Analisis Semiotika Ferdinand de Sausure: Gaya Komunikasi Koboi Menteri Keuangan Purbaya di Era Presiden Prabowo

Penulis

  • Muhammad Didi Ahmadi Program Doktor Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid, Jakarta, Indonesia
  • Alexander Seran Program Doktor Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2065

Kata Kunci:

Semiotika, Saussure, Gaya Komunikasi Koboi, Menteri Keuangan, Komunikasi Politik, Presiden Prabowo

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk membedah konstruksi makna dan sistem tanda dalam gaya komunikasi koboi yang ditampilkan Menteri Keuangan Purbaya pada era pemerintahan Presiden Prabowo melalui perspektif semiotika Ferdinand De Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretif dengan metode analisis semiotika, menggunakan paradigma konstruktivis, yang memandang realitas komunikasi sebagai konstruksi sosial yang terus dinegosiasikan melalui tanda. Tradisi yang digunakan tradisi semiotic, yaitu menelaah relasi antara signifier (penanda) dan signified (petanda) yang muncul dalam ujaran, gestur, gaya berpakaian, serta strategi retorika Purbaya dalam ruang publik. Metode yang digunakan adalah analisis semiotika Saussure, yang dioperasionalisasaikan melalui identifikasi unit tanda, pengkodean makna, serta interpretasi relasi simbolik dalam konteks politik ekonomi kontemporer. Data diperoleh melalui dokumentasi pidato, wawancara media, konten audiovisual, serta liputan berita yang menampilkan persona koboi sebagai bentuk gaya komunikasi politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi “koboi” yang ditandai dengan retorika lugas, tindakan spontan, dan sikap tanpa kompromi berfungsi sebagai signifier yang membawa signified berupa pesan ketegasan fiskal, efisiensi anggaran, dan kebaranian melawan praktik korupsi. Secara semiotis, gaya ini merupakan bentuk sinkronisasi terhadap bahasa politik Presiden Prabowo yang patriotic dan berorientasi pada tindakan nyata. Simpulan penelitian menegaskan bahwa gaya komunikasi Koboi bukan sekadar ekspresi temperamental, melainkan sebuah instrumen strategis yang sengaja dikonstruksi untuk memperkuat kepercayaan pasar dan legitimasi publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah. Penandaan ini berhasil menciptakan identitas birokrasi baru yang lebih dinamis dan solutif dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional yang kompleks.

Referensi

Barthes, R. (2020). Mythologies (Edisi Terjemahan). Hill and Wang.

Bourdieu. (2018). Language and Symbolic Power (7th ed.). Polity Press.

Castells, M. (2022). Communication Power (2nd ed.). Oxford University Press.

Chomsky, N. (2021). Media Control: The Spectacular Achievements of Propaganda (2nd ed.). Seven Stories Press.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Sage Publications.

Goffman, E. (2019). The Presentation of Self in Everyday Life (Reissue). Penguin Books.

Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (2017). The Handbook of Qualitative Research (Kontemporer). Sage Publications.

Habermas, J. (2021). The Theory of Communicative Action (1st ed.). Beacon Press.

Hasan, M. (2023). Dinamika Komunikasi Agresif Pejabat Publik Dalam Merespons Krisis Ekonomi. Jurnal Komunikasi Politik Indoensia, 8(2), 112–128.

Kyale, S., & Brinkman, S. (2015). InterViews: Learning The Craft of Qualitative Research Interviewing (3rd ed.). Sage Publications.

Lasswell, H. D. (2018). The Structure and Function of Communication in Society (Cetak Ulang). Routledge.

Lestari, A. P. (2022). Validitas Semiotika Saussure Dalam Membedah Makna Aritrer Pada Komunikasi Birokrasi Modern. Jurnal Teori Komunikasi , 11(1), 45–60.

Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & O’Toole, J. G. (2021). Theories of Human Communication (12th ed.). Waveland Press.

McLuhan, M. (2023). Understanding Media: The Extensions of Man (Kritis). MIT Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2019). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Revisi). PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2022). Strategi Komunikasi Krisis: Analisis Gaya Bicara Lugas Dalam Otoritas Ekonomi. Jurnal Ilmu Komunikasi Kontemporer, 14(3), 201–215.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods: Integrating Theory and Practice. Sage Publications.

Pratama, R. (2020). Pergeseran Gaya Komunikasi Teknokratis Ke Arah Populis Otoritatif Pada Menteri Keuangan Global. Global Political Review, 5(4), 88–103.

Putra, S. A. (2019). Orisinalitas Pesan Politik Dan Pengaruhnya Terhadap Kepercayaan Publik. Jurnal Citra Politik, 4(1), 12–29.

Rahmawati, I. (2018). Sistem Pertandaan Dan Ideologi Institusi Dalam Komunikasi Verbal Pejabat Negara. Jurnal Semiotika Indonesia, 2(2), 75–92.

Ramadhan, F. (2024). Sinkronisasi Simbolik: Gaya Komunikasi Kabinet Era Presiden Prabowo. Jurnal Kepemimpinan Nasional, 9(1), 1–18.

Sari, K. , & Hidayat, T. (2020). Efektivitas Direct Communication Menteri Dalam Meredam Spekulasi Pasar. Ekonomi & Komunikasi Review, 6(3), 150–167.

Saussure, F. d. (2011). Course in General Linguistics (Terbaru). Columbia University Press.

Utami, W. (2021). Framing Kebijakan Fiskal: Bagaimana Gaya Bicara Menteri Membentuk Persepsi Publik. Jurnal Media Dan Fiskal, 3(2), 90–105.

Weber, M. (2019). Economy and Society (Kontemporer). University of California Press.

Wibowo, A. (2021). Metafora Maskulinitas Sebagai Mekanisme Pertahanan Dalam Komunikasi Ekonomi. Jurnal Psikologi Sosial Politik, 7(1), 33–49.

Diterbitkan

07-02-2026

Cara Mengutip

Ahmadi, M. D., & Seran, A. (2026). Analisis Semiotika Ferdinand de Sausure: Gaya Komunikasi Koboi Menteri Keuangan Purbaya di Era Presiden Prabowo . Jurnal Penelitian Inovatif, 6(1), 69–78. https://doi.org/10.54082/jupin.2065