Perbandingan Kadar Tanin Ekstrak Etanol 70% Dan Etanol 96% Eucheuma spinosum dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

Penulis

  • Reci Sevty Amielly. U D3 Farmasi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Dwi Kurnia Putri D3 Farmasi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Putri Mulia D3 Farmasi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Rose Perma Intan Perma Sari D3 Farmasi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Oky Hermansyah D3 Farmasi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2477

Kata Kunci:

Rumput Laut Merah, Tanin, Pelarut, Spektrofotometri UV-Vis

Abstrak

Rumput laut merah (Eucheuma spinosum) merupakan salah satu sumber senyawa bioaktif yang mengandung tanin dan berpotensi sebagai antioksidan serta bahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tanin serta membandingkan kadar tanin ekstrak etanol 70% dan etanol 96% rumput laut merah (Eucheuma spinosum) hasil maserasi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan pendekatan kuantitatif. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan 96%, kemudian dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif tanin. Penetapan kadar tanin dilakukan replikasi sebanyak tiga kali pengulangan menggunakan pereaksi Folin–Ciocalteu pada panjang gelombang maksimum 775 nm, dengan operating time 70 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak positif mengandung tanin. Kadar tanin pada ekstrak etanol 70% diperoleh sebesar 4,0 ± 0,022 mg TAE/g, sedangkan pada ekstrak etanol 96% sebesar 2,6 ± 0,02 mg TAE/g. Analisis statistik menggunakan uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi 0,463 (>0,05) yang berarti data tersebut terdistribusi normal dan menggunakan uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua ekstrak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelarut etanol 70% lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa tanin dibandingkan etanol 96%.

Referensi

Arifah, F. N., Fitria, F., & Putri, D. E. (2023). Analisis Kadar Tanin Pada Ekstrak Etanol Daging Buah Maja (Aegle marmelos (L.) Corr)) Asal Mlati Mojo Kediri. Jurnal Pharma Bhakta, 3(2).

Agustina, N. D., Putri, D. K., Slamet, S., Rahmawati, S., & Mulia, P. (2026). Pengaruh variasi konsentrasi etanol 70% dan 96% terhadap kadar tanin total Sargassum polycystum. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN), 6(2), 1473–1482.

Apriansyah, A., Putri, D. K., Mulia, P., Ikhsan, & Sari, D. K. (2026). Studi komparatif kadar flavonoid total makroalga Caulerpa racemosa asal Pantai Teluk Sepang melalui variasi konsentrasi pelarut etanol. Jurnal Pharmacopoeia, 5(1).

Dewi, E. N., Susanto, E., & Purnamayati, L. (2025). Application of Eucheuma spinosum for Enhancing the Nutritional Value of Tempeh. Pertanika Journal of Tropical Agricultural Science, 48(2), 543–560. https://doi.org/10.47836/pjtas.48.2.11

Dhyani, A. H., Putri, D. K., Kurniawan, T. D., Sari, R. I. P., & Hermansyah, O. (2026). Kajian komparatif kadar metabolit sekunder saponin pada anggur laut (Caulerpa racemosa): Analisis variasi konsentrasi etanol dengan metode spektrofotometri. Jurnal Ventilator, 4(2), 191–202.

Fadhila, H. (2024). Analisis Kadar Flavonoid dan Tanin pada Ekstrak Tunggal dan Kombinasi Rambut Jagung (Zea mays L.) dan Sari Buah Lemon (Citrus limon L.). In Skripsi. Universitas Pakuan.

Haryono, S. P., Putri, D. K., Ikhsan, Sari, R. I. P., & Komala, E. P. E. (2026). Potensi saponin rumput laut merah (Eucheuma spinosum) sebagai bahan aktif alami: Analisis kadar berdasarkan perbedaan variasi konsentrasi pelarut. Jurnal Ventilator, 4(2), 1–10.

Harris, D. C. (2010). Quantitative chemical analysis. Macmillan.

Ikalinus, R., Widyastuti, S. K., & Setiasih, N. L. E. (2015). Skrining fitokimia ekstrak etanol kulit batang kelor (Moringa oleifera). Indonesia Medicus Veterinus, 4(1), 71–79.

Iriany, Pandiangan, F., & Christina, E. P. (2017). Ekstraksi Tanin Dari Kulit Kayu Akasia Dengan Menggunakan Microwave: Pengaruh Daya Microwave, Waktu Ekstraksi Dan Jenis Pelarut. Jurnal Teknik Kimia USU, 6(3), 52–57. https://doi.org/10.32734/jtk.v6i3.1590

Jati, D. R., Susanti, R., & Lestari, S. (2019). Skrining fitokimia dan penentuan kadar flavonoid total ekstrak tanaman paku (Nephrolepis biserrata)., 17(2), 172–178. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia.

Kemenkes, R. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Edisi II. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. https://doi.org/10.1201/b12934-13

Kurniawati, E., Lestari, T. P., & Hardini, P. (2024). Perbedaan kadar tanin total ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora L.) varietas merah dan putih dengan metode spektrofotometri UV-VIS. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 6(2), 329–343.

Kusumaningsih, T., Asrilya, N. J., Wulandari, S., Wardani, D. R. T., & Fatikhin, K. (2015). PENGURANGAN KADAR TANIN PADA EKSTRAK STEVIA REBAUDIANA DENGAN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF. ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia, 11(1), 81–89.

Lupitasari, H., & Azzahra, F. (2025). PERBANDINGAN KONSENTRASI PELARUT TERHADAP RENDEMEN DAN HASIL SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN KERSEN (Mutingia calabura) COMPARISON OF SOLVENT CONCENTRATION TO YIELD AND YIELD PHYTOCHEMICAL SCREENING OF KERSEN LEAVES EXTRACT (Mutingia calabura). Akfarindo, 10(1), 35–43.

Miranti, Nugroho, T. T., & Teruna, H. Y. (2016). PENENTUAN KADAR TANIN DALAM PELARUT ETANOL 50% DARI KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DENGAN BANTUAN SELULASE Trichoderma asperellum LBKURCC1. Jurnal Photon, 6(02), 7–11. https://doi.org/10.37859/jp.v6i02.434

Niawanti, H., & Putri, N. P. (2020). Pemilihan Jenis Pelarut Pada Ekstraksi Tanin Dari Daun Averrhoa bilimbi Dengan Metode Soxhletasi. Jurnal Integrasi Proses, 9(2), 15–20.

Nofita, D., & Dewangga, R. (2021). Optimasi Perbandingan Pelarut Etanol Air Terhadap Kadar Tanin pada Daun Matoa (Pometia pinnata J.R & G.Forst) Secara Spektrofotometri. Chimica et Natura Acta, 9(3), 102–106.

Nuraini, S. (2024). Optimasi Ekstraksi dan Penetapan Kadar Tanin Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) Menggunakan Response Surface Methodology. In Universitas Pakuan Bogor (Vol. 4, Issue 1).

Pramudita, R., Farizah, I., & Amaliyah. (2020). Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Etanol pada Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 50,70 dan 96% Sargassum polycystum dari Madura Pramudita. Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika, 19(5), 1–23.

Pramushinta, I., Ambarwati, N., & Jamlean, G. S. (2025). Perbandingan Uji Karakteristik Ekstrak Pelarut Etanol 70% dan Etanol 96% pada Perendaman Ekstrak Buah Pepaya (Carica papaya L.). Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(3), 13681–13689.

Putri, T. M., Malis, E., & Ridho, R. (2020). Ekstraksi Senyawa Tanin Dari Mangrove (Brugueria gymnorrhiza) Menggunakan Pelarut Aquades dan Etanol Sebagai Pewarna Alami Dan Penguat Serat Kain. Jurnal Crystal, 2(1), 13–24.

Rahmawati, S., Marliza, Sari, R. I. P., Wirahmi, N., Oktoviani, & Sipriyadi. (2023). Skrining Fitokimia Infusa Daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) Dengan Metode Reaksi Warna. In Jurnal Pharmacopoeia (Vol. 2, Issue 2).

Rasyada, N., Putri, D. K., Saki, V. Y., Ikhsan, & Kurniawan, T. D. (2026). Analisis kadar tanin anggur laut (Caulerpa racemosa) pada variasi konsentrasi etanol. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN), 6(2), 1425–1434.

Rohman, A. (2019). Analisis Farmasi. Pustaka Pelajar.

Salsabila B.S, S. R. (2022). Uji Aktivitas Antioksidan Menggunakan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Pada Daun Benalu Mahoni (Dendrophthu sp). In Skripsi. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam.

Skoog, D. A., West, D. M., Holler, F. J., & Crouch, S. R. (1996). Fundamentals of analytical chemistry (Vol. 33). Saunders College Pub. Fort Worth.

Suhaenah, A., Muflihunna, A., & Renhoran, A. A. (2024). PENENTUAN KADAR TANIN PENENTUAN KADAR TANIN PADA EKSTRAK ETANOL DAUN KARET KEBO (Ficus elastica Roxb. ex Hornem) DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis. Makassar Pharmaceutical Science Journal (MPSJ), 2(3), 427–437. https://doi.org/10.33096/mpsj.v2i3.281

Ulfasarih, S. (2021). PENETAPAN KADAR TANIN EKSTRAK ETANOL 96 % DAUN KETEPENG CINA ( Cassia alata L ) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis. In UIN Allauddin Makassar. UIN Allauddin Makassar.

Zakiyah, W., Agustin, A. E., Fauziyah, A., Maharani, D., & Mukti, G. I. (2021). Metode Pemisahan Fitokimia Tanin Pada Tanaman Herbal Indonesia. PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science, 02(1), 51–59.

Diterbitkan

25-05-2026

Cara Mengutip

Amielly. U, R. S., Putri, D. K. ., Mulia, P. ., Sari, R. P. I. P. ., & Hermansyah, O. . (2026). Perbandingan Kadar Tanin Ekstrak Etanol 70% Dan Etanol 96% Eucheuma spinosum dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Penelitian Inovatif, 6(2), 1755–1766. https://doi.org/10.54082/jupin.2477

Terbitan

Bagian

Artikel Bidang Kesehatan