebar cenderung menurun. Formula 1 dan Formula 2 memenuhi persyaratan daya sebar, sedangkan Formula 3 memiliki daya sebar di bawah standar. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ Formula 1, Formula 2, dan Formula 3 berturut-turut sebesar 5,39 ppm, 4,97 ppm, dan 4,45 ppm, yang termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Meskipun Formula 3 memiliki aktivitas antioksidan tertinggi, Formula 2 ditetapkan sebagai formula optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara karakterisasi fisik yang memenuhi persyaratan dan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa <em>body scrub</em> berbasis serbuk Habbatussauda berpotensi dikembangkan sebagai sediaan eksfoliasi alami yang juga memberikan manfaat antioksidan.</p> 2026-08-14T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Arman Suryani, Hilmalia Indriyani, Risnainda Ramadhaningtias , Indah Rahmawati , Ina Liana, Icha Vanska Amalia , Iga Putris Ayuning Tyas , Iche Rahma Saputri https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2575 Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Aritmia Jantung pada Lansia: Studi Cross-Sectional di Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia 2026-06-20T14:08:47+07:00 Alfajri Nugraha 030002200013@std.trisakti.ac.id Nany Hairunisa nanyhairunisa@trisakti.ac.id <p>Aritmia jantung merupakan gangguan irama jantung yang sering terjadi pada lansia dan berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas serta mortalitas kardiovaskular. Selain proses penuaan, Indeks Massa Tubuh (IMT) diduga berperan dalam terjadinya aritmia melalui mekanisme inflamasi, remodeling atrium, dan perubahan elektrofisiologi jantung. Namun, hasil penelitian mengenai hubungan IMT dengan kejadian aritmia masih menunjukkan inkonsistensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan kejadian aritmia jantung pada lansia di RSU UKI Jakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> menggunakan data sekunder rekam medis pasien periode Januari 2022–November 2025. Sebanyak 84 subjek dipilih dengan teknik <em>purposive sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. IMT diklasifikasikan berdasarkan kriteria Asia-Pasifik, sedangkan aritmia ditentukan berdasarkan hasil elektrokardiografi. Analisis dilakukan menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan tingkat kemaknaan p&lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar subjek berusia 60–69 tahun (52,4%), berjenis kelamin perempuan (56%), dan memiliki IMT normal (27,4%). Kejadian aritmia ditemukan pada 29 subjek (34,5%). Analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dan kejadian aritmia jantung pada lansia (p=0,802). Disimpulkan bahwa IMT tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian aritmia pada lansia. Penilaian risiko aritmia pada lansia perlu mempertimbangkan faktor klinis lain di samping IMT.</p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Alfajri Nugraha, Nany Hairunisa https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2537 Efektivitas Therapeutic Patient Education Berbasis Augmented Reality terhadap Kualitas Hidup dan Self-Management pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 2026-06-08T09:47:59+07:00 Novita Fajriyah novitafajriyah22@gmail.com Rina Budi Kristiani novitafajriyah22@gmail.com Iswati Iswati novitafajriyah22@gmail.com Sosilo Yobel novitafajriyah22@gmail.com <p>Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan kemampuan <em>self-management</em> yang baik untuk mengendalikan penyakit dan mencegah komplikasi. Namun, efektivitas edukasi kesehatan konvensional masih terbatas sehingga diperlukan inovasi media edukasi yang lebih interaktif. Salah satu inovasi media edukasi interaktif yang dapat digunakan adalah <em>Augmented Reality</em>. Menganalisis efektivitas <em>Therapeutic Patient Education</em> berbasis <em>Augmented Reality</em> terhadap <em>self-management</em> dan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan <em>pretest-posttest control group design</em>. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang terdiri dari 50 responden kelompok intervensi dan 50 responden kelompok kontrol yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Kelompok intervensi mendapatkan <em>Therapeutic Patient Education</em> berbasis <em>Augmented Reality</em> selama tiga bulan, sedangkan kelompok kontrol memperoleh edukasi standar. Instrumen penelitian menggunakan <em>Diabetes Self-Management Questionnaire</em> (DSMQ) dan <em>World Health Organization Quality of Life-BREF</em> (WHOQOL-BREF). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor <em>self-management</em> pada kelompok intervensi dari 5,12±0,81 menjadi 7,84±0,67 (p=0,001) dan peningkatan skor kualitas hidup dari 58,42±6,21 menjadi 74,63±5,18 (p=0,001). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada variabel <em>self-management</em> dan kualitas hidup setelah intervensi (p&lt;0,05). <em>Therapeutic Patient Education</em> berbasis <em>Augmented Reality</em> efektif meningkatkan <em>self-management</em> dan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Intervensi ini berpotensi menjadi inovasi edukasi kesehatan yang mendukung pengelolaan diabetes secara mandiri dan berkelanjutan.</p> 2026-07-16T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Novita Fajriyah, Rina Budi Kristiani, Iswati Iswati, Sosilo Yobel https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2587 Efek Neuroprotektif Epigallocatechin-3-Gallate pada Model Hewan Penyakit Alzheimer: Tinjauan Literatur 2026-06-21T06:58:36+07:00 Dwinda Putri Dewanti dwinda.putri.dewanti-2022@fkm.unair.ac.id <p>Penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif progresif yang ditandai oleh akumulasi β-amiloid, hiperfosforilasi protein tau, stres oksidatif, dan neuroinflamasi yang berujung pada penurunan fungsi kognitif. Hingga saat ini, terapi yang tersedia masih terbatas pada perbaikan gejala dan belum mampu menghentikan progresivitas penyakit secara signifikan. Epigallocatechin-3-gallate (EGCG), polifenol utama dalam teh hijau, diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi memberikan efek neuroprotektif pada penyakit Alzheimer. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan menganalisis bukti ilmiah mengenai efektivitas serta mekanisme neuroprotektif EGCG pada model hewan penyakit Alzheimer. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel pada basis data PubMed dan ScienceDirect menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik penelitian. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed dan ScienceDirect menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan EGCG, penyakit Alzheimer, neuroproteksi, dan model hewan. Sebanyak tujuh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif dan disintesis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa EGCG secara konsisten memperbaiki fungsi belajar dan memori pada berbagai model hewan penyakit Alzheimer. Efek neuroprotektif tersebut dimediasi melalui penghambatan pembentukan dan akumulasi β-amiloid, penurunan hiperfosforilasi protein tau, pengurangan stres oksidatif dan neuroinflamasi, serta peningkatan integritas sinaptik dan ekspresi faktor neurotropik. Dengan demikian, EGCG berpotensi menjadi kandidat agen neuroprotektif multitarget pada penyakit Alzheimer, meskipun penelitian translasional dan uji klinis lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya pada manusia.</p> 2026-07-31T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Dwinda Putri Dewanti https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2608 Analisis Hubungan Dimensi Produk dan Harga dalam Bauran Pemasaran Jasa terhadap Minat Preferensial Ibu Hamil dalam Memilih Layanan Persalinan di RS X 2026-07-15T11:39:41+07:00 Anissa Widya Yuliastuti anissawidya07@gmail.com Hermanto Wijaya hermanto@adihusada.ac.id Yura Witsqa Firmansyah yurawf14@gmail.com <p>Pemanfaatan layanan persalinan di RS X belum optimal, yang ditunjukkan oleh <em>Bed Occupancy Rate</em> (BOR) kamar bersalin yang hanya mencapai 10% pada tahun 2023, menurun menjadi 3% pada tahun 2024, dan meningkat menjadi 4% pada tahun 2025. Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi minat preferensial ibu hamil dalam memilih layanan persalinan di RS X. Dalam bauran pemasaran jasa (<em>service marketing mix</em>), dimensi <em>produk (</em><em>product</em><em>)</em> dan <em>harga (</em><em>price</em><em>)</em> merupakan komponen yang berperan dalam membentuk minat pasien terhadap suatu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>produk </em>dan <em>harga</em> dengan minat preferensial ibu hamil dalam memilih layanan persalinan di RS X. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil yang dipilih dari populasi kunjungan rawat jalan kebidanan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan indikator produk, harga, dan minat preferensial dengan skala Likert empat tingkat dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta korelasi <em>Spearman Rank</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap dimensi <em>produk</em> dan <em>harga</em> berada pada kategori baik. Sebagian besar responden (73,3%) juga memiliki tingkat minat preferensial yang tinggi terhadap layanan persalinan di RS X. Analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa dimensi produk layanan (p=0,036; r=0,383) dan harga layanan (p=0,041; r=0,375) memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan korelasi rendah terhadap minat preferensial ibu hamil. Temuan ini dapat menjadi dasar pertimbangan bagi rumah sakit dalam mengembangkan strategi pemasaran layanan persalinan, khususnya pada aspek produk layanan dan harga.</p> 2026-07-27T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Anissa Widya Yuliastuti, Hermanto Wijaya, Yura Witsqa Firmansyah https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2672 Analisis Diagnosis Okupasi Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada petugas operator inventory PT. X 2026-07-19T08:13:59+07:00 Velycia Hendrilie velyciahendrilie@gmail.com Farnaz Keisya Tanvie Witardi farnazkeisya3@gmail.com Nashita Amira Zaina nashita.amz@gmail.com Annisaa Aziza annisaa_aziza@yahoo.com Nany Hairunisa nanyhairunisa@trisakti.ac.id <p class="p1" style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt;">Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan neuropati kompresi akibat penekanan nervus medianus pada terowongan karpal dan dapat berkaitan dengan pajanan ergonomi di tempat kerja. Operator inventory memiliki risiko mengalami CTS karena aktivitas tangan repetitif, postur pergelangan tangan yang tidak netral, dan durasi kerja yang panjang. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara pajanan ergonomi di tempat kerja dengan kejadian CTS melalui pendekatan diagnosis okupasi pada satu kasus operator inventory. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap satu kasus dengan pendekatan tujuh langkah diagnosis penyakit akibat kerja berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, identifikasi pajanan kerja, evaluasi faktor risiko, eksklusi penyebab non-okupasi, dan penentuan hubungan sebab akibat. Hasil analisis menunjukkan adanya aktivitas mengetik berulang dalam durasi lama, posisi pergelangan tangan tidak netral, serta kurangnya waktu istirahat sebagai faktor risiko CTS pada kasus ini. Penetapan hubungan kerja dilakukan melalui tujuh langkah diagnosis penyakit akibat kerja, sehingga pasien memenuhi kriteria diagnosis CTS sebagai penyakit akibat kerja berdasarkan analisis diagnosis okupasi. Penatalaksanaan meliputi terapi farmakologis, penggunaan wrist splint, modifikasi ergonomi, microbreak, latihan peregangan, dan edukasi ergonomi. Berdasarkan hasil identifikasi pajanan ergonomi pada operator inventory, rekomendasi pengendalian disusun sesuai hierarki pengendalian risiko untuk mengurangi pajanan ergonomi dan mencegah perburukan CTS pada pekerja.</span></p> 2026-08-06T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Velycia Hendrilie, Farnaz Keisya Tanvie Witardi , Nashita Amira Zaina, Annisaa Aziza, Nany Hairunisa https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2633 Gambaran Minat Beli Konsumen terhadap Obat Bebas Berlabel Halal di Apotek Sidowaras I Ambarawa 2026-07-19T09:27:13+07:00 Neisa Egata neisaegata04@gmail.com Arifin Santoso a@a.com Anatria Kholiyah a@a.com <p>Obat bebas mudah diperoleh dan sering dipilih langsung oleh konsumen, sehingga informasi pada kemasan dapat mempengaruhi pertimbangan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan minat beli konsumen terhadap obat bebas berlabel halal di Apotek Sidowaras I Ambarawa. Penelitian menggunakan rancangan observasional deskriptif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel berjumlah 100 konsumen yang dipilih melalui teknik <em>incidental sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri atas 10 butir pertanyaan yang mencakup indikator pengetahuan terhadap label halal dan keputusan pembelian, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil responden didominasi perempuan (77,0%), kelompok usia 36–45 tahun (31,0%), dan pendidikan terakhir SMA (56,0%). Sebanyak 91,0% responden menyatakan bahwa produk berlabel halal menjadi pilihan utama, 97,0% ingin beralih menggunakan obat yang sudah berlabel halal dan seluruh responden mengenali label halal sebagai penanda kehalalan obat. Pada aspek keputusan pembelian yaitu 97,0% responden menolak membeli obat tanpa label halal hanya demi kesembuhan, 98,0% tidak menjadikan harga murah sebagai alasan untuk mengabaikan kehalalan, 94,0% mempertimbangkan obat halal dan seluruh responden yakin terhadap keputusan membeli obat berlabel halal. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen memiliki kecenderungan memilih obat bebas berlabel halal sebagai salah satu pertimbangan utama dalam keputusan pembelian, sehingga dapat disimpulkan bahwa minat beli konsumen terhadap obat bebas berlabel halal di Apotek Sidowaras I Ambarawa tergolong tinggi.</p> 2026-08-07T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Neisa Egata, Arifin Santoso, Anatria Kholiyah https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2707 Intervensi Nutraceutical Berbasis Bahan Alam untuk Depresi dan Kecemasan: Sebuah Systematic Literature Review 2026-08-08T03:43:18+07:00 Isvina Unai Zahroya isvina.zahroya@uin-suka.ac.id Salma Nadiyah salma.nadiyah@uin-suka.ac.id Fathiya Rahma Arfira fathiya.arfira@uin-suka.ac.id <p>Kesehatan mental merupakan bentuk keseimbangan biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan individu yang secara keseluruhan menentukan kemampuan individu dalam menghadapi tekanan, bekerja secara produktif, serta berkontribusi terhadap lingkungannya. Di Asia Tenggara, prevalensi gangguan kesehatan mental pada 2019 mencapai 13,2%. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi strategis dalam pemanfaatan bahan alam sebagai bagian dari intervensi nutraceutical yang dapat mendukung keseimbangan biologis dalam menjaga kesehatan mental, sekaligus mendorong pelaksanaan riset lanjutan dalam skala laboratorium dan uji klinis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan standar PRISMA 2020, dengan perumusan topik melalui kerangka PICO. Hasil kajian mengidentifikasi 10 artikel relevan yang mengevaluasi berbagai intervensi nutraceutical berbasis bahan alam untuk mendukung kesehatan mental, meliputi probiotik (5 artikel), prebiotik (1 artikel), asam lemak omega-3 (2 artikel), fitonutrien herbal (1 artikel), serta mikronutrien (2 artikel), dengan satu artikel mengevaluasi kombinasi probiotik dan mikronutrien. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi nutraceutical dapat dioptimalkan melalui bahan alam lokal yang tersedia di masyarakat. Pendekatan ini memiliki efektivitas menjanjikan, terutama jika diintegrasikan dengan potensi bahan alam lokal yang mudah diakses dan menjadi peluang dalam mendukung kesehatan mental secara preventif dan berkelanjutan</p> 2026-08-14T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Isvina Unai Zahroya, Salma Nadiyah, Fathiya Rahma Arfira https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2605 Analisis Hubungan Kelengkapan Rekam Medis, Kesesuaian Diagnosis, dan Kepatuhan Regulasi terhadap Status Klaim BPJS Kesehatan pada Unit Rawat Jalan Rumah Sakit X 2026-07-15T11:42:30+07:00 Dewita Febriyanti dewitafebriyanti14@gmail.com Silvia Haniwijaya Tjokro silvia.haniwijaya@gmail.com Yura Witsqa Firmansyah yurawf14@gmail.com <p>Kelancaran proses klaim BPJS Kesehatan merupakan aspek penting dalam mendukung keberlangsungan pelayanan dan pembiayaan rumah sakit. Klaim yang mengalami pending dapat menghambat arus kas rumah sakit dan memengaruhi efektivitas pelayanan. Faktor yang berpotensi memengaruhi kelancaran klaim antara lain kelengkapan pengisian rekam medis, kesesuaian diagnosis, dan kepatuhan terhadap regulasi pengajuan klaim. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kelengkapan pengisian rekam medis, kesesuaian diagnosis, dan kepatuhan terhadap regulasi dengan kelancaran proses klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 100 berkas rekam medis pasien rawat jalan BPJS Kesehatan periode Maret 2026 yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data diperoleh melalui telaah dokumen rekam medis dan berkas klaim menggunakan lembar checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Fisher’s Exact Test</em> dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99% berkas memiliki status klaim layak dan 1% berstatus <em>pending</em>. Sebanyak 99% berkas memiliki diagnosis yang sesuai, sedangkan seluruh berkas diajukan sesuai ketentuan waktu yang berlaku. Hasil <em>uji Fisher’s Exact Test</em> menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan rekam medis dengan status klaim BPJS Kesehatan, terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian diagnosis dengan status klaim BPJS Kesehatan (p=0,010) serta antara kepatuhan terhadap regulasi dengan status klaim BPJS Kesehatan (p=0,010). Disimpulkan bahwa kesesuaian diagnosis dan kepatuhan terhadap regulasi berperan dalam kelancaran proses klaim BPJS Kesehatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu pengelolaan rekam medis, ketepatan penetapan diagnosis, dan kepatuhan terhadap regulasi pengajuan klaim BPJS Kesehatan. Dengan demikian, rumah sakit dapat meminimalkan terjadinya klaim pending, meningkatkan kelancaran proses klaim, serta mendukung efektivitas pelayanan dan keberlanjutan pembiayaan rumah sakit.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong><em> kesesuaian diagnosis, kepatuhan regulasi, klaim BPJS Kesehatan, rekam medis, status klaim.</em></p> 2026-07-27T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Dewita Febriyanti, Silvia Haniwijaya Tjokro, Yura Witsqa Firmansyah https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2663 Studi Case-Control Pengaruh Stres dan Pola Tidur terhadap Kejadian Hipertensi Usia Produktif (35- 64 Tahun) di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan 2026-08-04T20:33:00+07:00 Fadhilla Anisa Nur A’ini fadhillaa413@gmail.com Ardiana Priharwanti diana.arif25@gmail.com Nur Lu’Lu Fitriyani lulu.fitriyani99@gmail.com Yulis Indriyani yulis@unikal.ac.id <p>Latar belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat pada kelompok usia produktif akibat berbagai faktor risiko, seperti stres dan gangguan pola tidur. Rendahnya cakupan pelayanan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II juga menunjukkan perlunya kajian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif. Metode : kuantitatif dengan desain case-control.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden yang terdiri dari 32 kelompok kasus dan 32 kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur pola tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p &lt; 0,05.Tujuan : Mengetahui Pengaruh tingkat stres dan pola tidur usia produktif tehadap hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II. Hasil : menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara stres terhadap kejadian hipertensi pada usia produktif dengan nilai p value = 0,002 (&lt;0,05) dan Odds Ratio (OR) sebesar 9,000, dengan nilai 95% Confidence Interval (CI) sebesar 1,735-46,676, menunjukkan responden yang mengalami stres memiliki risiko 9 kali lebih besar mengalami hipertensi dibandingkan responden yang tidak mengalami stres. Selain itu, pola tidur dengan nilai p value = 0,076 (&gt;0,05) dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,493, dengan 95% Confidence Interval (CI) 0,899-6,916 menunjukkan bahwa pola tidur bukan merupakan faktor risiko kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan stres berpengaruh terhadap hipertensi sedangkan pola tidur tidak berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan, meskipun pola tidur memiliki nilai OR sebesar 2,493, hubungan tersebut tidak mencapai signifikansi statistic sehingga tidak dapat dinyatakan sebgai factor yang berpengaruh pada penelitian ini.</p> 2026-08-06T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Fadhilla Anisa Nur A’ini, Ardiana Priharwanti, Nur Lu’Lu Fitriyani, Yulis Indriyani https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2680 Penguatan Peran Inspektur Tambang Dalam Mendukung Hilirisasi Industri Melalui Pengawasan Pertambangan 2026-07-27T23:10:53+07:00 Anisa Kurniatul Azizah anisa@ubhara.ac.id Bagus Teguh Santoso bagus.ts@ubhara.ac.id <p>Pengaturan baru mengenai pertambangan mineral dan batubara melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 jo. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 memperkuat kebijakan sentralisasi perizinan pertambangan dan kewajiban pemurnian (smelterisasi) sebagai bagian dari strategi hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah hasil tambang dan penerimaan negara. Namun, sentralisasi perizinan juga menimbulkan tantangan pengawasan akibat luasnya wilayah pertambangan, keterbatasan jumlah inspektur tambang, dan meningkatnya potensi pertambangan ilegal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan kewenangan inspektur tambang dalam mendukung efektivitas pengawasan pertambangan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui analisis terhadap bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan serta bahan hukum sekunder berupa literatur, jurnal ilmiah, dan doktrin hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengawasan belum sebanding dengan luas wilayah dan jumlah kegiatan pertambangan di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan melalui penambahan jumlah inspektur tambang, pembagian wilayah pengawasan yang lebih proporsional, serta penyempurnaan pengaturan kewenangan inspektur tambang agar pengawasan terhadap kegiatan pertambangan legal maupun ilegal lebih efektif. Penguatan tersebut diperlukan untuk menyeimbangkan kebijakan sentralisasi perizinan dan mendukung keberhasilan program hilirisasi industri. Penelitian ini menawarkan penguatan kelembagaan inspektur tambang sebagai dasar pengembangan kebijakan pengawasan pertambangan yang lebih efektif di Indonesia.</p> 2026-08-11T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Anisa Kurniatul Azizah, Bagus Teguh Santoso https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2542 Balapan Liar di Kalangan Remaja (Studi Kasus pada Remaja di Kelurahan Muara Komam Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser) 2026-06-07T01:49:28+07:00 Abu Abdullah Muhammad Abuabdullahmuhammad2000@gmail.com Badruddin Nasir nasir.badruddin@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pelaksanaan balap liar di kalangan remaja di Kabupaten Paser, Kecamatan Muara Komam, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya aksi balap liar. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>studi kasus</em> yang difokuskan pada remaja di Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari remaja, orang tua, pihak kepolisian, tokoh masyarakat, dan guru, serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses balap liar di kalangan remaja berlangsung secara terstruktur melalui tahapan motivasi dan tujuan, perencanaan dengan persiapan teknis yang matang, proses pelaksanaan, hingga tahap pasca balapan. Selain itu, balap liar dipengaruhi oleh faktor eksternal yang paling dominan seperti lingkungan sosial, teman sebaya, kondisi ekonomi, dan kurangnya pengawasan keluarga. Faktor internal seperti hobi dan minat terhadap dunia otomotif juga turut memperkuat keterlibatan remaja dalam aktivitas tersebut. Balap liar menjadi wadah ekspresi identitas dan solidaritas kelompok di kalangan remaja. Dengan demikian, penanganan fenomena balap liar di Kecamatan Muara Komam tidak cukup hanya melalui pendekatan represif berupa razia dan penindakan hukum. Diperlukan pendekatan preventif yang komprehensif melalui pembinaan remaja secara berkelanjutan, penyediaan wadah kegiatan otomotif yang legal, penguatan pengawasan keluarga, pendidikan keselamatan berlalu lintas, serta yang paling mendesak adalah penyediaan fasilitas sirkuit atau arena balap resmi yang terjangkau dan dapat diakses oleh remaja di wilayah Kecamatan Muara Komam dan sekitarnya</p> 2026-06-25T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Abu Abdullah Muhammad, Badruddin Nasir https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2615 Analisis Determinan Partisipasi Warga Desa Umbulsari Kabupaten Jember pada Program Bank Sampah untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan 2026-06-26T19:20:57+07:00 Annisa Lailatul Badriyah 050768424@ecampus.ut.ac.id Triyas Tika Yulia Ningrum 052238476@ecampus.ut.ac.id Lia Ariani 055599145@ecampus.ut.ac.id Andriyansah Andriyansah andri@ecampus.ut.ac.id <p>Timbunan sampah rumah tangga di Kabupaten Jember mencapai 63,17% dari total volume sampah sehingga menuntut transformasi pengelolaan sampah dari sentralisasi menuju desentralisasi berbasis komunitas. Penelitian ini mengidentifikasi determinan partisipasi warga desa Umbulsari dalam program bank sampah, serta menganalisis kontribusinya terhadap upaya pencapaian SDGs poin 11 dan 12. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen skala Likert (1 – 5 ) dan observasi sebagai data suplementernya. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi berganda berbasis <em>Theory of Planned Behavior</em> (sikap, norma subyektif, dan persepsi atas perilaku) serta mengadopsi variabel <em>environmental knowledge</em>. Hasil menunjukkan bahwa tingkat partisipasi warga desa Umbulsari pada bank sampah tinggi dengan determinan utamanya adalah perspektif terhadap perilaku. Meskipun begitu, keempat variabel independen secara simultan tetap saling memengaruhi untuk mendorong partisipasi warga. Hasil ini membuktikan bahwa faktor praktis lebih krusial dibandingkan faktor psikologis. Partisipasi aktif warga Umbulsari berkontribusi nyata terhadap upaya terwujudnya permukiman inklusif, aman, dan berkelanjutan (SDGs 11) serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDGs 12). Bank sampah terbukti menjadi instrumen strategis pembangunan berbasis komunitas yang mengintegrasikan dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi pembangunan berkelanjutan.</p> 2026-07-16T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Annisa Lailatul Badriyah, Triyas Tika Yulia Ningrum, Lia Ariani, Andriyansah Andriyansah https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2673 Tindak Tutur Persuasif dalam Promosi Digital Produk Kopi di Instagram sebagai Strategi Mendukung SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth) 2026-07-19T08:10:55+07:00 Siti Mutmainah mutmainahsiti410@gmail.com Hilma Azmi Azizah a@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur persuasif dalam promosi digital produk kopi di Instagram sebagai strategi komunikasi pemasaran yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 8, yaitu <em>Decent Work and Economic Growth</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian cyber pragmatik. Data penelitian berupa unggahan promosi digital dari akun Instagram Fox Coffee &amp; Roastery dan Tibasuka.id yang terdiri atas caption, teks visual, hashtag, emoji, serta unsur multimodal lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi terhadap konten promosi digital pada media sosial Instagram. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk tindak tutur persuasif berdasarkan konteks pragmatik komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur persuasif dalam promosi digital produk kopi didominasi oleh tindak tutur representatif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur representatif digunakan untuk membangun citra produk melalui informasi mengenai kualitas, inovasi, suasana, dan pengalaman menikmati kopi. Tindak tutur direktif digunakan untuk mengajak audiens membeli atau mencoba produk secara implisit maupun eksplisit. Tindak tutur ekspresif dimanfaatkan untuk menciptakan kedekatan emosional dengan konsumen melalui bahasa puitis dan komunikatif, sedangkan tindak tutur komisif digunakan untuk membangun kepercayaan terhadap kualitas produk dan pelayanan. Selain itu, ditemukan karakteristik cyber pragmatik berupa penggunaan bahasa santai, metafora, visual estetik, emoji, dan hashtag sebagai strategi persuasi digital di media sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa promosi digital produk kopi di Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media pemasaran, tetapi juga sebagai strategi penguatan ekonomi kreatif dan branding produk lokal yang relevan dengan SDGs 8 melalui inovasi produk, pengembangan usaha, dan peningkatan daya saing bisnis kopi di era digital.</p> 2026-08-12T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Siti Mutmainah, Hilma Azmi Azizah https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2586 Analisis Naratif Narasi Heroisme Lionel Messi dalam Konstruksi Berita Piala Dunia 2022 di kompas.com 2026-06-22T14:48:14+07:00 Fachrur Zulmi Setyawan fachrurzulmisetyawan@gmail.com Rr. Pramesthi Ratnaningtyas a@gmail.com <p>Penelitian ini mengkaji narasi heroisme Lionel Messi dalam konstruksi pemberitaan Piala Dunia 2022 di Kompas.com. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan struktur naratif berita serta mengidentifikasi bagaimana narasi heroisme dibangun dalam konteks jurnalisme olahraga di Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan memaparkan fenomena secara mendalam melalui kata-kata tanpa melibatkan pengukuran statistik. Teknik analisis data menggunakan model analisis naratif Tzvetan Todorov yang dimodifikasi oleh Nick Lacey dan Marie Gillespie menjadi lima tahap, yaitu equilibrium, disruption, recognition, attempt to repair, dan new equilibrium. Data penelitian bersumber dari lima artikel Kompas.com yang berkaitan dengan perjalanan Lionel Messi dan Tim Nasional Argentina pada Piala Dunia 2022 di Qatar, periode 22 November hingga 19 Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan Kompas.com konsisten mengadopsi struktur naratif Todorov (modifikasi Nick Lacey dan Marie Gillespie) dalam pemberitaannya. Tahap <em>attempt to repair</em> (upaya perbaikan) menjadi elemen paling dominan ditonjolkan media, sementara tahap <em>equilibrium</em> (keseimbangan awal) dihadirkan sebagai landasan dasar cerita.Temuan ini membuktikan bahwa Kompas.com secara konsisten mengonstruksi narasi heroisme Lionel Messi melalui lima tahap struktur naratif, mulai dari kondisi awal yang stabil hingga tercapainya keseimbangan baru lewat kemenangan Argentina di Piala Dunia 2022. Media massa terbukti tidak sekadar menyampaikan informasi faktual, melainkan aktif menjadi produsen makna yang membentuk citra tokoh melalui seleksi informasi, diksi strategis, dan narasi terstruktur.Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian jurnalisme olahraga di Indonesia, khususnya dalam perspektif analisis naratif media.</p> 2026-07-01T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Fachrur Zulmi Setyawan, Rr. Pramesthi Ratnaningtyas https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2603 Hubungan Social Comparison dan Kecemasan pada Generasi Z Pengguna Media Sosial Aktif 2026-06-23T10:17:21+07:00 Normala Evaputri Anggraeni normala.705230005@stu.untar.ac.id Fidila Najwa Rizkia fidila705230201@stu.untar.ac.id Nadya Ulya Arifviandy nadya.705230291@stu.untar.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social comparison dan kecemasan pada Generasi Z pengguna media sosial. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya penggunaan media sosial yang memungkinkan individu terpapar berbagai informasi mengenai kehidupan, pencapaian, dan penampilan orang lain sehingga mendorong terjadinya social comparison yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis, khususnya kecemasan. Social comparison didefinisikan sebagai proses individu membandingkan dirinya dengan orang lain untuk mengevaluasi kemampuan, pencapaian, maupun kondisi diri, sedangkan kecemasan merupakan kondisi emosional yang ditandai oleh perasaan khawatir, tegang, dan takut terhadap kemungkinan ancaman yang belum tentu terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Partisipan berjumlah 131 orang Generasi Z berusia 19–24 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan instrumen Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) untuk mengukur social comparison dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasan. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena data penelitian tidak berdistribusi normal, sehingga uji ini dipandang lebih sesuai untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan antarvariabel. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara social comparison dan kecemasan (ρ = 0,621; p &lt; 0,001) dengan kategori kekuatan hubungan yang kuat, yang berarti semakin tinggi kecenderungan individu melakukan social comparison maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami. Temuan ini memperkuat kajian mengenai Teori Perbandingan Sosial serta memberikan kontribusi bagi pemahaman mengenai keterkaitan social comparison dengan kesehatan mental Generasi Z di era media sosial</p> 2026-07-16T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Normala Evaputri Anggraeni, Fidila Najwa Rizkia, Nadya Ulya Arifviandy https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2658 Pengaruh Persepsi Harga dan Citra Mobil Listrik terhadap Keputusan Pembelian dengan Perceived Value sebagai Variabel Intervening: Sebuah Kajian Naratif 2026-07-19T10:46:41+07:00 Maya Maria maya.maria@ecampus.ut.ac.id Andriyansah Andriyansah andri@ecampus.ut.ac.id <p>Berbagai insentif fiskal dan non-fiskal telah diberikan oleh pemerintah, adopsi kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat model konseptual tentang bagaimana persepsi harga dan gambar mobil listrik memengaruhi keputusan pembelian dengan perceived value sebagai variabel intervening. Metode yang digunakan adalah mensintesis hasil dari 28 artikel jurnal terindeks Scopus dan SINTA yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2025.Da tabase seperti Scopus, Google Scholar, SINTA, SciSpace, dan Mendeley digunakan untuk melakukan penelitian literatur. Dari 627 artikel yang ditemukan, 176 diidentifikasi sebagai artikel unik, 89 melewati skrining judul dan abstrak, 45 memenuhi kelayakan full text, dan 28 artikel terakhir digunakan dalam sintesis naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa persepsi harga berpengaruh positif terhadap perceived value dan keputusan pembelian; citra mobil listrik berpengaruh positif terhadap perceived value dan keputusan pembelian; dan perceived value terbukti secara parsial maupun penuh memediasi hubungan ini. Dengan menggabungkan Theory of Planned Behavior dan Theory of Consumer Value, model konseptual yang diusulkan membantu produsen mobil listrik merancang strategi pemasaran yang berhasil untuk pasar Indonesia.</p> 2026-08-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Maya Maria, Andriyansah Andriyansah https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2501 Studi literatur Analisis ancaman, Risistensi, dan Adaptasi Eksistensi Masyarakat Adat Di Tengah Arus Modernisasi di Indonesia 2026-05-24T05:32:19+07:00 Selvanus Budiman Kasito budimankasito@gmail.com Samuel Kriten Stevan Selan a@a.com Yofran Lasarus Ngili a@a.com Lasarus Jehamat a@a.com Christine Erika Meka a@a.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika dan ancaman modernisasi terhadap eksistensi masyarakat adat di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi berfungsi sebagai agen transformasi sosial yang mengubah struktur sosial, sistem nilai, dan pola kehidupan masyarakat adat. Dampak yang ditimbulkan meliputi pergeseran nilai budaya, meningkatnya individualisme, serta melemahnya praktik kolektivitas tradisional. Selain itu, modernisasi juga menghadirkan tekanan struktural melalui pembangunan dan ekspansi ekonomi yang memengaruhi wilayah serta sumber daya masyarakat adat. Namun, masyarakat adat menunjukkan kapasitas resistensi dan adaptasi melalui kearifan lokal, sistem kepercayaan, dan hukum adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernisasi tidak secara langsung menghilangkan eksistensi masyarakat adat, dengan kelihangan akan identitas adat tetapi menciptakan dinamika kompleks antara ancaman dan kemampuan bertahan. Oleh karena itu, keberlangsungan masyarakat adat bergantung pada kemampuan mereka dalam menegosiasikan perubahan sambil mempertahankan identitas budaya, (Nurholis et al., 2025) menemukan bahwa masyarakat mengintegrasikan aturan tradisional (pamali), ritual pelestarian hutan sakral, pendidikan budaya, dan penggunaan teknologi ramah lingkungan secara selektif. Lembaga-lembaga tradisional bertindak sebagai mediator kunci antara tradisi dan modernisasi, memastikan penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Strategi-strategi ini tidak hanya melestarikan identitas budaya tetapi juga memperkuat fungsi ekologis wilayah adat. Temuan ini menyoroti bahwa adaptasi berbasis kearifan lokal dapat secara efektif menanggapi tekanan globalisasi tanpa mengorbankan nilai-nilai inti. Studi ini merekomendasikan pengakuan formal dan dukungan kebijakan untuk sistem pengetahuan adat sebagai modal sosial vital untuk pembangunan berkelanjutan, (Purba kencana &amp; I Wayan Marianta, 2023) perhatian kaum muda terhadap upaya pelestarian budaya sangat terbatas. Banyak dari mereka lebih memilih mengikuti tren saat ini daripada berpartisipasi dalam pelestarian budaya yang merupakan identitas mereka. Situasi ini menyebabkan budaya setiap suku di Indonesia perlahan-lahan punah. Namun, tidak semua kaum muda melupakan peran mereka dalam melestarikan budaya suku mereka. Salah satu contohnya adalah kaum muda suku Dayak Kebahan di Desa Labang, Kalimantan Barat. Sebagai kaum muda suku Dayak Kebahan, mereka dipanggil untuk mengambil bagian dalam pelestarian budaya, sehingga pada penelitian ini menawarkan bahwa peran pemuda sangat penting dalam melestarikan identitas adat disetiap wilayah adat, dengan cara melakukan Pendidikan budaya, dalam hal menceritakan sejarah identitas adat.</p> 2026-06-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Selvanus Budiman Kasito, Samuel Kriten Stevan Selan, Yofran Lasarus Ngili, Lasarus Jehamat, Christine Erika Meka https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2558 Analisis Strategi Komunikasi Starbucks Sudirman Bali TBI dalam Pemulihan Reputasi pada Isu Boikot Berdasarkan Teori Proses Public Relations 2026-06-17T06:54:06+07:00 Christopher Dwi Rangga christopherrangga03@gmail.com Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama adhiswariwedagama@undiknas.ac.id <p>Penelitian ini mengkaji bagaimana strategi komunikasi Starbucks Sudirman Bali TBI dalam memulihkan reputasi perusahaan di tengah isu boikot yang berkembang di media sosial. Boikot konsumen menjadi tantangan signifikan bagi perusahaan global, khususnya di Bali sebagai destinasi pariwisata dengan interaksi konsumen yang tinggi. Penelitian bertujuan menganalisis proses komunikasi krisis berdasarkan Teori Proses Public Relations oleh Cutlip dan Center, yang meliputi empat tahapan yaitu pendefinisian masalah, perencanaan dan pemrograman, tindakan dan komunikasi, dan evaluasi. Metode penelitian kualitatif deskriptif diterapkan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 6 informan yaitu pihak internal Starbucks serta pelanggan di gerai Starbucks Sudirman Bali TBI. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan mengikuti model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa pada tahap <em>fact finding</em>, Starbucks Sudirman Bali TBI mengidentifikasi perubahan persepsi pelanggan akibat isu boikot. Pada tahap <em>planning and programming</em>, perusahaan memperkuat komunikasi internal melalui briefing kepada partner dan penyampaian arahan pelayanan. Pada tahap <em>action and communication</em>, strategi diwujudkan melalui komunikasi interpersonal yang konsisten dan pelayanan yang profesional untuk menjaga <em>customer experience</em>. Pada tahap <em>evaluation</em>, efektivitas strategi terlihat dari tetap terjaganya operasional store, loyalitas pelanggan, dan kepercayaan konsumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal yang terstruktur, konsistensi pelayanan, dan pengalaman langsung pelanggan menjadi faktor utama dalam pemulihan reputasi Starbucks.</p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Christopher Dwi Rangga, Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2628 Pengakuan dan Penyangkalan: Stigma dan Diskriminasi Penghayat Kepercayaan dalam Relasi Sosial di Wilayah Solo Raya 2026-07-07T12:27:37+07:00 Fonita Intan Kumara fonitaintan04@student.uns.ac.id Kania Dini Pratiwi dinipratiwi04@student.uns.ac.id Keisya Na’ila Kamilah keisyakamilah04@student.uns.ac.id Kevin Avrilsyah Aziz kevinavrilsyah.3625@student.uns.ac.id Mariana Dinda Saputri marianadinda.03@student.uns.ac.id Miftakhul Jannah miftakhul.jannah@student.uns.ac.id Muhammad Ibrah Yahya Al Mustaqim mustaqimyahya125@student.uns.ac.id Nadia Reivani Rosalba nadiareivanirosalba@student.uns.ac.id Nanda Nur Aisyah nandanura15@student.uns.ac.id Theofilus Apolinaris Suryadinata ta_suryadinata@staff.uns.ac.id <p>Penghayat kepercayaan di Indonesia masih menghadapi stigma dan diskriminasi meskipun telah memperoleh pengakuan hukum melalui Putusan Mahkamah Konstitusi dan Peraturan Presiden. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk stigma dan diskriminasi yang dialami penghayat kepercayaan dalam relasi sosial di wilayah Solo Raya serta solusi untuk menghadapinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 12 informan yang terdiri dari penghayat kepercayaan dan pemuka agama di Solo Raya, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik pattern matching dan explanation building dari Robert K. Yin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap penghayat kepercayaan muncul dalam bentuk stereotip negatif seperti dianggap dukun, sesat, tidak diakui negara, hingga dikaitkan dengan PKI. Diskriminasi yang dialami meliputi candaan dan ejekan merendahkan, ketidakbebasan menunjukkan identitas secara terbuka, kesulitan administrasi kependudukan, dan keharusan mengikuti pendidikan agama resmi. Penelitian ini menemukan bahwa stigma dan diskriminasi dapat dianalisis melalui integrasi Teori Stigma Erving Goffman (tribal stigma, spoiled identity, discredited/discreditable stigma) dan Teori Prejudice Gordon Allport (skala prasangka). Solusi yang ditemukan mencakup penguatan toleransi sosial dan penegakan hukum yang berpihak pada penghayat kepercayaan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sosiologi agama dan keberagaman sosial di Indonesia, khususnya dalam memahami dinamika relasi antara kelompok minoritas kepercayaan dan masyarakat mayoritas.</p> 2026-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Fonita Intan Kumara, Kania Dini Pratiwi, Keisya Na’ila Kamilah, Kevin Avrilsyah Aziz, Mariana Dinda Saputri, Miftakhul Jannah, Muhammad Ibrah Yahya Al Mustaqim, Nadia Reivani Rosalba, Nanda Nur Aisyah, Theofilus Apolinaris Suryadinata https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2572 Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pupuk Hijau terhadap Produksi Jagung Manis dan Kacang Tanah pada Sistem Tumpangsari 2026-06-17T07:05:39+07:00 Halim Halim haliwu_lim73@yahoo.co.id Makmur Jaya Arma makmurarma@gmail.com Muhidin Muhidin muhidin_unhalu@gmail.com Fransiscus Suramas Rembon fransrembon@yahoo.com <p>Jagung dan kacang tanah merupakan tanaman pangan penting di Indonesia dan umumnya ditanam dalam sistem monokultur dan tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fungi mikoriza arbuskul dan pupuk hijau terhadap produksi jagung manis dan kacang tanah pada sistem tumpangsari. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dalam rancangan faktorial. Faktor pertama adalah propagul fungi mikoriza arbuskula (FMA), dengan empat tingkatan: tanpa FMA (M<sub>0</sub>), FMA 10 g/lubang tanam (M<sub>1</sub>), FMA 20 g/lubang tanam (M<sub>2</sub>), dan FMA 30 g/lubang tanam (M<sub>3</sub>). Faktor kedua adalah pupuk hijau, yang terdiri dari tiga tingkatan: tanpa pupuk hijau (P<sub>0</sub>), pupuk hijau 4,59 kg/petak (P<sub>1</sub>), dan pupuk hijau 9,18 kg/petak (P<sub>2</sub>). Variabel yang diamati untuk tanaman jagung adalah: diameter tongkol, jumlah biji per baris, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, produktivitas. Variabel yang diamati untuk tanaman kacang tanah adalah: jumlah polong total, jumlah polong berisi, jumlah biji, bobot kering 100 biji, dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas tertinggi tanaman jagung dan kacang tanah diperoleh pada perlakuan FMA 30 g/lubang tanam (M<sub>3</sub>) masing-masing sebesar 10,61 ton ha<sup>-1</sup> dan 1,19 ton ha-<sup>1</sup>. Perlakuan pupuk hijau terbaik diperoleh pada dosis 20 ton ha<sup>-1</sup> (P<sub>2</sub>) dengan tingkat produktivitas tanaman jagung dan kacang tanah masing-masing sebesar 11,20 ton ha<sup>-1</sup> dan 1,39 ton ha<sup>-1</sup>. Interaksi antara fungi mikoriza arbuskula 20 g/lubang tanam dengan pupuk hijau 20 ton ha<sup>-1</sup> (M<sub>2</sub>P<sub>2</sub>) menghasilkan jumlah polong terbaik, yaitu 31,78 polong.</p> 2026-06-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Halim Halim, Makmur Jaya Arma, Muhidin Muhidin, Fransiscus Suramas Rembon https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2536 Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Cogreg, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 2026-06-07T10:59:09+07:00 Putri Caswika caswikaputri@gmail.com Budhi Setiawan budhi.setiawan@unsri.ac.id Yogie Zulkurnia Rochmana yogie.zrochmana@ft.unsri.ac.id <p>Keberagaman litologi yang terekam di Daerah Cogreg, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat mengindikasikan adanya lingkungan pengendapan yang beragam sehingga memerlukan kajian lebih detail terkait rekonstruksi sejarah geologi. Penelitian ini bertujuan guna memahami mekanisme dan rekonstruksi sejarah pengendapan di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan berupa analisis stratigrafi yang mencakup observasi lapangan dan analisis laboratorium. Observasi lapangan berupa pengamatan litologi dan pengukuran profil stratigrafi yang diambil langsung di lapangan. Observasi lapangan dilakukan pada 120 titik pengamatan yang tersebar di daerah penelitian. Analisis laboratorium meliputi analisis petrologi dan paleontologi. Dari hasil observasi tersebut di ambil 4 sampel batuan terpilih untuk analisis paleontologi dan 5 sampel batuan untuk analisis petrografi. Hasil analisis laboratorium kemudian diintegrasikan untuk memperoleh gambaran seharah geologi melalui analisis stratigrafi. Berdasarkan analisis stratigrafi, daerah penelitian tersusun atas Formasi Jampang (Tomj), Formasi Pamutuan (Tmpl) dan Formasi Bentang (Tmb). Formasi Jampang (Tomj) yang terdiri dari litologi breksi fragmen andesit dan tuff. Kemudian, Formasi Pamutuan (Tmpl) yang tersusun atas litologi batugamping terumbu dan batugamping klastik. Formasi paling muda adalah Formasi Bentang (Tmb) yang tersusun oleh litologi berupa batupasir gampingan. Sejarah geologi daerah penelitian dapat dibagi kedalam lima fase berdasarkan urutan skala waktu geologi. Fase pertama ditandai oleh terbentuknya Formasi Jampang (Tomj) saat Kala Oligosen Akhir hingga Miosen Awal terbentuk dari material vulkanik yang dikontrol oleh aktivitas vulkanisme. Fase kedua yaitu pada Kala Miosen Tengah terendapkan Formasi Pamutuan (Tmpl) secara selaras di atas Formasi Jampang (Tomj) terjadi akibat adanya proses kenaikan muka air laut atau transgresi. Fase ketiga yaitu pada Kala Miosen Akhir hingga Pliosen terendapkan Formasi Bentang (Tmb) yang tidak selaras diatas Formasi Pamutuan (Tmpl) terjadi akibat penurunan muka air laut atau regresi. Selanjutnya, fase keempat pada Pleistosen terjadi fase tektonik kompresi yang mempengaruhi daerah penelitian sehingga terbentuk struktur dengan arah tegasan orde II. Fase kelima terjadi pada Kala Resen yang mana semua formasi yang telah terendapkan dan mengalami proses pengangkatan (deformasi) dan erosi yang berkelanjutan sehingga membentuk relief permukaan dan bentang alam saat ini.</p> 2026-06-25T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Putri Caswika, Budhi Setiawan, Yogie Zulkurnia Rochmana https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2566 Respon Pertumbuhan Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) terhadap Aplikasi Pupuk Organik Cair Berbahan Kulit Buah Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg) 2026-07-07T12:30:16+07:00 Miftahul Janah mariesa2701@gmail.com Yulianty Yulianty a@a.com Mahfut Mahfut a@a.com Sri Wahyuningsih a@a.com <p>Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat menurunkan kualitas tanah dan mencemari lingkungan sehingga diperlukan alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan, salah satunya pupuk organik cair (POC) berbahan limbah kulit buah sukun (<em>Artocarpus altilis</em> (Parkinson) Fosberg). Tanaman terung ungu (<em>Solanum melongena</em> L.) merupakan komoditas hortikultura yang memerlukan ketersediaan unsur hara yang cukup untuk mendukung pertumbuhan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC kulit buah sukun terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu serta menentukan konsentrasi POC yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung pada Desember 2025–Januari 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor berupa konsentrasi POC kulit buah sukun yang terdiri atas enam taraf, yaitu 0, 20, 40, 60, 80, dan 100 mL/L dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah, berat kering, dan kandungan klorofil. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit buah sukun berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, berat basah, dan berat kering, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan kandungan klorofil. Perlakuan P5 (100 mL/L) merupakan konsentrasi terbaik karena menghasilkan pertumbuhan tertinggi, dengan tinggi tanaman sebesar 10,5 cm, luas daun 9,2 cm², berat basah 9,320 g, dan berat kering 1,528 g. Dengan demikian, POC kulit buah sukun berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman terung ungu.</p> 2026-08-06T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Miftahul Janah, Yulianty Yulianty, Mahfut Mahfut, Sri Wahyuningsih https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2535 Evaluasi Penggunaan Tepung Daun Binahong (Anredera cordifolia) dalam Pakan Konsentrat terhadap Kinerja Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan Kambing Kacang Jantan 2026-06-07T10:32:07+07:00 Azrni Azchtasari Selly azmyzelly@gmail.com Yohanis Umhu Laiya Sobang a@gmail.com Upik Syarnsiar Rosnah a@gmail.com Aloysius Marawali a@gmail.com David A. Nguru korengurudavid@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun binahong (<em>Anredera cordifolia</em>) dalam pakan konsentrat terhadap pertambahan bobot badan harian, konversi ransum, dan efisiensi penggunaan ransum pada kambing kacang jantan. Sebanyak sembilan ekor kambing kacang jantan dengan bobot badan 16–18 kg dan umur 7–8 bulan digunakan sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 (tanpa tepung daun binahong), P1 (3% tepung daun binahong), dan P2 (6% tepung daun binahong dalam pakan konsentrat berbasis lamtoro). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pertambahan bobot badan harian pada P0 sebesar 50,60 ± 13,65 g/ekor/hari, P1 sebesar 68,45 ± 10,32 g/ekor/hari, dan P2 sebesar 62,50 ± 8,94 g/ekor/hari. Konversi ransum pada P0, P1, dan P2 masing-masing sebesar 11,15 ± 3,53; 8,26 ± 0,85; dan 8,69 ± 2,36. Efisiensi penggunaan ransum pada P0, P1, dan P2 berturut-turut adalah 9,50 ± 2,45; 12,20 ± 1,29; dan 11,69 ± 1,75. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan tepung daun binahong hingga level 6% tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P &gt; 0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suplementasi tepung daun binahong dalam pakan konsentrat hingga 6% belum mampu meningkatkan pertambahan bobot badan harian, memperbaiki konversi ransum, maupun meningkatkan efisiensi penggunaan ransum pada kambing kacang jantan secara signifikan.</p> 2026-07-27T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Azrni Azchtasari Selly, Yohanis Umhu Laiya Sobang, Upik Syarnsiar Rosnah, Aloysius Marawali, David A. Nguru https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2533 Pengaruh Vitamin C terhadap Kualitas Organoleptik Daging Ayam Broiler pada Kepadatan Kandang Berbeda 2026-06-02T12:19:11+07:00 Agustina M. Butar-Butar a@gmail.com Ni Putu Febri Suryani a@gmail.com Simon Edison Mulik a@gmail.com David A. Nguru korengurudavid@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian vitamin C terhadap kualitas organoleptik daging ayam broiler yang dipelihara pada tingkat kepadatan kandang berbeda. Penelitian menggunakan 192 ekor <em>Day Old Chick</em> (DOC) ayam broiler strain CP 707 yang dipelihara selama 5 minggu (35 hari) dengan pemberian pakan komersial CP11 dan CP12. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 × 3 dengan 9 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah kepadatan kandang, yaitu 3 ekor/0,5 m², 5 ekor/0,5 m², dan 8 ekor/0,5 m², sedangkan faktor kedua adalah dosis vitamin C, yaitu 200 mg/L, 250 mg/L, dan 300 mg/L air minum. Variabel yang diamati meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur daging. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara kepadatan kandang dan pemberian vitamin C terhadap kualitas organoleptik daging ayam broiler (P&gt;0,05). Kepadatan kandang berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap aroma dan rasa, tetapi tidak berpengaruh terhadap warna dan tekstur daging (P&gt;0,05). Pemberian vitamin C berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap aroma, namun tidak berpengaruh terhadap warna, rasa, dan tekstur daging (P&gt;0,05). Berdasarkan hasil penelitian, pemberian vitamin C pada berbagai level belum mampu meningkatkan kualitas organoleptik daging ayam broiler secara keseluruhan. Namun, kepadatan kandang 5 ekor/0,5 m² menghasilkan skor rasa terbaik, sedangkan kepadatan 3 ekor/0,5 m² menghasilkan skor aroma terbaik. Pemberian vitamin C 200 mg/L air minum memberikan respons terbaik terhadap aroma daging ayam broiler.</p> 2026-07-27T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Agustina M. Butar-Butar, Ni Putu Febri Suryani, Simon Edison Mulik, David A. Nguru https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2717 Pengendalian Persediaan Spare Part Honda Genuine Part dengan Analisisi Klasifikasi Persediaan, Safety Stock, Minimum dan Maksimum Stock melalui Integrasi ABC-FSN dan Metode Min-Max di AHASS Arie Indah Motor Kudus 2026-08-08T04:16:08+07:00 Rohmad Kafidzin gus.afidz@gmail.com Hikmah Sekarningtyas hikmah.sekar@gmail.com Tamara Latifah Jasmine tamaralatifahjasmine@gmail.com <p>Pengelolaan persediaan spare part yang optimal adalah tuntutan bagi bisnis bengkel resmi sepeda motor, mengingat kelebihan maupun kekurangan stok akan berdampak pada biaya dan mutu pelayanan. Di Ahass Arie Indah Motor, pengelolaan persediaan selama ini belum didasarkan pada pengelompokan spare part menurut nilai konsumsi dan pola pergerakannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi spare part yang menjadi prioritas pengendalian melalui integrasi klasifikasi ABC dan FSN, kemudian menetapkan parameter persediaan menggunakan metode Min–Max. Data dikumpulkan dan diolah melalui pendekatan deskriptif kuantitatif yang memadukan observasi dan wawancara sebagai data primer dan dengan mengambil data riwayat persediaan, riwayat pengeluaran barang, harga satuan dan lead time untuk periode Januari - Desember 2025 sebagai data sekunder. Dari 353 sparepart Honda Genuine Part (HGP) yang dianalisis, klasifikasi ABC menempatkan 33 item pada kategori A dengan kontribusi 79,47% dari total nilai konsumsi persediaan, sedagkan klasifikasi FSN mengelompokkan spare part ke dalam kategori fast moving (84 item, 23,8%), slow moving (13 item, 3,7%), dan non moving (256 item, 72,6%). Integrasi kedua metode tersebut, menyaring 33 spare part pada kombinasi kategori A–Fast Moving sebagai prioritas pengendalian. Selanjutnya nilai nilai safety stock, minimum stock, dan maximum stock kelompok prioritas ini akan dihitung menggunakan metode Min-Max yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan dan lead time masing-masing item. Sebagai contoh untuk spare part Aki GTZ6V (31500-KZR-602) dengan lead time 12 hari, setelah dilakukan perhitungan menghasilkan nilai Safety Stock 3 unit, Min-Stock 7 unit dan Max-stock 19. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa integrasi metode ABC–FSN dan Min–Max mampu menjadi landasan penyusunan kebijakan persediaan yang lebih efektif untuk spare part katogori A-Fast Moving, sehingga ketersediaan spare part kategori tersebut tetap terjaga sekaligus menekan risiko stockout dan overstock.</p> 2026-08-14T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Rohmad Kafidzin, Hikmah Sekarningtyas, Tamara Latifah Jasmine https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2677 Pengaruh Konsentrasi Eco-enzyme dari Limbah Buah-Buahan terhadap Produksi Tanaman Jagung Ketan (Zea mays var. Ceratina) 2026-07-19T11:51:04+07:00 Kezya Deswitya Restin Jelita kezyadeswityarj@gmail.com Halim Halim haliwu_lim73@yahoo.co.id Nini Mila Rahni nini.mila.rahni_faperta@uho.ac.id Laode Sabaruddin sabaruddinlaode58@yahoo.com La Ode Afa laodeafaafa@yahoo.com Gusti Ayu Kade Sutariati sutariati69@yahoo.co.id <p>Tanaman jagung ketan merupakan salah satu jenis tanaman pangan penting bagi masyarakat Indonesia sebagai sumber karbohidrat. Jagung ketan banyak diminati oleh masyarakat karena rasanya agak manis, lunak dan pulen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi eco-enzyme dari limbah buah-buahan terhadap produksi tanaman jagung ketan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan II, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 taraf perlakuan, yaitu: tanpa pemberian eco-enzyme (E0), eco-enzyme 10 mL + 990 mL air (E1), eco-enzyme 20 mL + 980 mL air (E2), eco-enzyme 30 mL + 970 mL air (E3) dan eco-enzyme 40 mL + 960 mL air (E4) yang diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Aplikasi eco-enzyme dilakukan dengan cara menyiramkan di sekitar pangkal batang tanaman jagung. Variabel yang diamati meliputi bobot tongkol dengan kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris biji, jumlah biji dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi eco-enzyme berpengaruh nyata terhadap bobot tongkol dengan kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, jumlah biji serta produktivitas. Produktivitas tanaman jagung ketan tertinggi diperoleh pada perlakuan eco-enzyme 20 mL + 980 mL air (E2) sebesar 7,32 ton ha<sup>-1</sup>. </p> 2026-07-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Kezya Deswitya Restin Jelita, Halim Halim, Nini Mila Rahni, Laode Sabaruddin, La Ode Afa, Gusti Ayu Kade Sutariati https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2726 Analisis Struktur Populasi dan Kinerja Pasar Ternak Sapi di Kabupaten Nagekeo 2026-08-12T13:08:52+07:00 Fransiskus Rolianus Tae fransiskustae59532@gmail.com Maria Yasinta Luruk yasintha@staf.undana.ac.id Fransiskus Yulius Dhewa Kadju fransiskuskadju@staf.undana.ac.id Maria Krova Mariakrova@staf.undana.ac.id <p>Peternakan sapi berperan penting dalam perekonomian masyarakat Kabupaten Nagekeo. Namun, panjangnya saluran pemasaran menyebabkan posisi tawar peternak lemah sehingga cenderung menjadi <em>price taker</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur populasi dan kinerja pasar ternak sapi di Kabupaten Nagekeo. Metode Penentuan sampel menggunakan purposive sampling untuk kecamatan dan desa, non-proportional random sampling untuk peternak, serta snowball sampling untuk pedagang. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi struktur populasi ternak sapi serta kinerja pasar yang mencakup mekanisme pemasaran, <em>farmer’s share</em>, biaya pemasaran (<em>marketing cost</em>), keuntungan pemasaran (<em>marketing profit</em>), dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ternak sapi sebanyak 29.730 ekor dengan struktur umur didominasi ternak dewasa sebesar 47%. Nilai <em>sex ratio</em> sebesar 63,3, dan kepadatan populasi 3,71 ekor/ha. Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur populasi sapi di Kabupaten Nagekeo masih memiliki peluang untuk dikembangkan, terutama melalui pemanfaatan ternak betina dan ternak dewasa secara optimal dalam mendukung keberlanjutan populasi. Kinerja pasar menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran, yaitu saluran langsung dan tidak langsung melalui pedagang perantara. Nilai <em>farmer’s share</em> sebesar 76,86%. Biaya pemasaran (<em>marketing cost</em>) sebesar 12,73%, sedangkan keuntungan pemasaran (<em>marketing profit</em>) pada pedagang pengumpul sebesar 4,30% dan pedagang antar pulau sebesar 6,18%. Sistem pemasaran secara umum tergolong efisien dengan nilai efisiensi pemasaran sebesar 12,66%. Hasil penelitian menunjukkan struktur populasi dan kinerja pasar saling berkaitan dalam mempengaruhi ketersediaan dan distribusi sapi di Kabupaten Nagekeo.</p> 2026-08-17T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Fransiskus Rolianus Tae, Maria Yasinta Luruk, Fransiskus Yulius Dhewa Kadju, Maria Krova https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2724 Analisis Kelayakan Usaha Ternak Sapi Potong di Kabupaten Nagekeo 2026-08-11T13:37:07+07:00 Alexandro Rama sandrorama1206@gmail.com Maria Yasinta Luruk a@a.com Morin Mediviani Sol’uf a@a.com Maria Krova a@a.com <p>Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ternak sapi karena didukung ketersediaan padang penggembalaan, kondisi agroekologi yang sesuai, dan budaya beternak masyarakat. Namun, penurunan populasi sapi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa potensi tersebut belum diimbangi pengelolaan usaha yang optimal. Keterbatasan pemeliharaan, penyediaan pakan, reproduksi, kesehatan ternak, dan pemasaran dapat memengaruhi produktivitas, pendapatan, dan kelayakan finansial usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan tunai dan kelayakan usaha ternak sapi di Kabupaten Nagekeo. Penentuan contoh dilakukan melalui <em>purposive sampling</em> pada tingkat kecamatan dan desa/kelurahan berdasarkan populasi ternak dan akses pasar, serta <em>non-proportional random sampling</em> terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis meliputi input-output dan kelayakan usaha menggunakan R/C, B/C, PBP, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan tunai usaha ternak sapi sebesar Rp1.204.115 per tahun, sedangkan pendapatan atas biaya total sebesar Rp18.889.368 per tahun. Perbedaan tersebut disebabkan pendapatan tunai hanya memperhitungkan penerimaan dan biaya yang dibayarkan secara tunai, sedangkan pendapatan atas biaya total mencakup seluruh biaya produksi, termasuk tenaga kerja keluarga dan pakan dari sumber daya sendiri. Nilai R/C sebesar 1,71, B/C 0,71, PBP 2,22 tahun, BEP 0,50 Satuan Ternak, dan BEP rupiah Rp3.609.735 menunjukkan usaha layak secara finansial. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha dapat diarahkan pada peningkatan efisiensi pemeliharaan, penyediaan pakan, pengelolaan biaya, dan pemasaran untuk meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha peternak.</p> 2026-08-14T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Alexandro Rama, Maria Yasinta Luruk, Morin Mediviani Sol’uf, Maria Krova https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2693 Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Kulit Pisang Kepok terhadap Produksi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) 2026-07-27T23:17:33+07:00 Yulia Putri Sarma yuliasarma801@gmail.com Halim Halim haliwu_lim73@yahoo.co.id Abdul Madiki abdul.madiki_faperta@uho.ac.id Andi Nurmas nurmas1956@gmail.com Andi Bahrun andibahrun@yahoo.co.id Dirvamena Boer dirvamenaboer@yahoo.com <p>Tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat karena mengandung berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Upaya peningkatan produksi tanaman tomat dapat dilakukan melalui pemanfaatan pupuk organik cair yang berasal dari bahan organik, salah satunya adalah kulit pisang kepok. Kulit pisang kepok mengandung beberapa unsur hara seperti nitrogen, fosfor, kalium, magnesium dan kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dari kulit pisang kepok terhadap produksi tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Kebun Percobaan II dan Laboratorium Agroteknologi, Unit Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo pada bulan November 2025 sampai Maret 2026. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 4 level, yaitu: Urea 95,2 g/petak, KCl 47,6 g/petak, SP-36 119 g/petak (P0), POC 60 mL L<sup>-1</sup> air (P1), POC 100 mL L<sup>-1</sup> air (P2), dan POC 140 mL L<sup>-1</sup> air (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi jumlah buah total, berat buah basah, bobot buah kering, diameter buah serta produktivitas. Jumlah tanaman sampel pada setiap unit percobaan adalah 3 tanaman. Data hasil pengamatan diuji normalitas dan homogenitasnya terlebih dahulu. Jika data memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas, maka dilanjutkan dengan analisis ragam (ANOVA). Jika nilai F hit lebih besar dari nilai F tabel, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC dari kulit pisang kepok pada dosis 100 mL L<sup>-1</sup> air hasilnya setara dengan dosis 140 mL L<sup>-1</sup> air pada variabel jumlah buah total, berat basah buah, bobot kering buah serta produktivitas tanaman tomat. Produktivitas tertinggi tanaman tomat diperoleh pada perlakuan POC 140 mL L<sup>-1</sup> air (P3), yaitu 27,4 ton ha<sup>-1</sup>.</p> 2026-08-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Yulia Putri Sarma, Halim Halim, Abdul Madiki, Andi Nurmas, Andi Bahrun, Dirvamena Boer