Karakteristik Korban Kekerasan Seksual Yang Diperiksa di Rumah Sakit Tingkat II Bhayangkara Jayapura Periode 2020-2024
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.1948Kata Kunci:
Kekerasan Seksual, Kedokteran Forensik, Karakteristik Korban, JayapuraAbstrak
Kekerasan seksual masih menjadi masalah serius di Papua dan memerlukan dukungan data medis forensik untuk kepentingan penegakan hukum dan perlindungan korban. Informasi mengenai karakteristik korban kekerasan seksual yang diperiksa di fasilitas kesehatan forensik di Papua masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik korban kekerasan seksual yang diperiksa di Rumah Sakit Tingkat II Bhayangkara Jayapura pada periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis korban kekerasan seksual. Seluruh kasus yang tercatat selama periode penelitian diambil sebagai sampel (total sampling). Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, suku, tingkat pendidikan, jenis kekerasan seksual, hubungan pelaku dengan korban, wilayah hukum penyidikan, serta riwayat kehamilan pada kasus perkosaan. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar korban berada pada usia remaja (10–18 tahun) dan berjenis kelamin perempuan. Tingkat pendidikan korban terbanyak adalah sekolah menengah pertama. Jenis kekerasan seksual yang paling sering ditemukan adalah perkosaan, dengan pelaku umumnya merupakan orang yang dikenal oleh korban. Sebagian kecil kasus perkosaan disertai dengan kehamilan. Kasus kekerasan seksual paling banyak berasal dari wilayah hukum Polresta Jayapura Kota. Penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual di Jayapura banyak terjadi pada kelompok usia rentan dan melibatkan pelaku dari lingkungan terdekat korban. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif tenaga medis forensik dalam pemeriksaan dan pencatatan kasus, serta kerja sama yang lebih baik dengan aparat penegak hukum untuk mendukung proses hukum dan perlindungan korban.
Referensi
Amalia, D. O. (2024). Childhood violence exposure and its contributing factors in Indonesia: A secondary data analysis of the National Survey on Children and Adolescents’ Life Experience. BMJ Open, 14(2), e090618. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2024-090618
Anindya, A., Dewi, Y. I. S., & Oentari, Z. D. (2020). Dampak psikologis dan upaya penanggulangan kekerasan seksual terhadap perempuan. Terapan Informatika Nusantara, 1(3), 137–140.
Arsa, I. B., et al. (2020). Refleksi penanganan kekerasan seksual di Indonesia (Penelitian terhadap putusan pengadilan tahun 2018–2020). Indonesia Judicial Research Society.
Buulolo, E. (2022). Analisis yuridis penjatuhan pidana pada tindak pidana pencabulan dengan kekerasan (Studi Putusan Nomor 680/Pid.B/2016/PN.Mlg). Jurnal Panah Hukum, 1(1).
Chandra, B. (2008). Metodologi penelitian kesehatan. EGC.
Fikrya, I., Hariyani, P., & Anggraini. (2023). Profil kasus kekerasan seksual di Rumah Sakit Bhayangkara Padang periode 2018–2019. Journal Scientific.
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2020). Catatan kekerasan terhadap perempuan tahun 2019. Komnas Perempuan.
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2021). Perempuan dalam himpitan pandemi. Komnas Perempuan.
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2025). Catahu 2024: Menata data, menajamkan arah. Komnas Perempuan.
Kreft, A.-K. (2019). Responding to sexual violence: Women’s mobilization in war. Journal of Peace Research, 56(2), 220–233.
Kristiani, N. M. (2014). Kekerasan seksual ditinjau dari perspektif kriminologi. Jurnal Magister Hukum Universitas Udayana, 7(3), 371–381.
Purbararas, E. D. (2017). Kekerasan seksual pada remaja. Jurnal Ijtimaya, 2(1), 63–89.
Rumble, L., De Silva, D., & Sawyer, A. (2020). Childhood sexual violence in Indonesia. Journal of Interpersonal Violence, 35(13–14), 284–299.
Sastroasmoro, S. (2010). Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Sagung Seto.
Syukriani, Y., et al. (2022). Cross-sectional survey of underreported violence experienced by adolescents in Indonesia. BMC Public Health.
Tozzo, P., Ponzano, E., Spigarrolo, G., Nespeca, P., & Caenazzo, L. (2018). Collecting sexual assault history and forensic evidence from adult women in the emergency department: A retrospective study. BMC Health Services Research.
Wismayanti, Y. F., O’Leary, P., Clare, T., & Yenny, T. (2019). Child sexual abuse in Indonesia: A systematic review of literature, law, and policy. Aggression and Violent Behavior.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jimmy Victor John Sembay, Novianto M

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



