Tata Kelola Multi-Aktor dalam Distribusi BBM Bersubsidi: Analisis Penanganan Kelangkaan di Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2214Kata Kunci:
BBM bersubsidi, Bengkulu, Tata kelola multi-aktor, Distribusi energi, Kelangkaan BBM, Kelangkaan strukturalAbstrak
Artikel ini menganalisis tata kelola multi-aktor dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Provinsi Bengkulu dengan menyoroti karakter struktural kelangkaan yang terjadi secara berulang. Masalah penelitian difokuskan pada pola koordinasi antar aktor kebijakan, kapasitas pengawasan distribusi, serta keterkaitan antara kebijakan energi dan infrastruktur logistik daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan acuan teori tata kelola multi-aktor. Data diperoleh dari dokumen resmi pemerintah, laporan BPH Migas, publikasi Pertamina Patra Niaga, serta pemberitaan media, dan dianalisis melalui teknik analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelangkaan BBM bersubsidi di Bengkulu bersifat struktural dan lintas sektor, bukan semata persoalan teknis pasokan. Fragmentasi koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, dan badan usaha distribusi menyebabkan tidak terbangunnya mekanisme respons yang terintegrasi. Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai merefleksikan lemahnya sinkronisasi kebijakan infrastruktur dan distribusi energi. Selain itu, pengawasan distribusi belum efektif karena belum terintegrasinya sistem digital dengan pengawasan lapangan serta keterbatasan kapasitas kelembagaan daerah. Temuan ini menegaskan bahwa persoalan distribusi BBM di Bengkulu berakar pada desain tata kelola yang belum kolaboratif secara substantif, sehingga memerlukan penguatan mekanisme koordinasi lintas sektor yang terinstitusionalisasi dan berkelanjutan.
Referensi
Ansell, C., & Torfing, J. (2021). Public Governance as Co-Creation. Cambridge University Press.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. (2023). Laporan kuota dan realisasi BBM bersubsidi nasional. BPH Migas.
Haicing, I. (2025). Kelangkaan BBM masih terjadi, Gubernur Bengkulu desak Pertamina tambah kuota.
Hardjo Putro, Y. (2025). Antrean BBM mengular di semua SPBU Bengkulu, eceran bisa Rp50 ribu per liter. Liputan6.com.
Mazmanian, D. A., & Sabatier, P. A. (2022). Implementation and public policy. Scott, Foresman & Company.
Newsikal. (2024). Masyrakat jangan panik buying, stok BBM di Bengkulu di pastikan aman.
Nowell, L. S., et al. (2020). Thematic Analysis. International Journal of Qualitative Methods. Open University Press.
Pemerintah Provinsi Bengkulu. (2024). Kebijakan pengendalian distribusi BBM bersubsidi di Bengkulu. Pemprov Bengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu. Haicing, I.
Pertamina Patra Niaga. (2024). Laporan distribusi BBM Regional Sumbagsel. PT Pertamina (Persero).
Radar Bengkulu. (2024). Antrean panjang BBM di SPBU akibat pasokan tersendat.
Rhodes, R. A. W. (2022). Understanding governance: Policy networks, governance, reflexivity and accountability.
RRI. (2025). Pasca banjir, panic buying BBM picu antrian SPBU. RRI.co.id.
Setyabudi Daryono, R. A. (2025). Keadilan Distribusi Energi dan Kelangkaan BBM di Bengkulu.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Pijar Qolbun Sallim, Fandi Ramadian, Andri Rusta, Irawati Irawati, Muhammad Fajri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



