Resiliensi Permukiman Tepian Sungai terhadap Banjir Berbasis Resilience Radar Index di Kampung Banjar, Kasongan Lama, Katingan, Kalimantan Tengah
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2341Kata Kunci:
banjir, kampung banjar katingan, permukiman tepian sungai, resilience radar index (RRI), resiliensiAbstrak
Permukiman tepian sungai berperan penting bagi kehidupan sosial–ekonomi masyarakat, namun rentan terhadap banjir berulang akibat dinamika hidrologi dan tekanan pemanfaatan ruang bantaran. Penelitian ini bertujuan mengukur resiliensi permukiman tepian sungai terhadap banjir di Kampung Banjar, Kelurahan Kasongan Lama, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Pengukuran dilakukan menggunakan Resilience Radar Index (RRI) sebagai indeks agregat berbobot setara yang mengagregasi empat dimensi: adaptasi fisik–lingkungan, adaptasi sosial–ekonomi, tata ruang–pemanfaatan lahan, dan kebertahanan sosial–budaya. Data dikumpulkan melalui sensus seluruh kepala keluarga (N=160) menggunakan kuesioner terstruktur skala Likert lima tingkat; skor dinormalisasi 0–1 dan diagregasi menjadi skor dimensi serta RRI. Hasil menunjukkan RRI sebesar 0,588 (kategori sedang). Dimensi adaptasi sosial–ekonomi (0,662) dan adaptasi fisik–lingkungan (0,618) tergolong tinggi, sedangkan tata ruang–pemanfaatan lahan (0,547) dan kebertahanan sosial–budaya (0,525) berada pada kategori sedang. Kelemahan utama terdapat pada pemahaman dan kepatuhan terhadap sempadan sungai (0,483) serta bantalan ekonomi rumah tangga—pekerjaan alternatif (0,555) dan tabungan (0,591). Kesimpulannya, resiliensi Kampung Banjar lebih kuat pada kapasitas menyerap dampak berbasis rumah tangga dan jejaring sosial dibanding pengurangan risiko berbasis kawasan. Studi ini menyediakan gambaran dasar empiris resiliensi permukiman tepian sungai pada konteks kota kecil berbasis sungai dan menegaskan dimensi pembatas sebagai dasar penentuan prioritas intervensi. Prioritas kebijakan diarahkan pada penataan dan penegakan sempadan sungai, penguatan kapasitas ekonomi rumah tangga, dan mitigasi berbasis komunitas.
Referensi
Bolte, P., Orlowsky, B., Marr, S., Moore, S., Rahmadana, M. F., & Sitompul, D. (2017). Resilience radar - usermManual (Issue April). Banyaneer. http://banyaneer.com/wp-content/uploads/2017/04/Resilience-radar-manual_v_1.1.pdf
Cutter, S. L., Burton, C. G., & Emrich, C. T. (2010). Disaster resilience Indicators for benchmarking baseline conditions. Journal of Homeland Security and Emergency Management, 7(1). https://doi.org/10.2202/1547-7355.1732
Greco, S., Ishizaka, A., Tasiou, M., & Torrisi, G. (2019). On the Methodological Framework of Composite Indices: A Review of the Issues of Weighting, Aggregation, and Robustness. Social Indicators Research, 141(1), 61–94. https://doi.org/10.1007/s11205-017-1832-9
Ho, T. P., Garschagen, M., Tri, V. P. D., & Yang, L. E. (2025). A systematic investigation of flood resilience measures in the Mekong River Basin. Environmental Science and Policy, 172(September). https://doi.org/10.1016/j.envsci.2025.104228
Indrasari, M., & Rudiarto, I. (2020). Kemampuan Kebertahanan Masyarakat pada Permukiman Rawan Banjir di Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 8(2), 116–129. https://doi.org/10.14710/jwl.8.2.116-129
Laurien, F., Hochrainer-Stigler, S., Keating, A., Campbell, K., Mechler, R., & Czajkowski, J. (2020). A typology of community flood resilience. Regional Environmental Change, 20(1). https://doi.org/10.1007/s10113-020-01593-x
Nardo, M., Saisana, M., Saltelli, A., Tarantola, S., Hoffman, A., & Giovannini, E. (2005). Handbook on constructing composite indicators. In OECD Statistics Working Papers (Issue 03). http://www.oecd-ilibrary.org/docserver/download/5lgmz9dkcdg4.pdf?expires=1471336777&id=id&accname=guest&checksum=158391DADFA324416BB9015F3E4109AF
Norris, F. H., Stevens, S. P., Pfefferbaum, B., Wyche, K. F., & Pfefferbaum, R. L. (2008). Community resilience as a metaphor, theory, set of capacities, and strategy for disaster readiness. American Journal of Community Psychology, 41(1–2), 127–150. https://doi.org/10.1007/s10464-007-9156-6
Nunnally, J. C., & Bernstein, I. H. (1994). Psychometric theory. McGraw-Hill.
Nurhidayati, E., & Ridho Fariz, T. (2020). Kebertahanan Pemukiman Rumah Panggung Di Tepian Sungai Kapuas Pontianak. MINTAKAT Jurnal Arsitektur, 21(September 2020), 63–75. https://doi.org/10.26905/mj.v21i2.4090
Paszkowski, A., Laurien, F., Mechler, R., & Hall, J. (2024). Quantifying community resilience to riverine hazards in Bangladesh. Global Environmental Change, 84(August 2023), 102778. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2023.102778
Peiris, M. T. O. V. (2024). Assessment of urban resilience to floods: a spatial planning framework for cities. Sustainability (Switzerland), 16(20), 1–21. https://doi.org/10.3390/su16209117
Prashar, N., Lakra, H. S., Shaw, R., & Kaur, H. (2023). Urban flood resilience: a comprehensive review of assessment methods, tools, and techniques to manage disaster. Progress in Disaster Science, 20(October), 100299. https://doi.org/10.1016/j.pdisas.2023.100299
Rotoni, R., Poerwadi, P., Usop, T. B., Sutrisno, H., & Palangkaraya, U. (2025). Pemetaan permukiman kumuh di Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan. Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia, 10(11), 9535–9551. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v10i11.62388
Sutrisno, H., Susi, T., Hartanto, S., Perkasa, P., Supriadi, B., & Mantana, H. (2025). Classification and monitoring of Kahayan River riparian zone settlement expansion utilizing satellite imagery to prevent environmental damage. Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning, 12(2), 159–172. https://doi.org/10.14710/geoplanning.12.2.159-172
Wulandari, F., & Ikaputra, I. (2023). Pola adaptasi dalam upaya mencapai resiliensi pada permukiman tepian sungai di Kota Banjarmasin. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 19(2), 251–263. https://doi.org/10.14710/pwk.v19i2.39364
Yang, F., Xiong, S., Ou, J., Zhao, Z., & Lei, T. (2022). Human settlement resilience zoning and optimizing strategies for river-network cities under flood risk management objectives: Taking Yueyang City as an example. Sustainability (Switzerland), 14(15). https://doi.org/10.3390/su14159595
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Trianita Agustina, Herwin Sutrisno, Tari Budayanti Usop, Theresia Susi, Indrawan Permana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



