Evaluasi Pengaruh Functional Communication Training dalam Mengurangi Perilaku Menjerit Siswa Autisme
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2433Kata Kunci:
FCT, perilaku maladaptif, perilaku menjerit, Single Subject Research, siswa dengan autismeAbstrak
Komunikasi merupakan proses pertukaran informasi yang berperan penting dalam interaksi sosial. Siswa dengan autisme mengalami gangguan perkembangan komunikasi, interaksi dan perilaku. Gangguan komunikasi menyebabkan munculnya perilaku menjerit pada siswa dengan autisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan frekuensi perilaku menjerit siswa autisme setelah penerapan Functional Communication Training (FCT) dan mengetahui peningkatan Functional Communication Respon (FCR). Penelitian menerapkan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain tipe A-B-A. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung sebanyak tiga kali pertemuan, pencatatan perilaku (Behavior Recording) sebanyak 16 pertemuan, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan visual grafik. Pengumpulan data dilakukan sebanyak 4 sesi pada fase baseline 1 (A1), 8 sesi fase intervensi dengan prompting berupa kalimat “Bu, tolong saya”, dan 4 sesi pada fase baseline 2 (A2). Hasil analisis data antar kondisi A1-B-A2 menunjukkan nilai overlap dengan persentase 0% pada kondisi A1 dengan B, 12,5% perbandingan kondisi A2 dengan B untuk perilaku menjerit. Persentase overlap pada FCR 0% kondisi A1 dengan B dan 25% kondisi A2 dengan B. Nilai overlap rendah mengidentifikasi bahwa FCT memilki efek yang kuat terhadap perubahan perilaku, serta meningkatkan FCR pada subjek. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan perubahan yang positif dalam menurunkan perilaku menjerit serta meningkatkan kemampuan komunikasi fungsional pada siswa dengan autisme. Prompting “Bu, tolong saya” dapat dijadikan alternatif strategi yang tepat dalam menangani perilaku menjerit yang disebabkan oleh hambatan komunikasi.
Referensi
Anita, S. I. (2019). Teori belajar skinner. Penerbit Garudha Waca, 89–108. www.penerbitgarudhawaca.com
Carr, E. G., & Durand, V. M. (1985). Reducing behavior problems through functional communication training. Journal of Applied Behavior Analysis, 18(2), 111–126. https://doi.org/10.1901/jaba.1985.18-111
Chen, Y.-J., Duku, E., Zaidman-Zait, A., Szatmari, P., Smith, I. M., Ungar, W. J., Zwaigenbaum, L., Vaillancourt, T., Kerns, C., Bennett, T., Elsabbagh, M., Thompson, A., & Georgiades, S. (2023). Variable patterns of daily activity participation across settings in autistic youth: a latent profile transition analysis. Sage Journals, 27(8), 2241–2255. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/13623613231154729
Corr, F., Rispoli, M., & Welker, N. P. (2025). A mega-review of functional communication training for students with disabilities in educational settings. Journal of Behavioral Education. https://doi.org/10.1007/s10864-025-09598-4
Daulay, N.-. (2017). Struktur otak dan keberfungsiannya pada anak dengan gangguan spektrum autis: kajian neuropsikologi. Buletin Psikologi, 25(1). https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.25163
Desiningrum, D. R. (2016). Psikologi anak berkebutuhan khusus. In psikosain.
Fruhholz, S., Dietziker, J., Staib, M., & Tros, W. (2021). Neurocognitive processing efficiency for discriminating human non-alarm rather than alarm scream calls. PLOS Biology, 1–30. https://doi.org/https://doi.org/10.1371/journal.pbio.3000751
Gerow, S., Davis, T., Radhakrishnan, S., Gregori, E., & Rivera, G. (2018). Functional communication training: the strength of evidence across disabilities. Exceptional Children, 85(1), 86–103. https://doi.org/10.1177/0014402918793399
Ghaemmaghami, M., Hanley, G. P., & Jessel, J. (2021). Functional communication training: From efficacy to effectiveness. Journal of Applied Behavior Analysis, 54(1), 122–143. https://doi.org/10.1002/jaba.762
Herdianti, P. D., Lestari, N. E., & Yuliza, E. (2024). Kemampuan komunikasi dan sosial serta hubungannya dengan perilaku agresif pada anak autism spectrum disorder (asd) di peduli asd research center tahun 2022. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 3(3), 1123–1130. https://doi.org/10.53801/oajjhs.v3i3.238
Houck, E. J., Dracobly, J. D., & Baak, S. A. (2023). A practitioner’s guide for selecting functional communication responses. Behavior Analysis in Pactice, 16(1), 65–75. https://doi.org/10.1007/s40617-022-00705-9
Nurfandini, F. F., Anam, M. S., Rahmadi, F. A., & Sareharto, T. P. (2025). Faktor yang memengaruhi perilaku tantrum pada anak dengan gangguan spektrum autisme. Sari Pediatri, 27(1), 18–25.
Salmawati, S. (2020). Pengaruh pendekatan floortime dalam mengurangi penyimpangan perilaku agresif pada siswa autis kelas iii di slb negeri 1 jeneponto. Eprints 3, 1–10. https://eprints.unm.ac.id/id/eprint/18205
Sunanto, J., Takeuchi, K., & Nakata, H. (2005). Pengantar penelitian dengan subyek tunggal. CRICED University of Tsukuba.
Tedjawidjaja, D., & Hartiani, F. (2021). Efektivitas functional communication training dalam meningkatkan perilaku meminta pada anak dengan autism spectrum disorder. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 9(2), 211–221. https://doi.org/10.22219/jipt.v9i2.13533
Tiger, J. H., Hanley, G. P., & Bruzek, J. (2008). Functional communication training: a review and practical guide. Behavior Analysis in Practice, 1(1), 16–23. https://doi.org/10.1007/bf03391716
Yuwono, I. (2018). Penelitian ssr (single subject research) (1st ed.). www.plb.unlam.ac.id.
Yuwono, I., & Novitasar, S. (2025). Design single subject research ( alternatif metode penelitian dalam pendidikan khusus ) (W. Yuliani (ed.); 1st ed.). CV BRAVO PRESS INDONESIA.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tiara Ramadhani, Antoni Tsaputra, Mega Iswari, Endang Sri Handayani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



