Dampak Fisik, Emosional, dan Perilaku pada Perempuan Korban Perselingkuhan: Sebuah Tinjauan Literatur
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2139Kata Kunci:
perselingkuhan, dampak psikologis, perempuan, kesehatan mental, tinjauan literaturAbstrak
Kasus perceraian di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, di mana perselingkuhan menjadi salah satu faktor pemicu utamanya. Perselingkuhan bukan sekadar bentuk pengkhianatan komitmen, melainkan sebuah bentuk kekerasan yang menimbulkan dampak sistemik pada korban, terutama perempuan. Artikel ini bertujuan untuk memetakan secara integratif dampak perselingkuhan pada perempuan (istri) melalui tinjauan literatur komprehensif. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap berbagai studi dalam rentang waktu 2017-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa dampak perselingkuhan bermanifestasi pada tiga pilar utama: (1) Aspek fisik, mencakup gangguan psikosomatis, insomnia, hingga risiko penyakit menular seksual; (2) Aspek emosional, berupa depresi, rumination, hancurnya harga diri, dan trauma berkepanjangan (trust issue); serta (3) Aspek perilaku, yang meliputi respon agresi, penarikan diri secara sosial, hingga terganggunya kualitas pengasuhan anak. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemulihan korban sangat bergantung pada tingkat resiliensi dan mekanisme koping (termasuk forgiveness) yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun sosiokultural.
Referensi
Akmalia, W., & Khodijah, U. (2025). Dinamika Psikologis Istri Korban Perselingkuhan dalam Ikatan Pernikahan. MOMENTUM: Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 14(1), 16–29. https://doi.org/10.58472/momentum.v14i1.179
Badan Pusat Statistik. (2023, February 20). Jumlah Perceraian Menurut Provinsi dan Faktor, 2022. Bps.Go.Id. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdoU1IwVmlTM2h4YzFoV1psWkViRXhqTlZwRFVUMDkjMw==/jumlah-perceraian-menurut-provinsi-dan-faktor-penyebab-perceraian--perkara---2022.html?year=2022
Cendani, S. I., Widhiastuti, H., & Pratiwi, M. M. S. (2025). Studi Kualitatif Terkait Pengalaman Membangun Kembali Kepercayaan Dan Menyembuhkan Trauma Seorang Wanita Yang Menjadi Korban Perselingkuhan. Jurnal Impresi Indonesia (JII), 4(8), 3244–3256. https://doi.org/10.58344/jii.v4i8.6936
Deli, N. A., & Amaliyah, S. (2025). Hubungan Forgiveness Dengan Resiliensi Pada Istri Yang Menjadi Korban Perselingkuhan. Jurnal Psikologi Malahayati, 7(1), 128–143. https://doi.org/10.33024/jpm.v7i1.19519
Deviana, R. (2022). Pemaafan pada Perempuan Korban Perselingkuhan dalam Hubungan Perkawinan. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 6(2), 104. https://doi.org/10.20961/jip.v6i2.55791
Ganefwati, R., Amanda, C., & Merdie, C. van. (2022). Kajian Perselingkuhan Suami: Penindasan Perempuan. Journal Of Gender Equality And Social Inclusion (Gesi), 1(1), 32–36.
Hasan, Z., Safitri, K., Ica, Z., & Putri, R. P. (2023). Perceraian Akibat Perselingkuhan Oleh Suami Dan Penanganannya (Studi Kasus di Kabupaten Pringsewu). Journal of Student Research (JSR), 1, 67–80. https://doi.org/10.55606/jsr.v1i4.1362
Indira, & Endang, A. (2022). Pengalaman Perempuan Setelah Perselingkuhan Pasangan, bertahan atau berpisah? Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial Dan Humaniora, 6(2), 98–107. https://doi.org/10.33369/jkaganga.6.2.98-107
Karimalfi, A. (2023). Faktor Penyebab Perselingkuhan Dan Konsekuensinya Terhadap Mental Pasangan. Maliki Interdisciplinary Journal, 1(4), 235–245. http://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/index
Khasanah, R. (2024). Ngeri! Indonesia Menempati Peringkat Kedua Selingkuh Terbanyak di Asia. Radio Republik Indonesia. https://www.rri.co.id/lain-lain/790969/ngeri-indonesia-menempati-peringkat-kedua-selingkuh-terbanyak-di-asia
Kurniawati, R., Lessy, Z., & Widodo, A. (2022). Mengatasi Stress Dengan Hipnoterapi Bagi Korban Perselingkuhan. Al-Tazkiah: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 11(1), 39–55. https://doi.org/10.20414/altazkiah.v11i1.4729
Marfine, & Sahrani, R. (2024). Gambaran Pemulihan Kepercayaan Individu Dewasa Awal Yang Mengalami Perselingkuhan Dalam Hubungan Romantis. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 321–339. https://doi.org/10.23969/jp.v9i04.20637
Muniroh, F., & Hasanah, M. (2022). Resiliensi Wanita yang Mengalami Perselingkuhan dalam Rumah Tangga di Sarirejo Lamongan. Busyro: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 2(1), 15–22. https://doi.org/10.55352/kpi.v2i1.572
Nurasyifa Azmi, S., Atmasari, A., & Dwi Erliana, Y. (2021). Pengambilan Keputusan Pada Wanita Korban Perselingkuhan Di Sumbawa Besar. Jurnal Psimawa, 4(1), 7–12. https://doi.org/10.36761/jp.v4i1.1265
Pradipta, P., & Shanti, T. I. (2023). Gambaran proses pengampunan pada istri beragama Katolik yang pernah mengalami perselingkuhan. Jurnal Psikologi Ulayat, 10, 251–283. https://doi.org/10.24854/jpu673
Rahmasari, D., & Anisa. (2021). Forgiveness pada istri korban perselingkuhan yang mempertahankan pernikahan. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 8(7), 180–193. https://doi.org/10.26740/cjpp.v8i7.42318
Relawati, Asrina, A., & Nurlinda, A. (2021). Gangguan Psikologis Pada Istri Yang Diselingkuhi Di Kabupaten Polewali Mandar. Journal of Muslim Community Health (JMCH), 2(4), 88–102. https://doi.org/10.52103/JMCH.V2I4.6994
Robbany, N. T., & Ariana, A. D. (2025). Gambaran Resiliensi pada Perempuan Dewasa Awal yang Menjadi Korban Perselingkuhan dalam Hubungan Pernikahan. In Repository Universitas Airlangga.
Rokach, A., & Chan, S. H. (2023). Love and Infidelity: Causes and Consequences. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(5). https://doi.org/10.3390/ijerph20053904
Sa’adah, I. I., Mawarni, R. I., Rahmadaniati, R., Rahman, T. N., & Siregar, Y. E. Y. (2024). Penyebab Perselingkuhan Suami Istri Dan Upaya Penanganannya Dalam Islam. Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia, 3(1), 7–13. https://doi.org/10.572349/relinesia.v3i1.1632
Safitri, Z., & Amirudin, A. (2021). Keputusan Perempuan Memaafkan Ketidaksetiaan Pasangan. 61 Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi., 4(2). https://doi.org/10.14710/endogami.4.2.61-70
Shaleha, R. R. A., & Kurniasih, I. (2021). Ketidaksetiaan: Eksplorasi Ilmiah tentang Perselingkuhan. Buletin Psikologi, 29(2), 218. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.55278
Solissa, J. P. (2022). Pendampingan Pastoral terhadap Masalah Perselingkuhan. ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Studi Agama, 4(1), 117–138. https://doi.org/10.37429/arumbae.v4i1.816
Sulaeman, R., Febrina Sari, N. M. W. P., Purnamawati, D., & Sukmawati, S. (2022). Faktor Penyebab Kekerasan Pada Perempuan. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(3), 2311. https://doi.org/10.37905/aksara.8.3.2311-2320.2022
Syamsuri, M. V., & Yitnamurti, S. (2017). Infidelity from Psychiatric Perception. Jurnal Psikiatri Surabaya, 6(1), 48–57. https://doi.org/10.20473/jps.v6i1.19101
Wardani, A. C. K., & Arianti, E. F. (2023). Dampak Perselingkuhan Terhadap Kesehatan Mental Wanita Pada Pasien Rumah Singgah Gajah Mada. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia, 1(13), 32–37. https://journal-mandiracendikia.com/jip-mc
Wulandari, R., Kamilla, F. P., Tohar, A. A., & Anwar, K. (2025). KETIDAKSETIAAN: Eksplorasi Ilmiah tentang Perselingkuhan ditinjau dari Perspektif Psikologi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 32990–32996.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Gede Yoga Weda Ananda, Komang Rahayu Indrawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



