Analisis Korelasional Antara Motivasi Belajar Dan Self-Regulated Learning Pada Siswa SMA Negeri di Kecamatan Samarinda Ulu
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2293Kata Kunci:
motivasi belajar, self-regulated learning, studi korelasional, siswa SMAAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan self-regulated learning (SRL) pada siswa SMA Negeri di Kecamatan Samarinda Ulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 250 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui skala motivasi belajar dan skala self-regulated learning yang telah melalui proses validasi isi dan uji reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara motivasi belajar dan self-regulated learning (r = 0,908; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa dengan motivasi belajar yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan regulasi diri dalam belajar yang lebih baik. Secara deskriptif, mayoritas siswa menunjukkan tingkat motivasi belajar dan self-regulated learning pada kategori tinggi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa motivasi belajar merupakan faktor penting dalam pengembangan kemampuan belajar mandiri pada siswa sekolah menengah atas. Temuan ini memperkuat model teoretis yang mengaitkan konstruksi motivasional dengan self-regulated learning dalam konteks pendidikan menengah.
Referensi
Aiken, L. R. (1985). Three coefficients for analyzing the reliability of ratings. Educational and Psychological Measurement, 45(1), 131–142.
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Rineka Cipta.
Artino, A. R., & Jones, K. D. (2012). Exploring the complex relations between achievement emotions and self-regulated learning behaviors in online learning. The Internet and Higher Education, 15(3), 170–175. https://doi.org/10.1016/j.iheduc.2012.01.006
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.
Faruq, F., Istiqomah, I. W., Sabani, N., Rahmawati, S., Rivalna, K., Kumaidi, K., & Sudinadji, M. B. (2021). Development of psychological measurement tools: Self-regulated learning scale (SRLS). URECOL Journal. Part A: Education and Training, 1(2), 76–85. https://doi.org/10.53017/ujet.72
Guo, W., Bai, B., & Yang, Q. (2021). Academic motivation and self-regulated learning among adolescents: The mediating role of self-efficacy. Frontiers in Psychology, 12, 673560. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.673560
Kumaidi, & Manfaat, B. (2013). Pengantar metode statistika: Teori dan terapannya dalam penelitian bidang pendidikan dan psikologi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Lestari, P., Dewi, E. M. P., & Mansyur, A. Y. (2023). Pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar siswa SMK Nasional Makassar. Jurnal Edukasi, 1(2), 211–226.
Mega, C., Ronconi, L., & De Beni, R. (2014). What makes a good student? How emotions, self-regulated learning, and motivation contribute to academic achievement. Journal of Educational Psychology, 106(1), 121–131. https://doi.org/10.1037/a0033546
Pintrich, P. R. (1995). Understanding self‐regulated learning. New Directions for Teaching and Learning, 1995(63), 3–12. https://doi.org/10.1002/tl.37219956304
Prasetyo, A., & Laili, N. (2023). Hubungan antara self-regulated learning dengan motivasi belajar siswa SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo pada masa pandemi. Emergent: Journal of Educational Discoveries and Lifelong Learning (EJEDL), 2(3).
Safitri, I., Prasetyo, A., & Rahmawati, F. (2021). Hubungan antara motivasi belajar dan self-regulated learning pada siswa SMA. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 7(1), 55–63.
Santrock, J. W. (2011). Educational psychology (5th ed.). McGraw-Hill.
Sardiman, A. M. (2012). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. RajaGrafindo Persada.
Simanungkalit, E. F. B., Manu, R. E. R., Bili, A. C. B., & Loe, A. P. (2021). Hubungan antara motivasi dan self-regulated learning siswa selama pembelajaran jarak jauh di Kota Kupang. Haumeni Journal of Education, 1(2), 44–48.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian administrasi. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Widiyanto, A. (2013). Statistika terapan. UPP STIM YKPN.
Wulandari, S., & Anwar, C. (2020). Hubungan antara motivasi belajar dengan self-regulated learning pada siswa SMA di Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 8(2), 87–95.
Zheng, L., Li, X., & Zhang, X. (2022). The relationship between learning motivation and self-regulated learning: A meta-analysis. Educational Research Review, 35, 100421. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2022.100421
Zimmerman, B. J. (1990). Self-regulated learning and academic achievement: An overview. Educational Psychologist, 25(1), 3–17. https://doi.org/10.1207/s15326985ep2501_2
Zimmerman, B. J., & Schunk, D. H. (2001). Self-regulated learning and academic achievement: Theoretical perspectives (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Cucu Yulia Ningsih, Kumaidi Kumaidi, Rahayu Farida

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



