Daya Terima dan Mutu Kimia Permen Jelly Daun Kelor dan Jambu Biji Merah sebagai Alternatif Makanan Camilan Tinggi Zat Besi dan Vitamin C

Penulis

  • Wanda Lestari Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia
  • Agnes Sry Vera Nababan Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia
  • Yulita Yulita Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia
  • Umma Rotur Rokhmah Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia
  • Abdul Hairuddin Angkat Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, Medan

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2004

Kata Kunci:

Moringa oleifera, Psidium guajava, pangan fungsional, anemia defisiensi besi, permen jelly

Abstrak

Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi di Indonesia, terutama pada remaja putri dan wanita usia subur. Salah satu upaya mengatasi permasalahan ini dengan mengembangkan produk pangan fungsional berbahan dasar lokal yang kaya zat besi dan vitamin C.  Daun kelor memiliki kandungan zat besi yang tinggi, namun karena rasa daunnya yang pahit sehingga perlu ditambahkan bahan pangan lain untuk meningkatkan daya terimanya. Penambahan jambu biji merah akan memberikan rasa yang enak untuk permen jelly ini. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan permen jelly daun kelor dan jambu biji merah sebagai alternatif camilan sehat yang bergizi dan memiliki daya terima yang baik. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 formulasi dan 2 kali ulangan. Penelitian ini menggunakan uji organoleptik dan uji kimia. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji post-hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar formulasi dalam atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur. Formulasi terbaik yaitu F1 (50 gram bubuk daun kelor dan 50 gram jus jambu biji merah) dengan karakteristik warna pink dan hijau agak pekat, aroma kuat, tekstur kenyal, dan rasa netral. Uji kimia pada formulasi F1 menunjukkan kadar zat besi 12,65 mg/g dan vitamin C 18,09 mg/g. Permen jelly daun kelor dan jambu biji merah dapat dijadikan solusi untuk mencegah anemia karena kandungan zat besi dan vitamin C yang terdapat pada permen tersebut.

Referensi

Alfian, Y., Malik, M., O. & Arfania, M. (2023). Penyebab anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidika, 9(6), 649-657. https://doi.org/10.5281/zenodo.7790245

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dalam angka. Jakarta: Kementerian Kesehatan

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 3547.2.2008 Kembang Gula-Bagian 2: Lunak. Jakarta

Bambang, A., M., F., Nurmadilla, N., Wello, E., A., Safitri, A. & Kartika, I., D. (2024). Hubungan antara asupan zat besi dan vitamin C dengan kadar hemoglobin anggota TBM 110 FK UMI. Facumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 4(10): 674-684. https://fmj.fk.umi.ac.id/index.php/fmj

Chitekwe, S., Torlesse, H. & Aguayo, V., M. (2021). Nutrition in Nepal: Three decades of commitment to children and women. Maternal & Child Nutrition. 18: 1-8. https://doi.org/10.1111/mcn.13229

Dewi, I. A., Pertiwi, E., D., Fitriani., Rahmawati, A., Y., Wijaningsih, W. (2023). Formulasi permen jelly daun kelor dan jambu biji sebagai alternatif snack tinggi zat besi dan vitamin C untuk anak. Jurnal Riset Gizi, 11(1): 50-56. https://doi.org/10.31983/jrg.v11i1.10784

Fadhilah,C. dan Syahfutri, M., I. (2021). Kajian sifat fisikokimia permen jelly jeruk kalamansi dengan perbedaan jenis dan konsentrasi bahan pemanis. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-9 Tahun 2021. Palembang: Universitas Sriwijaya.

Firdaus, R., Yulia, A., Arisandi, M., Oktaria, F. (2025). Pengaruh konsentrasi agar-agar dan gelatin terhadap mutu permen jelly jeruk siam madu (Citrus nobilis L.). J Sains dan Teknologi Pangan, 10(3): 8429-8439.

Hadi, A., S. (2023). Potensi buah jambu biji merah (Psidium guajava L.) dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Proceeding Biology Education Conference, 20(1): 1-6. https://jurnal.uns.ac.id/prosbi/article/viewFile/82531/43455

Hapsari, N., A., Yudhistira, B. & Utami, R. (2023). Karakteristik hard candy minyat atsiri daun kemangi dengan penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera). Agrointek, 17(1): 159-168. https://doi.org/10.21107/agrointek.v17i1.10789

Kementerian Kesehatan. (2023). Buku Saku Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Dan Remaja Putri. Jakarta: Kementerian Kesehatan.

Kusnandar, F. (2019). Kimia pangan komponen makro. Jakarta: Bumi Aksara.

Lestari, W., Sukma, F., A., Ilvira, R., F., Pasaribu, S., F., Angkat, A., H. (2024). Karakteristik kimia permen jelly buah naga dan daun kelor. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi, 2(4); 213-225. https://doi.org/10.55606/jig.v2i4.3282

Nadiyah., Sitoayu, L. & Dewanti, L., P. (2022). Remaja putri pedesaan di Indonesia berisiko anemia dua kali lebih tinggi. Gizi Indonesia Journal of the Indonesian Nutrition Association, 45(1): 35-46. https://doi.org/10.36457/gizindo.v45i1.614

Nasruddin, H., Syamsu, R., F. & Permatasari, D. (2021). Angka kejadian anemia pada remaja di Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(4), 357-364. https://pdfs.semanticscholar.org/3abe/e82ecc9d29e0de68adc6dfb5199768699400.pdf

Pratiwi, W., R. (2020). Efektivitas pemberian teh daun kelor terhadap siklus menstruasi dan kadar hemoglobin pada remaja anemia. Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, 15(1): 39-44. https://doi.org/10.36086/jpp.y15i1.458

Putri, N., R., Satiti, I., A., D. dan Jayanti, N., D. (2024). Pengaruh permen jelly daun kelor (Moringa oleifera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri dengan anemia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4): 10705-10714. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i4.34698

Rahmawati, P., S. & Adi, A., C. (2016) Daya terima dan zat gizi permen jelly dengan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera). Media Gizi Indonesia, 11(1): 86-93. https://repository.unair.ac.id/113074/3/35.%20Daya%20terima%20dan%20zat.pdf

Sari, P., Judistiani, R., T., D., Herawati, D., M., D., Dhamayanti, M. & Hilmanto, D. (2022). International Journal of Women’s Health, 14: 1137-1147. https://doi.org/10.2147/IJWH.S376023

Sartian, Hermanto, Asyik, N. (2024). Pengaruh penambahan serbuk daun kelor (Moringa oleifera) terhadap organoleptik dan fisikokimia pada mie basah berbahan dasar tepung kentang (Solanum tuberosum), tepung terigu dan tapioca. Jurnal Riset Pangan, 2(2): 181-191. https://jurnal-riset-pangan.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/58/45

Syafitri, D., Lestari, O., A. dan Dewi, Y., S.,K. (2025). Kajian formulasi jenis pemanis terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori permen jelly air serbat. Gorontalo Agriculture Technology Journal, 8(1): 14-25. https://doi.org/10.32662/gatj.v0i0.3844

Utami, U., P., Fadjri, T., K. (2023) Pengaruh status gizi dan status anemia terhadap prestasi belajar siswa SD Negeri 2 Aceh Tamiang. NASUWAKES Jurnal Kesehatan Ilmiah, 16(1): 29-37. https://doi.org/10.30867/nasuwakes.v16i1.417

Yuandry, S & Yuniarti, E. (2023). Moringa leaf extract as a natural material for anemia treatment: literature review. Jurnal Biologi Tropis, 23(4): 253-259. DOI: http://dx.doi.org/10.29303/jbt.v23i4.5537

Diterbitkan

07-02-2026

Cara Mengutip

Lestari, W., Nababan, A. S. V., Yulita, Y., Rokhmah, U. R., & Angkat, A. H. (2026). Daya Terima dan Mutu Kimia Permen Jelly Daun Kelor dan Jambu Biji Merah sebagai Alternatif Makanan Camilan Tinggi Zat Besi dan Vitamin C. Jurnal Penelitian Inovatif, 6(1), 257–264. https://doi.org/10.54082/jupin.2004