Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Cogreg, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

Penulis

  • Putri Caswika Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Indonesia
  • Budhi Setiawan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Indonesia
  • Yogie Zulkurnia Rochmana Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2536

Kata Kunci:

Cogreg, Rekonstruksi, Sejarah Geologi, Stratigrafi

Abstrak

Keberagaman litologi yang terekam di Daerah Cogreg, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat mengindikasikan adanya lingkungan pengendapan yang beragam sehingga memerlukan kajian lebih detail terkait rekonstruksi sejarah geologi. Penelitian ini bertujuan guna memahami mekanisme dan rekonstruksi sejarah pengendapan di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan berupa analisis stratigrafi yang mencakup observasi lapangan dan analisis laboratorium. Observasi lapangan berupa pengamatan litologi dan pengukuran profil stratigrafi yang diambil langsung di lapangan. Observasi lapangan dilakukan pada 120 titik pengamatan yang tersebar di daerah penelitian. Analisis laboratorium meliputi analisis petrologi dan paleontologi. Dari hasil observasi tersebut di ambil 4 sampel batuan terpilih untuk analisis paleontologi dan 5 sampel batuan untuk analisis petrografi. Hasil analisis laboratorium kemudian diintegrasikan untuk memperoleh gambaran seharah geologi melalui analisis stratigrafi. Berdasarkan analisis stratigrafi, daerah penelitian tersusun atas Formasi Jampang (Tomj), Formasi Pamutuan (Tmpl) dan Formasi Bentang (Tmb). Formasi Jampang (Tomj) yang terdiri dari litologi breksi fragmen andesit dan tuff. Kemudian, Formasi Pamutuan (Tmpl) yang tersusun atas litologi batugamping terumbu dan batugamping klastik. Formasi paling muda adalah Formasi Bentang (Tmb) yang tersusun oleh litologi berupa batupasir gampingan. Sejarah geologi daerah penelitian dapat dibagi kedalam lima fase berdasarkan urutan skala waktu geologi. Fase pertama ditandai oleh terbentuknya Formasi Jampang (Tomj) saat Kala Oligosen Akhir hingga Miosen Awal terbentuk dari material vulkanik yang dikontrol oleh aktivitas vulkanisme. Fase kedua yaitu pada Kala Miosen Tengah terendapkan Formasi Pamutuan (Tmpl) secara selaras di atas Formasi Jampang (Tomj) terjadi akibat adanya proses kenaikan muka air laut atau transgresi. Fase ketiga yaitu pada Kala Miosen Akhir hingga Pliosen terendapkan Formasi Bentang (Tmb) yang tidak selaras diatas Formasi Pamutuan (Tmpl) terjadi akibat penurunan muka air laut atau regresi. Selanjutnya, fase keempat pada Pleistosen terjadi fase tektonik kompresi yang mempengaruhi daerah penelitian sehingga terbentuk struktur dengan arah tegasan orde II. Fase kelima terjadi pada Kala Resen yang mana semua formasi yang telah terendapkan dan mengalami proses pengangkatan (deformasi) dan erosi yang berkelanjutan sehingga membentuk relief permukaan dan bentang alam saat ini.

Referensi

Adam, M. D. K., & Rochmana, Y. Z. (2022). Analisis stratigrafi dan sejarah pengendapan Daerah Cibenda, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dan sekitarnya. Ophiolite J. Geol. Terap, 4(2), 69.

Akbarsyah, M. A. A. (2024). Geologi Daerah Cibalong dan Sekitarnya, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 2, 306–312.

Aulia, K. S., & Rochmana, Y. Z. (2025). Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Sains, 27(1), 1–12.

Barker. (1960). Taxonomic notes on the species.

Blow, W. H. (1969). Late Middle Eocene to Recent planktonic foraminiferal biostratigraphy. Proceedings of the First International Conference on Planctonic Microfossils, 199–421.

Dunham. (1962). Classification of carbonate rocks according to depositional texture, in Ham, W. E. (ed.), Classification of Carbonate Rocks: AAPG Memoir 1, p.108–121.

Embry, A. F., & Klovan, J. E. (1971). A late Devonian reef tract on northeastern Banks Island, NWT. Bulletin of Canadian Petroleum Geology, 19(4), 730–781.

Farhansyah, D. (2024). Rekonstruksi Sejarah Geologi Daerah Talang Durian dan Sekitarnya Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Jurnal Geomine, 12(02), 184–198.

Giantaria, A., & Rochmana, Y. Z. (2024). Analisis Stratigrafi dan Implikasi Terhadap Sejarah Geologi Daerah Sukamaju, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu. Teknika Sains: Jurnal Ilmu Teknik, 9(2), 191–206.

Hutomo, J. B., & Firmansyah, Y. (2020). Analisis stratigrafi dan rumusan sejarah geologi daerah Cibodas dan sekitarnya, Kecamatan Majalengka, Jawa Barat. Geoscience Journal, 4(3), 214–219.

Ikhwanulsyah, M. A., & Rochmana, Y. Z. (2025). Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Pulau Beringin dan Sekitarnya, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan, 7(2), 93–103.

Laksana, M. M., & Idarwati, I. (2026). Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Penyandingan dan Sekitarnya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Jurnal Geosains Dan Teknologi, 9(1), 1–23.

Martodjojo, S. (1984). Evolusi Cekungan Bogor. Jawa Barat, Disertasi Doktor ITB, Tidak Diterbitkan.

Nichols, G. (2009). No Sedimentoly and Stratigraphy.

Octavian, C. (2022). Principles of Sequence Stratigraphy - Second Edition.

Pettijohn, F. J., Potter, P. E., & Siever, R. (1987). Petrography of common sands and sandstones. In Sand and sandstone (pp. 139–213). Springer.

Pranata, R., Setiawan, B., & Rochmana, Y. Z. (2024). Rekonstruksi sejarah geologi dengan analisis stratigrafi Daerah Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains, 26(3), 409–419.

Rafi, M., & Rochmana, Y. Z. (2025). Rekonstruksi Sejarah Pengendapan Berdasarkan Analisis Stratigrafi di Daerah Jelegong dan Sekitarnya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(2), 1617–1636.

Streckeisen. (1976). Igneous Rocks: A Classification and Glossary of Terms. Igneous Rocks: A Classification and Glossary of Terms, Edited by R. W. Le Maitre and A. Streckeisen and B. Zanettin and M. J. Le Bas and B. Bonin and P. Bateman, Pp. 252. ISBN 0521619483. Cambridge, UK: Cambridge University Press, January 2005., 1.

Sunarta, J. A., Rochmana, Y. Z., & Hastuti, E. W. D. (2023). Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi di Daerah Cengal dan Sekitarnya, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Jurnal Mineral, Energi, Dan Lingkungan, 7(2), 33–50.

Wijaya, A., & Rochmana, Y. (2025). Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Pada Daerah Cibitung dan Sekitarnya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 6, 2128–2137. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v6i4.1423

Diterbitkan

25-06-2026

Cara Mengutip

Caswika, P., Setiawan, B., & Rochmana, Y. Z. (2026). Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Cogreg, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat . Jurnal Penelitian Inovatif, 6(3), 2179–2194. https://doi.org/10.54082/jupin.2536

Terbitan

Bagian

Artikel Bidang Sains dan Eksakta