https://codesria.org/contact-us/Jurnal Penelitian Inovatif
https://jurnal-id.com/index.php/jupin
<p><strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti ilmu sains, Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. <strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> dipublikasikan oleh CV Firmos dan terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2808-148X dan E-ISSN : 2808-1366 serta terdaftar di Crossref dengan Prefix DOI : 10.54082. <strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> terakreditasi <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11494" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 5</strong></a> berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia <strong>Nomor 152/E/KPT/2023</strong> (<a href="https://jurnal-id.com/master/akreditasi/Sertifikat-JUPIN-Sinta5.pdf" target="_blank" rel="noopener">Download SK Akreditasi</a>).</p> <p><strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> dipublikasikan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara <em>double blind review</em> oleh mitra bestari. Naskah dapat dimasukkan dalam <strong>BAHASA INDONESIA </strong>maupun <strong>BAHASA INGGRIS. </strong></p> <p><img src="https://jurnal-id.com/master/images/FrontendJUPIN.jpg" /></p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Jurnal Penelitian Inovatif</td> </tr> <tr> <td>Nama Pendek</td> <td>:</td> <td>JUPIN</td> </tr> <tr> <td>Contact Person</td> <td>:</td> <td>085111544445</td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>4 edisi setiap tahun (Februari, Mei, Agustus, dan November)</td> </tr> <tr> <td>Indexing</td> <td>:</td> <td>Sinta, Portal Garuda, Google Scholar, Dimensions, Crossref, ISJD, Moraref, OneSearch, Neliti </td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>10.54082/jupin.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td>2808-148X</td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td>2808-1366</td> </tr> <tr> <td>Author Fees / APC </td> <td>:</td> <td>Rp 500.000,00 </td> </tr> <tr> <td valign="top">Scope</td> <td valign="top">:</td> <td>Penelitian Multidisiplin : Ilmu Sains, Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis </td> </tr> </tbody> </table> <h1>Fokus dan Ruang Lingkup</h1> <p><strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> menerima artikel untuk hasil penelitian maupun <em>literature review</em> berbagai bidang ilmu diantaranya ilmu sains, pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer, dan kesehatan. </p> <p><img src="https://author.my.id/widget/sinta.php?id=11494" width="100%" /></p> <p><iframe style="border: 0;" src="https://author.my.id/widget/statistik.php?sinta=11494&gs=YcZpuaIAAAAJ&sc=2" name="statistik" width="100%" height="250px" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p> <p><iframe style="border: 0px #ffffff none;" src="https://author.my.id/widget/graph-oa.php?issn=2808-1366&warna=f1863b" name="statistik" width="100%" height="550px" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no"></iframe></p>CV Firmosid-IDJurnal Penelitian Inovatif2808-148XBalapan Liar di Kalangan Remaja (Studi Kasus pada Remaja di Kelurahan Muara Komam Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser)
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2542
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pelaksanaan balap liar di kalangan remaja di Kabupaten Paser, Kecamatan Muara Komam, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya aksi balap liar. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>studi kasus</em> yang difokuskan pada remaja di Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari remaja, orang tua, pihak kepolisian, tokoh masyarakat, dan guru, serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses balap liar di kalangan remaja berlangsung secara terstruktur melalui tahapan motivasi dan tujuan, perencanaan dengan persiapan teknis yang matang, proses pelaksanaan, hingga tahap pasca balapan. Selain itu, balap liar dipengaruhi oleh faktor eksternal yang paling dominan seperti lingkungan sosial, teman sebaya, kondisi ekonomi, dan kurangnya pengawasan keluarga. Faktor internal seperti hobi dan minat terhadap dunia otomotif juga turut memperkuat keterlibatan remaja dalam aktivitas tersebut. Balap liar menjadi wadah ekspresi identitas dan solidaritas kelompok di kalangan remaja. Dengan demikian, penanganan fenomena balap liar di Kecamatan Muara Komam tidak cukup hanya melalui pendekatan represif berupa razia dan penindakan hukum. Diperlukan pendekatan preventif yang komprehensif melalui pembinaan remaja secara berkelanjutan, penyediaan wadah kegiatan otomotif yang legal, penguatan pengawasan keluarga, pendidikan keselamatan berlalu lintas, serta yang paling mendesak adalah penyediaan fasilitas sirkuit atau arena balap resmi yang terjangkau dan dapat diakses oleh remaja di wilayah Kecamatan Muara Komam dan sekitarnya</p>Abu Abdullah MuhammadBadruddin Nasir
Hak Cipta (c) 2026 Abu Abdullah Muhammad, Badruddin Nasir
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-252026-06-25632167217810.54082/jupin.2542Studi literatur Analisis ancaman, Risistensi, dan Adaptasi Eksistensi Masyarakat Adat Di Tengah Arus Modernisasi di Indonesia
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2501
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika dan ancaman modernisasi terhadap eksistensi masyarakat adat di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi berfungsi sebagai agen transformasi sosial yang mengubah struktur sosial, sistem nilai, dan pola kehidupan masyarakat adat. Dampak yang ditimbulkan meliputi pergeseran nilai budaya, meningkatnya individualisme, serta melemahnya praktik kolektivitas tradisional. Selain itu, modernisasi juga menghadirkan tekanan struktural melalui pembangunan dan ekspansi ekonomi yang memengaruhi wilayah serta sumber daya masyarakat adat. Namun, masyarakat adat menunjukkan kapasitas resistensi dan adaptasi melalui kearifan lokal, sistem kepercayaan, dan hukum adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernisasi tidak secara langsung menghilangkan eksistensi masyarakat adat, dengan kelihangan akan identitas adat tetapi menciptakan dinamika kompleks antara ancaman dan kemampuan bertahan. Oleh karena itu, keberlangsungan masyarakat adat bergantung pada kemampuan mereka dalam menegosiasikan perubahan sambil mempertahankan identitas budaya, (Nurholis et al., 2025) menemukan bahwa masyarakat mengintegrasikan aturan tradisional (pamali), ritual pelestarian hutan sakral, pendidikan budaya, dan penggunaan teknologi ramah lingkungan secara selektif. Lembaga-lembaga tradisional bertindak sebagai mediator kunci antara tradisi dan modernisasi, memastikan penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Strategi-strategi ini tidak hanya melestarikan identitas budaya tetapi juga memperkuat fungsi ekologis wilayah adat. Temuan ini menyoroti bahwa adaptasi berbasis kearifan lokal dapat secara efektif menanggapi tekanan globalisasi tanpa mengorbankan nilai-nilai inti. Studi ini merekomendasikan pengakuan formal dan dukungan kebijakan untuk sistem pengetahuan adat sebagai modal sosial vital untuk pembangunan berkelanjutan, (Purba kencana & I Wayan Marianta, 2023) perhatian kaum muda terhadap upaya pelestarian budaya sangat terbatas. Banyak dari mereka lebih memilih mengikuti tren saat ini daripada berpartisipasi dalam pelestarian budaya yang merupakan identitas mereka. Situasi ini menyebabkan budaya setiap suku di Indonesia perlahan-lahan punah. Namun, tidak semua kaum muda melupakan peran mereka dalam melestarikan budaya suku mereka. Salah satu contohnya adalah kaum muda suku Dayak Kebahan di Desa Labang, Kalimantan Barat. Sebagai kaum muda suku Dayak Kebahan, mereka dipanggil untuk mengambil bagian dalam pelestarian budaya, sehingga pada penelitian ini menawarkan bahwa peran pemuda sangat penting dalam melestarikan identitas adat disetiap wilayah adat, dengan cara melakukan Pendidikan budaya, dalam hal menceritakan sejarah identitas adat.</p>Selvanus Budiman KasitoSamuel Kriten Stevan SelanYofran Lasarus NgiliLasarus JehamatChristine Erika Meka
Hak Cipta (c) 2026 Selvanus Budiman Kasito, Samuel Kriten Stevan Selan, Yofran Lasarus Ngili, Lasarus Jehamat, Christine Erika Meka
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-232026-06-23632115212410.54082/jupin.2501Analisis Naratif Narasi Heroisme Lionel Messi dalam Konstruksi Berita Piala Dunia 2022 di kompas.com
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2586
<p>Penelitian ini mengkaji narasi heroisme Lionel Messi dalam konstruksi pemberitaan Piala Dunia 2022 di Kompas.com. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan struktur naratif berita serta mengidentifikasi bagaimana narasi heroisme dibangun dalam konteks jurnalisme olahraga di Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan memaparkan fenomena secara mendalam melalui kata-kata tanpa melibatkan pengukuran statistik. Teknik analisis data menggunakan model analisis naratif Tzvetan Todorov yang dimodifikasi oleh Nick Lacey dan Marie Gillespie menjadi lima tahap, yaitu equilibrium, disruption, recognition, attempt to repair, dan new equilibrium. Data penelitian bersumber dari lima artikel Kompas.com yang berkaitan dengan perjalanan Lionel Messi dan Tim Nasional Argentina pada Piala Dunia 2022 di Qatar, periode 22 November hingga 19 Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan Kompas.com konsisten mengadopsi struktur naratif Todorov (modifikasi Nick Lacey dan Marie Gillespie) dalam pemberitaannya. Tahap <em>attempt to repair</em> (upaya perbaikan) menjadi elemen paling dominan ditonjolkan media, sementara tahap <em>equilibrium</em> (keseimbangan awal) dihadirkan sebagai landasan dasar cerita.Temuan ini membuktikan bahwa Kompas.com secara konsisten mengonstruksi narasi heroisme Lionel Messi melalui lima tahap struktur naratif, mulai dari kondisi awal yang stabil hingga tercapainya keseimbangan baru lewat kemenangan Argentina di Piala Dunia 2022. Media massa terbukti tidak sekadar menyampaikan informasi faktual, melainkan aktif menjadi produsen makna yang membentuk citra tokoh melalui seleksi informasi, diksi strategis, dan narasi terstruktur.Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian jurnalisme olahraga di Indonesia, khususnya dalam perspektif analisis naratif media.</p>Fachrur Zulmi SetyawanRr. Pramesthi Ratnaningtyas
Hak Cipta (c) 2026 Fachrur Zulmi Setyawan, Rr. Pramesthi Ratnaningtyas
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-012026-07-01632231224210.54082/jupin.2586Perencanaan Strategis Sistem Informasi dalam Struktur Organisasi Modern di Era Transformasi Digital: Sebuah Systematic Literature Review
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2120
<p>Perkembangan pesat teknologi informasi (TI) telah mengubah cara perusahaan beroperasi secara fundamental, namun banyak organisasi masih menghadapi tantangan besar dalam menyelaraskan struktur tata kelola internal dengan dinamika teknologi yang berubah cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya perencanaan strategis sistem informasi guna memastikan keselarasan yang optimal antara strategi bisnis dan infrastruktur TI dalam struktur organisasi modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan menerapkan protokol PRISMA 2020 melalui analisis sintesis terhadap artikel-artikel ilmiah relevan yang diterbitkan dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Temuan diskusi menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti penyelarasan fungsi TI yang tepat, dukungan manajemen puncak, keterampilan karyawan, budaya organisasi, dan koordinasi antara unit bisnis menjadi penentu utama keberhasilan implementasi strategi sistem informasi. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur manajemen sistem informasi serta memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang struktur tata kelola TI yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada kinerja jangka panjang.</p>Nayla An NasywaIlham Ilham
Hak Cipta (c) 2026 Nayla An Nasywa, Ilham Ilham
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-252026-06-25632195222010.54082/jupin.2120Koordinasi Penanggulangan Pascabencana Gempa Bumi Berbasis Pemerintah Daerah Dan Desa: Analisis Kualitatif Di Desa Cikembang, Kabupaten Bandung, 2024
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2415
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung dan Pemerintah Desa Cikembang dalam penanggulangan pascabencana gempa bumi tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Informan penelitian meliputi pejabat BPBD, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga terdampak. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi berjalan melalui mekanisme rapat evaluasi, pendataan kerusakan rumah, distribusi bantuan, serta pengerahan sumber daya lintas instansi. Disiplin pelaksanaan pedoman tugas berperan penting dalam memastikan ketertiban prosedural, meskipun masih ditemui kendala berupa keterbatasan fleksibilitas desa dalam menyesuaikan arahan teknis, kurangnya alat mitigasi, serta tekanan psikologis masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun struktur koordinasi telah berjalan efektif, adaptasi lokal belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk memperkuat kolaborasi BPBD desa dengan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas desa melalui pelatihan kebencanaan, penyediaan sarana mitigasi, serta pengembangan SOP tingkat desa yang lebih adaptif. Temuan penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual tata kelola bencana di wilayah pedesaan, sekaligus memperkaya literatur kebijakan publik mengenai efektivitas koordinasi antarlembaga dalam konteks keterbatasan kapasitas pemerintah daerah</p>Emi NovarizaWiekal Kirana
Hak Cipta (c) 2026 Emi Novariza, Wiekal Kirana
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-252026-06-25632139215410.54082/jupin.2415Pendapatan dan Kelayakan Usaha Ternak Kambing di Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2445
<p>Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian bertujuan menghitung pendapatan peternak dan menganalisis kelayakan finansial usaha ternak kambing. Penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan sampel melalui dua tahap. Tahap pertama menetapkan empat desa sebagai lokasi penelitian secara bertahap. Tahap kedua menentukan 100 peternak sebagai responden menggunakan teknik pengambilan sampel acak tidak proporsional. Data dianalisis menggunakan analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak memperoleh pendapatan total sebesar Rp8.463.380,70 per tahun, yang terdiri atas pendapatan tunai sebesar Rp1.601.720,35 per tahun dan pendapatan non-tunai sebesar Rp6.861.660,35 per tahun. Usaha ternak kambing memperoleh nilai R/C sebesar 1,45, yang berarti setiap biaya sebesar Rp1,00 menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,45. Nilai B/C sebesar 1,25 menunjukkan bahwa setiap biaya sebesar Rp1,00 menghasilkan manfaat sebesar Rp1,25. Titik impas produksi tercapai pada 0,65 satuan ternak, sedangkan titik impas harga sebesar Rp3.473.583,78 per satuan ternak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha ternak kambing di Kecamatan Amanatun Selatan mampu memberikan pendapatan kepada peternak dan layak dijalankan secara finansial. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi peternak dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pengembangan usaha ternak kambing yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.</p>Stiwi M. SnaeUlrikus R. LoleMaria R. D. RatuAgus A. NalleDavid A. Nguru
Hak Cipta (c) 2026 Stiwi M. Snae, Ulrikus R. Lole, Maria R. D. Ratu, Agus A. Nalle, David A. Nguru
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-232026-06-23632107211410.54082/jupin.2445Pengembangan Multimedia Interaktif Berpendekatan Challenge-Based Learning Berbasis Cerita Rakyat Ni Bawang dan Ni Kesuna untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2582
<p>Rendahnya keterampilan sosial siswa sekolah dasar berdampak pada kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan berinteraksi secara positif dalam pembelajaran. Permasalahan tersebut diperkuat oleh minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif serta pendekatan pembelajaran yang mampu mendukung pengembangan keterampilan sosial secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menganalisis validitas, mengevaluasi kepraktisan, dan menguji efektivitas multimedia interaktif berpendekatan Challenge-Based Learning (CBL) berbasis cerita rakyat <em>Ni Bawang dan Ni Kesuna</em> dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (<em>Research and Development</em>) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 ahli isi pembelajaran, 2 ahli desain pembelajaran, 2 ahli media pembelajaran, 3 siswa pada uji coba perorangan, 9 siswa pada uji coba kelompok kecil, dan 18 siswa kelas II SD Negeri 3 Kampung Anyar pada uji efektivitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan penilaian keterampilan sosial, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif, serta uji <em>paired sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi, yaitu validitas isi sebesar 98,00%, validitas desain pembelajaran 98,75%, validitas media 92,67%, serta tingkat kepraktisan 97,63%, yang seluruhnya berada pada kategori sangat layak. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat peningkatan keterampilan sosial siswa yang signifikan setelah menggunakan multimedia interaktif berpendekatan Challenge-Based Learning. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis cerita rakyat <em>Ni Bawang dan Ni Kesuna</em> layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa sekolah dasar.</p>Putu Wicitra PebrianiI Kadek SuartamaAdrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana
Hak Cipta (c) 2026 Putu Wicitra Pebriani, I Kadek Suartama, Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-092026-07-09632263227410.54082/jupin.2582Pengembangan Multimedia Interaktif Berpendekatan Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bangun Datar Siswa SD Kelas 5
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2583
<p>Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika serta keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang inovatif menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan media pembelajaran yang mampu memfasilitasi pembelajaran aktif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif berpendekatan Problem-Based Learning (PBL) pada materi bangun datar untuk siswa kelas V sekolah dasar serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri atas tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian meliputi ahli isi pembelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, guru, dan siswa kelas V SD Negeri 2 Bungkulan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan memperoleh persentase validitas sebesar 96% dari ahli isi, 95% dari ahli desain pembelajaran, dan 97% dari ahli media dengan kategori sangat baik. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase 95% dari guru serta rata-rata persentase 91% pada uji coba siswa dengan kategori sangat praktis. Selain itu, hasil analisis efektivitas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa multimedia interaktif berpendekatan PBL dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang mendukung pembelajaran matematika yang lebih interaktif, kontekstual, dan berorientasi pada pemecahan masalah.</p>Komang Damar DanuarthaI Made TegehAlexander Hamonangan Simamora
Hak Cipta (c) 2026 Komang Damar Danuartha, I Made Tegeh, Alexander Hamonangan Simamora
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-092026-07-09632255226210.54082/jupin.2583Pengembangan Pembelajaran Online Berbasis Masalah Berbantuan LMS Moodle untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2581
<p>Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya kemampuan siswa dalam menentukan ide pokok teks, dominannya penggunaan metode pembelajaran konvensional, serta belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran digital yang interaktif. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterampilan literasi dan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pembelajaran online berbasis masalah berbantuan Learning Management System (LMS) Moodle pada materi menentukan ide pokok teks untuk siswa kelas IV sekolah dasar serta menguji validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap <em>Analysis, Design, Development, Implementation,</em> dan <em>Evaluation</em>. Subjek penelitian terdiri atas 1 ahli isi pembelajaran, 1 ahli desain pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa pada uji perorangan, 9 siswa pada uji kelompok kecil, serta siswa kelas IV pada uji lapangan. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk memperoleh rata-rata validitas sebesar 95,17% dengan kategori <em>sangat baik</em>, tingkat kepraktisan sebesar 93,89% dengan kategori <em>sangat praktis</em>, serta efektif meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 67,50 menjadi 86,25 (peningkatan 18,75 poin). Dengan demikian, pembelajaran online berbasis masalah berbantuan LMS Moodle layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi model Problem Based Learning dengan LMS Moodle dalam satu sistem pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk materi menentukan ide pokok teks, sehingga tidak hanya menghasilkan media digital, tetapi juga menyediakan lingkungan belajar yang mendukung aktivitas pemecahan masalah secara terstruktur dan interaktif</p>I Putu Artha Widya SuputraI Made TegehDesak Putu Parmiti
Hak Cipta (c) 2026 I Putu Artha Widya Suputra, I Made Tegeh, Desak Putu Parmiti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-092026-07-09632275228810.54082/jupin.2581Pemetaan Tren Penelitian Pembelajaran Berbasis Pengalaman dalam Pendidikan Orang Dewasa (2015–2025): Tinjauan Literatur Sistematis dan Analisis Bibliometrik
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2531
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perkembangan penelitian mengenai pembelajaran berbasis pengalaman (experience-based learning/EBL) dalam konteks pendidikan orang dewasa selama periode 2015–2025. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang dipadukan dengan analisis bibliometrik. Pengumpulan literatur dilakukan melalui pencarian terstruktur pada basis data Scopus dan Google Scholar menggunakan perangkat lunak Publish or Perish versi 8.11.4844, dengan jumlah awal 258 artikel. Setelah melalui tahapan seleksi mengikuti pedoman PRISMA 2020, diperoleh 190 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data bibliometrik selanjutnya dianalisis dan divisualisasikan menggunakan VOSviewer versi 1.6.20 untuk memetakan struktur intelektual dan perkembangan temporal tema penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa kata kunci <em>"experience"</em> menempati posisi paling sentral dalam jaringan penelitian dengan keterkaitan erat terhadap <em>"learning"</em>, <em>"study"</em>, dan <em>"co-design"</em>. <em>Overlay visualization</em> mengungkapkan bahwa tema <em>co-design</em> muncul lebih awal, sementara <em>learning</em> dan <em>study</em> berkembang lebih pesat pada periode publikasi terkini. <em>Density visualization</em> menunjukkan bahwa konsep pengalaman memiliki intensitas tertinggi sebagai fondasi utama kajian EBL. Tinjauan literatur sistematis mengonfirmasi keefektifan EBL dalam berbagai konteks pendidikan orang dewasa, meliputi pendidikan tinggi, pelatihan profesional, dan pendidikan kesehatan. Temuan penelitian ini menawarkan referensi berbasis bukti dalam pengembangan kurikulum pendidikan orang dewasa serta mengidentifikasi kebutuhan penelitian empiris di masa mendatang guna mengatasi kesenjangan pada aspek kolaborasi dan penerapan EBL.</p>Rubi Olivia Nuroktaviani YusupAsyifa NuramaliaNurlaela Hamidah
Hak Cipta (c) 2026 Rubi Olivia Nuroktaviani Yusup, Asyifa Nuramalia, Nurlaela Hamidah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-232026-06-23632071208610.54082/jupin.2531Pengaruh Kecerdasan Emosi Dengan Media Social Escapism pada Generasi Z
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2616
<p>Perkembangan teknologi digital telah menjadikan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan Generasi Z. Selain digunakan untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, media sosial juga sering dimanfaatkan sebagai sarana pelarian dari tekanan psikologis atau <em>social media escapism</em>. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi kecenderungan tersebut adalah kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosi terhadap <em>social media escapism</em> pada Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental dan melibatkan 184 partisipan Generasi Z. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kecerdasan emosi dan skala <em>social media escapism</em> yang telah memenuhi kriteria reliabilitas yang baik. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap <em>social media escapism</em> (β = -0,754; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,569) menunjukkan bahwa kecerdasan emosi mampu menjelaskan 56,9% variasi <em>social media escapism</em>. Temuan ini menunjukkan bahwa individu dengan kecerdasan emosi yang lebih tinggi cenderung lebih mampu mengelola emosi dan menghadapi tekanan secara adaptif sehingga tidak bergantung pada media sosial sebagai sarana pelarian.</p>Pavel Ben Gurion DienAndrew VerianAli Muhaimin SiregarUntung Subroto
Hak Cipta (c) 2026 Pavel Ben Gurion Dien, Andrew Verian, Ali Muhaimin Siregar, Untung Subroto
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-102026-07-10632297230610.54082/jupin.2616Pemetaan Tren Riset Self-Directed Learning dalam Pendidikan Orang Dewasa: Analisis Bibliometrik
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2516
<p>Meski studi <em>self-directed learning</em> (SDL) dalam pendidikan orang dewasa terus meningkat, literaturnya masih terfragmentasi dan belum terpetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan memetakan tren dan tema krusial SDL pada bidang tersebut melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis dan analisis bibliometrik. Menggunakan protokol PRISMA, data dikumpulkan pada 16 Desember 2025 dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Dari 145 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 30 artikel final yang memenuhi kriteria kelayakan untuk dianalisis. Pemetaan visual hubungan antarkata kunci dan dinamika tren diolah menggunakan perangkat lunak VOSviewer lewat teknik <em>co-occurrence</em>. Hasil analisis menunjukkan bahwa diskursus SDL masih berpusat pada domain kemandirian, regulasi diri, pembelajaran orang dewasa, dan pengembangan model instruksional. Visualisasi bibliometrik juga merekam lonjakan atensi terhadap urgensi SDL dalam ekosistem pembelajaran daring selama pandemi COVID-19 (periode 2020–2022). Selain itu, riset ini mengidentifikasi celah (<em>research gap</em>) potensial untuk studi masa depan, seperti penerapan SDL pada jalur nonformal, integrasi teknologi edukasi, dan kajian lintas budaya yang saat ini masih minim. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai arah perkembangan riset SDL sekaligus menjadi fondasi bagi studi selanjutnya.</p>Khaerunnisa Salsabila WelhilminaSabiyan Putra RamdaniNurlaea Hamidah
Hak Cipta (c) 2026 Khaerunnisa Salsabila Welhilmina, Sabiyan Putra Ramdani, Nurlaea Hamidah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-232026-06-23632061207010.54082/jupin.2516Pengembangan Video Pembelajaran Interaktif Berpendekatan Kontekstual Materi Nilai Pancasila untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2591
<p>Kurangnya kepatuhan terhadap tata tertib di kalangan peserta didik kelas IV SD Negeri 3 Baluk dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila melatarbelakangi pelaksanaan riset ini. Persoalan tersebut dipicu oleh terbatasnya pemanfaatan sarana pembelajaran yang bersifat kontekstual serta inovatif. Riset ini diaplikasikan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan alur perancangan dan pembentukan video edukasi interaktif yang mengintegrasikan prinsip kontekstual, (2) menguji derajat validitas dari sarana yang dikembangkan, (3) memvalidasi aspek praktis media, serta (4) mendeteksi efektivitas pemanfaatan produk dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian pengembangan (Research and Development) yang mengadopsi kerangka model ADDIE, yang melingkupi fase Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek yang dilibatkan dalam pengujian produk ini terdiri atas dua orang ahli materi, seorang pakar desain instruksional, seorang ahli media pembelajaran, serta seluruh peserta didik kelas IV SD Negeri 3 Baluk. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif serta uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran interaktif memperoleh tingkat validitas sangat tinggi, dengan skor 98% dari ahli materi, 100% dari ahli desain, dan 100% dari ahli media. Tingkat kepraktisan mencapai 100% pada uji perorangan dan 97,1% pada uji kelompok kecil. Selain itu, media terbukti efektif meningkatkan kedisiplinan siswa yang berjumlah 12 orang, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 62,92 (pretest) menjadi 86,83 (posttest). Analisis inferensial menggunakan paired sample t-test membuahkan angka signifikansi 0,000 (< 0,05), yang menegaskan adanya kesenjangan sebelum dan sesudah intervensi dilakukan. Melalui temuan ini, disimpulkan bahwa produk video pembelajaran interaktif berpendekatan kontekstual ini telah memenuhi syarat valid, praktis, dan efektif sehingga sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran yang mendukung pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila serta meningkatkan kedisiplinan siswa sekolah dasar.</p>Ni Kade Ayu PebriyaniI Made TegehAlexander Hamonangan Simamora
Hak Cipta (c) 2026 Ni Kade Ayu Pebriyani, I Made Tegeh, Alexander Hamonangan Simamora
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-102026-07-10632307231610.54082/jupin.2591Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2584
<p>Pemahaman konsep IPA siswa sekolah dasar pada materi perubahan wujud benda masih tergolong rendah karena materi bersifat abstrak dan penggunaan media pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif berbasis kontekstual pada materi perubahan wujud benda untuk siswa kelas IV sekolah dasar serta menguji validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (<em>Research</em> and <em>Development</em>) yang menggunakan model ADDIE (<em>Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation</em>). Subjek penelitian terdiri atas 1 ahli isi, 1 ahli desain pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa pada uji perorangan, 9 siswa pada uji kelompok kecil, dan 30 siswa pada tahap implementasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbasis kontekstual memperoleh persentase validitas sebesar 94% dari ahli isi, 96% dari ahli desain pembelajaran, dan 94% dari ahli media dengan kategori sangat baik. Hasil uji kepraktisan memperoleh persentase sebesar 96% dari guru, 91% pada uji perorangan, dan 91,11% pada uji kelompok kecil dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest siswa. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis kontekstual yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV sekolah dasar.</p>Ni Putu Enik Pransisca PutriI Gde Wawan SudathaAdrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana
Hak Cipta (c) 2026 Ni Putu Enik Pransisca Putri, I Gde Wawan Sudatha, Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-102026-07-10632289229610.54082/jupin.2584Analisis Tekno-Ekonomi Kelayakan Jaringan 4G LTE di Wilayah Perbatasan Kepulauan Anambas
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2534
<p>Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan wilayah perbatasan berkategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Provinsi Kepulauan Riau yang sebagian wilayahnya masih mengalami <em>blankspot</em> dan sinyal lemah. Penelitian ini menganalisis kelayakan tekno-ekonomi penggelaran jaringan 4G LTE di wilayah tersebut melalui perencanaan cakupan, analisis kapasitas, kelayakan finansial, dan analisis sensitivitas. Perencanaan cakupan menggunakan model propagasi COST-231 Hata pada frekuensi 1800 MHz, sedangkan kelayakan finansial dievaluasi melalui Net Present Value (NPV), Return on Investment (ROI), dan payback period selama lima tahun. Asumsi utama yang digunakan mencakup tingkat adopsi 42 persen, bandwidth 10 MHz, dan periode evaluasi lima tahun. Hasil menunjukkan bahwa untuk mencakup wilayah seluas 590 km<sup>2</sup> dibutuhkan radius sel 1,90 km dan 19 site eNodeB, dengan total kapasitas jaringan 912 Mbps yang melampaui kebutuhan puncak 228 Mbps. Secara finansial, pada ARPU Rp 43.400 per bulan penggelaran menghasilkan NPV negatif sebesar Rp 43,24 miliar dan ROI -69,8%. Analisis sensitivitas menunjukkan NPV baru mencapai titik impas pada ARPU sekitar Rp242.000 per bulan, jauh di atas daya beli masyarakat setempat. Temuan ini menegaskan bahwa pemerataan akses telekomunikasi di pulau perbatasan terpencil tidak dapat diserahkan pada mekanisme komersial murni, melainkan memerlukan dukungan skema subsidi pemerintah.</p>Lia HafizaReni Dyah WahyuningrumAisyah NovfitriSeshariana Rahma MelatiPutri Rahmawati
Hak Cipta (c) 2026 Lia Hafiza, Reni Dyah Wahyuningrum, Aisyah Novfitri, Seshariana Rahma Melati, Putri Rahmawati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-252026-06-25632125213810.54082/jupin.2534Evaluasi Efektivitas Automasi FAQ Berbasis WhatsApp dalam Wadah Kritik dan Saran di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2526
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas automasi FAQ berbasis <em>WhatsApp</em> dalam wadah kritik dan saran di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian berjumlah 3 orang yang terdiri atas admin/pengelola sistem, pimpinan instansi, dan masyarakat/pengguna layanan yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan pengujian chatbot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa automasi FAQ berbasis <em>WhatsApp</em> cukup efektif dalam mendukung pelayanan publik melalui peningkatan kecepatan respons, kemudahan akses informasi, dan pengurangan beban kerja admin dalam menangani pertanyaan yang berulang. Penggunaan <em>WhatsApp</em> sebagai media pelayanan juga dinilai praktis dan mudah digunakan oleh masyarakat. Meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan jawaban otomatis terhadap pertanyaan di luar database FAQ dan ketergantungan pada jaringan internet, sistem dinilai mampu mendukung pelayanan kritik dan saran secara lebih efektif dan efisien. Penelitian ini menunjukkan bahwa automasi FAQ berbasis <em>WhatsApp</em> berpotensi menjadi inovasi pelayanan publik berbasis digital yang dapat meningkatkan kualitas komunikasi antara instansi pemerintah dan masyarakat.</p>Owen Handrian FadjriMuaz Al AminSriani Sriani
Hak Cipta (c) 2026 Owen Handrian Fadjri, Muaz Al Amin, Sriani Sriani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-232026-06-23632051206010.54082/jupin.2526Risk Management Strategies for Occupational Safety in Ammonia Production
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2549
<p>Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek mendasar dalam kegiatan industri karena memainkan peran penting dalam melindungi pekerja dari potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Tingginya tingkat risiko operasional, terutama di industri yang melibatkan penggunaan mesin, energi, dan bahan kimia, menuntut penerapan sistem manajemen K3 yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penerapan K3 dalam meningkatkan keselamatan di tempat kerja dan mengurangi risiko kecelakaan di lingkungan industri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka terhadap berbagai peraturan, standar keselamatan, dan praktik penerapan K3 di sektor industri. Temuan menunjukkan bahwa penegakan peraturan K3, peningkatan pelatihan dan kesadaran pekerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengelolaan bahan kimia berbahaya, serta manajemen risiko yang sistematis merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Penerapan budaya keselamatan yang konsisten tidak hanya mengurangi kecelakaan di tempat kerja tetapi juga meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan keberlanjutan korporat. Oleh karena itu, implementasi K3 yang komprehensif merupakan kebutuhan strategis dalam mendukung operasi industri yang aman dan berkelanjutan.</p>Riny Yolandha ParapatBunga Pertiwi Triani PutriChristopher Febrian Hilman
Hak Cipta (c) 2026 Riny Yolandha Parapat, Bunga Pertiwi Triani Putri, Christopher Febrian Hilman
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-252026-06-25632155216610.54082/jupin.2549Penggunaan Metoda Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk Pengukuran Kinerja Divisi IT Support PT. MA
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2569
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja divisi IT <em>support</em> pada PT. MA dengan menerapkan metode <em>Analytic Hierarchy Process</em> (AHP) serta pendekatan <em>IT Balanced Scorecard</em> (IT BSC). Evaluasi kinerja divisi IT <em>support</em> diperlukan untuk meningkatkan layanan TI dan menciptakan keselarasan antara TI dengan bisnis. Penelitian ini menggunakan data internal perusahaan, wawancara, dan kuesioner untuk mengumpulkan data, dengan top level manajemen PT. MA sebagai responden. Pengambilan data penelitian melalui data internal perusahaan, wawancara dan kuesioner. Dikarenakan tidak ada pengukuran kinerja layanan TI untuk kebutuhan manajemen puncak, <em>top level </em>manajemen PT. MA dijadikan responden dalam pengambilan data kuesioner untuk pengukuran kinerja. Data dianalisis dengan menerapkan metode AHP. Perolehan pengukuran kinerja menunjukkan bahwa divisi support PT. MA memiliki nilai kinerja sebesar 2,613, yang menunjukkan bahwa kinerja divisi IT <em>support</em> berada pada tingkat yang cukup baik. Penelitian ini dapat membantu dalam meningkatkan kinerja divisi IT <em>support</em> dan pengembangan TI di masa depan, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan kinerja divisi IT <em>support</em>.</p>Umbar RiyantoSri WahyuningsihNurhayati Nurhayati
Hak Cipta (c) 2026 Umbar Riyanto, Sri Wahyuningsih, Nurhayati Nurhayati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-012026-07-01632221223010.54082/jupin.2569Pengembangan Sistem Informasi Absensi Peserta Kerja Praktik Berbasis Web dengan Metode Prototyping di Dinas Perpustakaan Sumatera Utara
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2550
<p>Tata kelola administrasi bagi mahasiswa yang menjalankan Kerja Praktik (KP) pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara masih menemui hambatan efisiensi. Permasalahan utamanya bersumber dari pencatatan kehadiran, pengolahan izin, hingga kalkulasi insentif bulanan yang mengandalkan lembar kerja spreadsheet konvensional. Pola ini memicu kerentanan berupa manipulasi data absensi, keterlambatan pelaporan, dan peningkatan beban kerja bagi pamong instansi. Merespons kendala tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi absensi peserta Kerja Praktik berbasis web untuk mendigitalisasi proses administrasi dan pengelolaan kehadiran secara lebih efektif. Model pengembangan sistem menggunakan metode Prototyping dengan memanfaatkan repositori open-source GitHub yang dipilih karena menyediakan fitur absensi yang sesuai dengan kebutuhan dasar sistem sehingga dapat mempercepat proses pengembangan melalui pendekatan software reuse. Tahapan kustomisasi meliputi restrukturisasi hak akses pengguna (konversi peran karyawan menjadi peserta KP), rekayasa modul cuti menjadi izin harian, serta pengalihan output slip gaji menjadi rekapitulasi insentif. Pengujian sistem dilakukan menggunakan Black Box Testing terhadap seluruh modul utama yang mencakup fitur autentikasi, absensi, perizinan, pengelolaan data peserta, dan rekapitulasi insentif untuk memvalidasi fungsionalitas sistem dan integrasi basis data. Hasil pengujian menunjukkan seluruh skenario pengujian berhasil dijalankan sesuai fungsi yang dirancang dengan tingkat keberhasilan mencapai 100%. Implementasi sistem memungkinkan proses pencatatan kehadiran, pengelolaan izin, dan rekapitulasi insentif dilakukan secara terpusat sehingga membantu meningkatkan efisiensi administrasi, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, serta mempermudah proses pelaporan bagi pamong instansi.</p>Aditya Rifki Fauzan GintingArdiansyah Ardiansyah
Hak Cipta (c) 2026 Aditya Rifki Fauzan Ginting, Ardiansyah Ardiansyah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-232026-06-23632087209610.54082/jupin.2550Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pupuk Hijau terhadap Produksi Jagung Manis dan Kacang Tanah pada Sistem Tumpangsari
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2572
<p>Jagung dan kacang tanah merupakan tanaman pangan penting di Indonesia dan umumnya ditanam dalam sistem monokultur dan tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fungi mikoriza arbuskul dan pupuk hijau terhadap produksi jagung manis dan kacang tanah pada sistem tumpangsari. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dalam rancangan faktorial. Faktor pertama adalah propagul fungi mikoriza arbuskula (FMA), dengan empat tingkatan: tanpa FMA (M<sub>0</sub>), FMA 10 g/lubang tanam (M<sub>1</sub>), FMA 20 g/lubang tanam (M<sub>2</sub>), dan FMA 30 g/lubang tanam (M<sub>3</sub>). Faktor kedua adalah pupuk hijau, yang terdiri dari tiga tingkatan: tanpa pupuk hijau (P<sub>0</sub>), pupuk hijau 4,59 kg/petak (P<sub>1</sub>), dan pupuk hijau 9,18 kg/petak (P<sub>2</sub>). Variabel yang diamati untuk tanaman jagung adalah: diameter tongkol, jumlah biji per baris, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, produktivitas. Variabel yang diamati untuk tanaman kacang tanah adalah: jumlah polong total, jumlah polong berisi, jumlah biji, bobot kering 100 biji, dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas tertinggi tanaman jagung dan kacang tanah diperoleh pada perlakuan FMA 30 g/lubang tanam (M<sub>3</sub>) masing-masing sebesar 10,61 ton ha<sup>-1</sup> dan 1,19 ton ha-<sup>1</sup>. Perlakuan pupuk hijau terbaik diperoleh pada dosis 20 ton ha<sup>-1</sup> (P<sub>2</sub>) dengan tingkat produktivitas tanaman jagung dan kacang tanah masing-masing sebesar 11,20 ton ha<sup>-1</sup> dan 1,39 ton ha<sup>-1</sup>. Interaksi antara fungi mikoriza arbuskula 20 g/lubang tanam dengan pupuk hijau 20 ton ha<sup>-1</sup> (M<sub>2</sub>P<sub>2</sub>) menghasilkan jumlah polong terbaik, yaitu 31,78 polong.</p>Halim HalimMakmur Jaya ArmaMuhidin MuhidinFransiscus Suramas Rembon
Hak Cipta (c) 2026 Halim Halim, Makmur Jaya Arma, Muhidin Muhidin, Fransiscus Suramas Rembon
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-232026-06-23632097210610.54082/jupin.2572Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Cogreg, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2536
<p>Keberagaman litologi yang terekam di Daerah Cogreg, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat mengindikasikan adanya lingkungan pengendapan yang beragam sehingga memerlukan kajian lebih detail terkait rekonstruksi sejarah geologi. Penelitian ini bertujuan guna memahami mekanisme dan rekonstruksi sejarah pengendapan di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan berupa analisis stratigrafi yang mencakup observasi lapangan dan analisis laboratorium. Observasi lapangan berupa pengamatan litologi dan pengukuran profil stratigrafi yang diambil langsung di lapangan. Observasi lapangan dilakukan pada 120 titik pengamatan yang tersebar di daerah penelitian. Analisis laboratorium meliputi analisis petrologi dan paleontologi. Dari hasil observasi tersebut di ambil 4 sampel batuan terpilih untuk analisis paleontologi dan 5 sampel batuan untuk analisis petrografi. Hasil analisis laboratorium kemudian diintegrasikan untuk memperoleh gambaran seharah geologi melalui analisis stratigrafi. Berdasarkan analisis stratigrafi, daerah penelitian tersusun atas Formasi Jampang (Tomj), Formasi Pamutuan (Tmpl) dan Formasi Bentang (Tmb). Formasi Jampang (Tomj) yang terdiri dari litologi breksi fragmen andesit dan tuff. Kemudian, Formasi Pamutuan (Tmpl) yang tersusun atas litologi batugamping terumbu dan batugamping klastik. Formasi paling muda adalah Formasi Bentang (Tmb) yang tersusun oleh litologi berupa batupasir gampingan. Sejarah geologi daerah penelitian dapat dibagi kedalam lima fase berdasarkan urutan skala waktu geologi. Fase pertama ditandai oleh terbentuknya Formasi Jampang (Tomj) saat Kala Oligosen Akhir hingga Miosen Awal terbentuk dari material vulkanik yang dikontrol oleh aktivitas vulkanisme. Fase kedua yaitu pada Kala Miosen Tengah terendapkan Formasi Pamutuan (Tmpl) secara selaras di atas Formasi Jampang (Tomj) terjadi akibat adanya proses kenaikan muka air laut atau transgresi. Fase ketiga yaitu pada Kala Miosen Akhir hingga Pliosen terendapkan Formasi Bentang (Tmb) yang tidak selaras diatas Formasi Pamutuan (Tmpl) terjadi akibat penurunan muka air laut atau regresi. Selanjutnya, fase keempat pada Pleistosen terjadi fase tektonik kompresi yang mempengaruhi daerah penelitian sehingga terbentuk struktur dengan arah tegasan orde II. Fase kelima terjadi pada Kala Resen yang mana semua formasi yang telah terendapkan dan mengalami proses pengangkatan (deformasi) dan erosi yang berkelanjutan sehingga membentuk relief permukaan dan bentang alam saat ini.</p>Putri CaswikaBudhi SetiawanYogie Zulkurnia Rochmana
Hak Cipta (c) 2026 Putri Caswika, Budhi Setiawan, Yogie Zulkurnia Rochmana
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-252026-06-25632179219410.54082/jupin.2536Kombinasi Posisi Semi-Fowler dan Pursed Lip Breathing untuk Memperbaiki Status Pernapasan pada Pasien ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) dengan Pola Napas Tidak Efektif: Studi Kasus
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2597
<p class="Abstrak"><em><span lang="IN">ST-Elevation Myocardial Infarction</span></em><span lang="IN"> (STEMI) merupakan kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular akibat oklusi total arteri koroner yang dapat menyebabkan gangguan perfusi miokard dan status pernapasan. Penurunan fungsi ventrikel kiri pada pasien STEMI dapat memicu kongesti paru sehingga menimbulkan sesak napas dan pola napas tidak efektif. Posisi <em>Semi-Fowler </em>dan <em>Pursed Lip Breathing</em> merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat meningkatkan ventilasi dan oksigenasi. <strong><span style="font-weight: normal;">Tujuan:</span></strong> Mendeskripsikan penerapan kombinasi posisi <em>Semi-Fowler </em>dan <em>Pursed Lip Breathing</em> untuk memperbaiki status pernapasan pada pasien STEMI dengan pola napas tidak efektif. <strong><span style="font-weight: normal;">Metode:</span></strong> Penelitian menggunakan desain <strong><span style="font-weight: normal;">studi kasus deskriptif pada dua pasien</span></strong> STEMI dengan diagnosis keperawatan pola napas tidak efektif. Intervensi diberikan selama 10–15 menit, dua kali sehari selama tiga hari. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran saturasi oksigen (SpO₂) dan frekuensi pernapasan (<em>respiratory rate</em>/RR) sebelum dan sesudah intervensi. <strong><span style="font-weight: normal;">Hasil:</span></strong> Selama tiga hari observasi, <strong><span style="font-weight: normal;">kedua pasien</span> </strong><strong><span style="font-weight: normal;">menunjukkan kecenderungan perbaikan status pernapasan</span></strong><strong>,</strong> yang ditandai dengan peningkatan saturasi oksigen dari 96% menjadi 98% serta penurunan frekuensi pernapasan dari 20–24 kali per menit menjadi 16–20 kali per menit setelah intervensi. <strong><span style="font-weight: normal;">Kesimpulan:</span></strong> Pada <strong><span style="font-weight: normal;">dua pasien dalam studi kasus ini</span></strong>, kombinasi posisi <em>Semi-Fowler </em>dan <em>Pursed Lip Breathing</em> menunjukkan potensi memperbaiki status pernapasan melalui peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi pernapasan. Temuan ini masih terbatas pada studi kasus, namun kombinasi intervensi tersebut <strong><span style="font-weight: normal;">berpotensi menjadi alternatif tindakan keperawatan nonfarmakologis</span></strong> dalam membantu penatalaksanaan pasien STEMI dengan pola napas tidak efektif.</span></p>Muhammad Fahrul FarizqiIndah Dwi Pratiwi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Fahrul Farizqi, Indah Dwi Pratiwi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-102026-07-10632317232410.54082/jupin.2597Studi In-Silico Senyawa Sesquiterpen Famili Zingiberaceae Sebagai Kandidat Antikanker Serviks Dengan Target Protein Vaccinia H-1 Related Phosphatase (VHR)
https://jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2556
<p>Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Kanker ini disebabkan oleh infeksi <em>Human Papilomavirus</em> (HPV) yang menyebabkan proliferasi sel tidak terkendali pada daerah serviks. Penggunaan obat-obatan sintetik secara terus menerus dapat menyebabkan efek samping toksik, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbasis senyawa alam. Famili <em>Zingiberaceae</em> diketahui memiliki kandungan senyawa sesquiterpen yang memiliki bioaktivitas sebagai antikanker. Protein <em>Vaccinia H-1 Related Phosp</em><em>h</em><em>atase</em> (VHR) berperan dalam proliferasi sel kanker sehingga penghambatannya dapat mengurangi pertumbuhan sel kanker serviks dan dipilih sebagai target <em>molecular docking</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi lima senyawa sesquiterpen (curcumenol, zerumbone, humulene, germacrene B, α-copaene) sebagai kandidat antikanker serviks melalui metode <em>molecular docking</em> menggunakan AutoDock Vina dengan topotecan sebagai kontrol positif. <em>Molecular docking</em> dengan parameter <em>binding affinity</em>, struktur protein dimodelkan menggunakan Swiss-Model dan visualisasi dilakukan menggunakan <em>Discovery Studio</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curcumenol memiliki <em>binding affinity</em> paling rendah di antara senyawa sesquiterpen (-4,9 kkal/mol), diikuti zerumbone (-4,5 kkal/mol), dengan selisih hanya 0,5 kkal/mol dari topotecan (-5,4 kkal/mol). Seluruh senyawa sesquiterpen memiliki prediksi <em>Human Intestinal Absorption</em> (HIA) yang lebih tinggi (97,13–100%) dibandingkan topotecan (95,34%). Berdasarkan <em>binding affinity</em> dan HIA, curcumenol dan zerumbone berpotensi sebagai kandidat antikanker serviks pada tahap <em>in silico</em>. Penelitian ini menunjukkan pendekatan <em>molecular docking</em> dapat digunakan sebagai tahap awal penemuan kandidat antikanker sebelum dilakukan validasi lebih lanjut.</p>Naila Arum RifkianaIsvina Unai ZahroyaAmbarwati Ambarwati
Hak Cipta (c) 2026 Naila Arum Rifkiana, Isvina Unai Zahroya, Ambarwati Ambarwati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-092026-07-09632243225410.54082/jupin.2556