Formulasi dan Evaluasi Sediaan Emulgel Ekstrak Etanl 96% Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi L.)

Penulis

  • Ledya Yulianti Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Rose Intan Perma Sari Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Samwilson Slamet Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Deni Maryani Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Tri Danang Kurniawan Program Studi D3 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2404

Kata Kunci:

emulgel, belimbing wuluh, Averrhoa bilimbi, sediaan topikal

Abstrak

Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) berpotensi diformulasikan sebagai sediaan topikal dalam bentuk emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi emulgel ekstrak etanol 96% daun belimbing wuluh dengan variasi konsentrasi 1%, 5%, dan 10%. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96% serta evaluasi sediaan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, tipe emulsi, dan uji hedonik yang melibatkan 20 orang panelis, dengan setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan semi padat, homogen, dan bertipe emulsi minyak dalam air (M/A) dengan pH yang sesuai dengan pH kulit. Perbedaan konsentrasi ekstrak mempengaruhi karakteristik fisik sediaan, terutama viskositas dan daya sebar. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula dengan konsentrasi 1% (F1) merupakan yang paling disukai. Kesimpulannya, ekstrak daun belimbing wuluh dapat diformulasikan menjadi emulgel yang stabil secara fisik, dengan formula terbaik pada konsentrasi 1% karena memberikan karakteristik fisik dan tingkat penerimaan paling optimal.

Referensi

Bakri, A., Sinala, S., & Ratnah, S. (2023). Formulasi emulgel ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.) Poiret) dengan variasi gelling agent. Jurnal MIPA dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 9(1), 1–9. https://doi.org/10.35311/jmpi.v9i1.201

Blaak, J., Staib, P., Wohlfart, R., & Mrowietz, U. (2020). The epidermal barrier function. Journal of Dermatological Science, 100(1), 3–10.

Dahlizar, S., Nurkhasanah, N., Betha, O. S., & Anggraeni, Y. (2022). Formulation of gamma oryzanol emulgel using carbopol as gelling agent. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 9(2), 129–137. https://doi.org/10.25077/jsfk.9.2.129-137.2022

Firdaus, S. (2024). Penentuan nilai SPF (Sun Protection Factor) krim ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) menggunakan metode spektrofotometri. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, 12(2), 67–77. https://doi.org/10.37824/jkqh.v12i2.2024.675

Hariyadi, D. M., Rosita, N., Isnaeni, I., Sudarma, S., & Rezania, D. (2022). Virgin coconut oil emulgel: Effect of VCO and Carbopol 940 concentration on characterization and antibacterial activity. Research Journal of Pharmacy and Technology, 15(5), 2087–2092. https://doi.org/10.52711/0974-360X.2022.00343

Martin, A., Bustamante, P., & Chun, A. H. C. (2022). Physical pharmacy: Physical chemical principles in the pharmaceutical sciences (6th ed.). Wolters Kluwer.

Patel, V. K., Singh, R., & Sharma, P. (2022). Emulgel as a topical drug delivery system: Formulation aspects and role of gelling agents. Journal of Drug Delivery Science and Technology, 72, 103456. https://doi.org/10.1016/j.jddst.2022.103456

Pratiwi, A. S., Rosita, M. E., Febrianti, N., Safitri, S. N., Irena, E., Studi, P., Sekolah, F., Ilmu, T., & Akbidyo, K. (2022). Studi Literatur Review Uji Efektivitas Tanaman Belimbing Wuluh ( Averrhoa Bilimbi L .) Sebagai Antidiabetes. Farmasi Dan Kesehatan Indonesia, Ii(September), 1–13.

Proksch, E., Brandner, J. M., & Jensen, J. M. (2021). The skin: An indispensable barrier. Experimental Dermatology, 30(12), 1703–1710. https://doi.org/10.1111/exd.14489

Rahmawati, D., Nugroho, A., & Pratiwi, S. (2022). Pengaruh konsentrasi bahan aktif terhadap stabilitas emulgel. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 12(1), 45–53.

Rowe, R. C., Sheskey, P. J., & Quinn, M. E. (2023). Handbook of pharmaceutical excipients (9th ed.). Pharmaceutical Press.

Santos, A. C., Oliveira, R. S., & Lima, L. M. (2022). Sensory evaluation and consumer acceptance of topical pharmaceutical formulations. International Journal of Pharmaceutics, 624, 122–134.

Sari, D., Nurkhasanah, N., Betha, O. S., & Anggraeni, Y. (2022). Formulasi emulgel gamma oryzanol dengan Carbopol sebagai gelling agent. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 9(2), 129–137. https://jsfk.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jsfk/article/view/1215

Sholaekah, A., Hidayati, E.N. and Sardjiman (2025) “Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Emulgel Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes,” Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 7(1), pp. 32–49. Available at: https://doi.org/10.33759/jrki.v7i1.581.

Windoyo, S. (2021). Uji aktivitas emulgel ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) sebagai tabir surya secara in vitro. Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta.

Yadav, S. K., Mishra, D., & Sharma, P. (2022). Influence of rheological properties on spreadability of semisolid formulations. Journal of Pharmaceutical Investigation, 52(4), 345–353. https://doi.org/10.1007/s40005-022-00560-1

Diterbitkan

29-04-2026

Cara Mengutip

Yulianti, L., Sari, R. I. P. ., Slamet, S., Maryani, D. ., & Kurniawan, T. D. (2026). Formulasi dan Evaluasi Sediaan Emulgel Ekstrak Etanl 96% Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi L.). Jurnal Penelitian Inovatif, 6(2), 1345–1352. https://doi.org/10.54082/jupin.2404

Terbitan

Bagian

Artikel Bidang Umum