Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Analisis Bahaya Proses Produksi Wafer Kaldu di Industri Makanan Ringan: Studi Kasus berbasis Wawancara, Hazop, dan Risk Matrix

Penulis

  • Maya Ramadianti Musadi Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Bandung, Indonesia
  • Dinda Ismailiane Rosida Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Bandung, Indonesia
  • Najma Ghina Salsabila Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Bandung, Indonesia
  • Riny Yolandha Parapat Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2562

Kata Kunci:

HAZOP, ISO 45001:2018, keselamatan kerja, Risk Matrix, SMK3, wafer kaldu

Abstrak

Kajian ini meliputi analisis implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai PP No. 50 Tahun 2012 serta mengidentifikasi dan menilai potensi bahaya proses produksi wafer kaldu di salah satu perusahaan makanan ringan skala besar di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam bersama Kepala Departemen HSE perusahaan, observasi lapangan, dan kajian dokumen. Wawancara dilaksanakan pada 27 Februari 2026. Analisis bahaya menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) pada enam node kritis, dilengkapi penilaian risiko dengan Risk Matrix 5×5 (Likelihood × Consequence). Hasil menunjukkan pencapaian SMK3 sebesar 87,3% dari 166 kriteria PP No. 50/2012 dengan predikat Bendera Emas, serta sertifikasi ISO 45001:2018 dan ISO 9001:2015. Elemen Keamanan Bekerja memiliki capaian terendah (84,8%) karena prosedur LOTO belum terstandarisasi di seluruh lini produksi. Analisis HAZOP mengidentifikasi 22 skenario deviasi: 3 Very High, 7 High, 8 Medium, 4 Low; dengan 13 OPEN dan 9 CLOSED. Node Oven Baking memiliki jumlah deviasi terbanyak (5 skenario), sedangkan Node Utilitas Steam memiliki proporsi risiko Very High tertinggi (2 dari 3 deviasi). Tiga temuan Very High yang memerlukan tindakan segera meliputi suhu oven melebihi 200°C, tekanan steam melebihi 8 bar, dan kontaminasi steam oleh korosi pipa. Rekomendasi utama: implementasi SCADA suhu real-time pada oven, penyusunan Emergency Response Plan khusus boiler, pemasangan steam trap dan filter steam, serta standardisasi prosedur LOTO di seluruh lini produksi.

Referensi

Arvanitoyannis, I. S., & Varzakas, T. H. (2008). Application of FMEA, cause and effect analysis in conjunction with HACCP to a potato chips manufacturing plant. International Journal of Food Science & Technology, 43(10), 1741–1752.

BPJS Ketenagakerjaan. (2022). Laporan statistik kecelakaan kerja 2022. BPJS Ketenagakerjaan.

Frank, W. L., & Markle, G. (2019). Dust explosion hazards in the food industry. Journal of Loss Prevention in the Process Industries, 15(3), 189–196.

Harinto, N., & Endah, K. (2018). Evaluasi implementasi SMK3 di industri pengolahan pangan: Studi multi-kasus di Jawa. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 17(2), 112–121.

Heinrich, H. W. (1931). Industrial accident prevention: A scientific approach. McGraw-Hill.

IChemE. (2015). Hazard identification methods (2nd ed.). Institution of Chemical Engineers.

International Organization for Standardization. (2018). ISO 31000:2018 – Risk management – Guidelines. ISO.

International Organization for Standardization. (2018). ISO 45001:2018 – Occupational health and safety management systems. ISO.

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2023). Laporan kinerja program K3 nasional 2023. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3.

Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Kementerian Tenaga Kerja RI.

Kletz, T. (2006). HAZOP and HAZAN: Identifying and assessing process industry hazards (4th ed.). IChemE.

Kurniawan, B., & Azis, R. (2021). Efektivitas penerapan integrated management system pada industri pangan bersertifikat ISO 45001 dan ISO 9001 di Indonesia. Jurnal Manajemen Risiko dan Keselamatan Kerja, 4(1), 28–39.

Simanjuntak, R., Widodo, A., & Prasetyo, D. (2020). Aplikasi metode HAZOP pada proses produksi minuman ringan. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 30(1), 55–65.

Standards Australia. (2004). AS/NZS 4360:2004 risk management. Standards Australia.

Wahyuni, S., & Prasetya, H. (2022). HAZOP analysis on instant noodle manufacturing process. Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 11(2), 180–192.

Yusrianti, H., Trisnandar, H., & Musadad, A. (2019). Strategi peningkatan pencapaian kriteria SMK3 PP 50/2012 melalui pendekatan ISO 45001:2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 11(3), 201–210.

Diterbitkan

20-06-2026

Cara Mengutip

Musadi, M. R. ., Rosida, D. I. ., Salsabila, N. G. ., & Parapat, R. Y. . (2026). Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Analisis Bahaya Proses Produksi Wafer Kaldu di Industri Makanan Ringan: Studi Kasus berbasis Wawancara, Hazop, dan Risk Matrix. Jurnal Penelitian Inovatif, 6(2), 2013–2024. https://doi.org/10.54082/jupin.2562

Terbitan

Bagian

Artikel Bidang Sains dan Eksakta