Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Perawat Menggunakan Studi Analitik Cross Sectional di Klinik Buin Batu PT Aman Mineral RS. Siloam
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2335Kata Kunci:
keyakinan, penerapan keselamatan kerja, persepsi, sikap, tindakanAbstrak
Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu keadaan dalam pekerjaan yang sehat dan aman, baik itu bagi pekerjanya, maupun bagi pasien/masyarakat dan lingkungan sekitar. Berdasarkan data WHO, dari 11 negara anggota kawasan Asia Selatan dan Tenggara dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 miliar jiwa, tercatat angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja mencapai 22,5 juta dan 699.000 kematian. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Klinik Buin Batu PT. Amman Mineral RS. Siloam Nusa Tenggara pada tahun 2025 pada populasi sejumlah 62 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa terdapat pengaruh sikap, keyakinan, persepsi, tindakan, kebijakan, SPO, dan kepemimpinan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (P value 0,000), serta hasil yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh variabel pengetahuan dengan penerapan keselamatan kerja perawat (P value 0,078). Dari semua variabel dependen yang berpengaruh, variabel yang paling dominan mempengaruhi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja adalah tindakan dengan nilai Exp(B) atau Odd Ratio tertinggi yaitu 9.023. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sikap, keyakinan, persepsi, tindakan, kebijakan, SPO, dan kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap penerapan SMK3. Sikap positif dan keyakinan yang kuat membentuk motivasi, persepsi yang baik meningkatkan kesadaran risiko, tindakan mencerminkan kepatuhan langsung terhadap prosedur, kebijakan, SPO, dan kepemimpinan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk penerapan SMK3 secara optimal. Saran bagi Klinik Buin Batu PT. Amman Mineral RS. Siloam Nusa Tenggara adalah dapat memberikan peningkatkan terhadap pelatihan, komunikasi yang lebih baik, atau perbaikan prosedur K3 yang lebih mudah diikuti, serta melakukan observasi dan evaluasi terstruktur terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.
Referensi
Astuti, N. K., & Kundarto, W. (2018). Analisis Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Instalasi Farmasi Rumah Sakit UNS. JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 3(2), 84. https://doi.org/10.20961/jpscr.v3i2.22162
Farina. (2021). Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di RSUD Cut Nyak Dhien. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam – Banda Aceh.
Fatimah, S. (2021). Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Perawat di Instalasi Rawat Inap RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Fazri, W. S. (2022). Faktor yang Memengaruhi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Aceh Tamiang. Institut Kesehatan Helvetia Medan.
Kridawardani, G. A. (2021). Hubungan pemenuhan tanggung jawab perawat terhadap profesi dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap kelas III RSU PKU Muhammadiyah Bantul. 1–22.
Merkirani, Desi; Imallah, R. N. (2021). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Perawat: Literature Review. Unisa Journal, 2(63), 2020–2021.
Nengcy, S., Lestari, Y., & Azkha, N. (2022). Analisis Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Sijunjung. Jik Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(2), 497.
Nurjannah. (2021). Analisis Faktor yang Berpengaruh terhadap Perilaku Perawat dalam Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit.
Nursari, E. D. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit.
Pakpahan, S. F., Moriza, T., Hutagalung, S., Hendrimeirialdi, & Nazarah, S. (2024). Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Tenaga Kerja dengan Penerapan Sistem Manajeman Kesehatan dan Keselamatan Kerja di RSU Citra Medika Medan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), 4938–4947. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jkt.v5i2.28288
Rosmawar, Asriwati, & Rifai, A. (2023). Faktor Yang Memengaruhi Perilaku Perawat Terhadap Penerapan Sistem Manajemen, Kesehatan dan Keselamatan Kerja di RSUD Langsa. Universitas Adiwangsa Jambi, 10(2).
Saputro, E. W. (2015). Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sebagai upaya Pencegahan Kejadian Kecelakaan Kerja di Bengkel Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA. Universitas Negeri Yogyakarta.
Setyawati, N. (2020). Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Motivasi Kerja dan Stres Kerja pada Perawat di RSU Anutapura Palu.
Syahril, S. W., Suharni A. Fachrin, & Farihah Muhsanah. (2023). Gambaran Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) di RSUD Lapatarai Kabupaten Barru. Window of Public Health Journal, 4(2), 172–178.
Vianti, N. R. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Perawat dalam Penerapan K3.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nur Aini

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



