Pengembangan Dew Point Hygrometer Sederhana dengan Metode R&D untuk Praktikum Kelembaban Udara di Laboratorium Fisika Dasar Universitas Negeri Semarang
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.1922Kata Kunci:
Dew Point Hygrometer, Kelembaban Udara, Praktikum Fisika Dasar, RnD, ValiditasAbstrak
Alat ukur kelembaban udara tersedia dalam beberapa jenis mulai perangkat elektronik modern hingga alat sederhana berbasis prinsip fisika dasar. Keberadaan peralatan yang mudah diakses, mudah digunakan, ekonomis, dan tetap memberikan hasil pengukuran yang akurat menjadi kendala terutama untuk mendukung praktikum mahasiswa, sehingga diperlukan pengembangan alat sesuai kriteria tersebut. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu membuat rancang bangun dew point hygrometer sederhana. Alat ini tidak hanya memperkenalkan prinsip fisika di balik pengukuran kelembaban udara namun juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses titik embun dan pengukuran kelembaban udara secara praktis, sehingga diharapkan dapat menjadi media pembelajaran efektif mendukung pembentukan keterampilan proses mahasiswa. Metode yang digunakan adalah R&D atau Research and Development yaitu metode penelitian bertujuan menghasilkan suatu produk. Langkah metode R&D meliputi identifikasi masalah, studi literatur, perencanaan desain produk, pengembangan prototype, uji coba dan validasi, evaluasi dan penyempurnaan alat, sehingga percobaan kelembaban udara dapat menghasilkan data kelembaban relatif yang signifikan. Data percobaan yang dihasilkan selanjutnya dianalisa dan dievaluasi, kemudian dilakukan proses pengembangan peralatan menjadi lebih efektif untuk menghasilkan validitas data yang lebih baik . Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi berupa keefektifan peralatan dew point hygrometer dengan keadaan lingkungan sesungguhnya. Uji efektifitas dilakukan dengan memberikan angket kepada 40 mahasiswa praktikan yang sebelumnya telah melakukan percobaan kelembaban udara menggunakan alat sling hygrometer di laboratorium Fisika Dasar. Dari angket tersebut diperoleh nilai efektifitas 89,38% sedangkan akurasi data yang dihasilan dari dew point hygrometer sederhana dibandingkan dengan thermohygrometer digital adalah 88,75%. Tingkat validitas yang diperoleh yakni 98,68 % atau ketidaksesuaian alat tersebut mencapai 1,32%.
Referensi
Ahdila, A. I., Masykuri, M., & Hastuti, D. B. (2022). EFEKTIVITAS PEMANFAATAN LABORATORIUM DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA NEGEI 2 BOYOLALI. https://doi.org/10.20961/jpkim.v11i2.63552
Alduchov, O. A. , & E. R. E. (1996). Improved Magnus Form Approximation of Saturation Vapor Pressure. Journal of Applied Meteorology. https://doi.org/10.1175/1520-0450(1996)035<0601:IMFAOS>2.0.CO;2
Amalia, A., Fajrin, H. R., & Wibowo, A. S. (2020). Thermohygrometer Dengan Penyimpanan Data Untuk Monitoring Kamar Bedah. Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia, 2(1). https://doi.org/10.18196/mt.020115
Ariesta, R. (2011). Pengembangan Perangkat Perkuliahan Kegiatan Laboratorium Fisika Dasar Ii Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Kerja Ilmiah Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 7(1), 62–68. https://doi.org/10.15294/jpfi.v7i1.1072
Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik / Suharsimi Arikunto (14 ed.). Rineka Cipta.
Fadholi, A. (2013). Pemanfaatan Suhu Udara dan Kelembaban Udara dalam Persamaan Regresi untuk Simulasi Predikdi Total Hujan Bulanan di Pangkalpinang. Jurnal CAUCHY, 3, 1–9.
Gomez-del Rio, T., & Rodriguez, J. (2022). Design and assessment of a project-based learning in a laboratory for integrating knowledge and improving engineering design skills. Education for Chemical Engineers, 40, 17–28. https://doi.org/10.1016/j.ece.2022.04.002
Lawrence, M. G. (2005). The relationship between relative humidity and the dewpoint temperature in moist air: A simple conversion and applications. Bulletin of the American Meteorological Society, 86(2), 225–233. https://doi.org/10.1175/BAMS-86-2-225
Manual book Bacharach Sling Psychrometer. (2017). Sling Psychrometer Configuration, Operation, Maintenance. https://www.instrumart.com/assets/Bacharach-Sling-Psychrometer-manual.pdf?srsltid=AfmBOorjHSHmk_ayyR6GO_tFR8yPaBmuzZBEygMaHJiEzum-ffYwqQBY
Nur Raina Novianti. (2011). KONTRIBUSI PENGELOLAAN LABORATORIUM DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN.
Okpatrioka. (2023). ResearchAnd Development (R&D) Penelitian yang Inovatif dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 1, 86–100.
Putera, A. P., & Toruan, K. L. (2016). Rancang Bangun Alat Pengukur Suhu, Kelambaban dan Tekanan Udara Portable Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 16.
Rahayu Kariadinata ; Maman Abdurahman. (2012). Dasar-Dasar Statistik Pendidikan. CV Pustaka Setia.
Rosdiani, D., & Erlin, E. (2022). ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LABORATORIUM IPA SEBAGAI SARANA PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI METODE EKSPERIMEN. Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi, 10(1), 25. https://doi.org/10.25157/jpb.v10i1.7447
Simbolon, R. C. (2021). UJI PRODUKTIVITAS MESIN PENGERING BIJI KOPI DENGAN KONTROL TEMPERATUR RUANG PENGERING KAPASITAS 10KG/PROSES. Dalam JURNAL ENGINEERING DEVELOPMENT (Vol. 1, Nomor 1). https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/edev
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Wirdaliza, & Wildian. (2013). RANCANG BANGUN MODUL ALAT UKUR KELEMBABAN DAN TEMPERATUR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 DENGAN SENSOR HSM-20G Wirdaliza, Wildian. Jurnal Fisika Unand, 2(1), 54–63.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Natalia Erna Setyaningsih, Agus Nu'man, Rodhotul Muttaqin, Aulia Silvina Anandita

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



