Substitusi Jagung dengan Tepung Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) Terfermentasi terhadap Performa dan Rasio Efisiensi Protein Babi Peranakan Landrace Fase Starter
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2681Kata Kunci:
babi Landrace, fase starter, tepung suweg terfermentasi, substitusi jagung, rasio efisiensi proteinAbstrak
Ketergantungan industri peternakan babi terhadap jagung sebagai bahan pakan utama dapat meningkatkan biaya produksi, sehingga diperlukan bahan pakan alternatif lokal yang ekonomis, salah satunya tepung suweg (Amorphophallus paeoniifolius). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi jagung dengan tepung suweg terfermentasi (TSF) menggunakan ragi tape terhadap performa dan rasio efisiensi protein (REP) babi peranakan Landrace fase starter. Penelitian dilaksanakan selama 10 minggu di Kelurahan Sonraen menggunakan 12 ekor babi peranakan Landrace fase starter. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 3 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0 (ransum tanpa TSF/kontrol), P1 (substitusi 30% jagung dengan TSF), dan P2 (substitusi 40% jagung dengan TSF). Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan (PBB), feed conversion ratio (FCR), dan rasio efisiensi protein (REP). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi jagung dengan TSF tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum (P = 0,30), PBB (P = 0,81), dan FCR (P = 0,51). Sebaliknya, substitusi jagung dengan TSF berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap REP. Nilai REP tertinggi diperoleh pada P0 sebesar 2,81, sedangkan P1 dan P2 masing-masing sebesar 1,84 dan 1,75. Dengan demikian, TSF dapat digunakan sebagai substitusi jagung hingga 40% dari proporsi jagung dalam ransum tanpa menurunkan performa babi fase starter, tetapi penggunaannya menyebabkan penurunan efisiensi protein. Penggunaan TSF sebagai bahan substitusi jagung dalam ransum perlu mempertimbangkan kecukupan protein dan asam amino esensial, terutama apabila digunakan dalam jangka panjang.
Referensi
Bhoja, H. G., Sembiring, S., & Dodu, T. (2019). Pengaruh penggunaan tepung batang talas (Colocasia esculenta) terfermentasi sebagai pengganti jagung terhadap ukuran linear tubuh dan tebal lemak punggung ternak babi peranakan landrace Effect. Jurnal Peternakan, 1(1), 40–45. https://doi.org/https://doi.org/10.57089/jplk.v1i1.96
Bitao, I. W. M., & Gaffud, O. M. (2024). Performance of Philippine Native Pig Fed with Ensiled Pongapong. EJTAS, 2(3), 132–141. https://doi.org/10.59324/ejtas.2024.2(3).12
Dinalhaq, P. C., Wahidah, B. F., & Miswari, M. (2023). Ethnobotany of Suweg (Amorphophallus Paeoniifolius (Dennst.) Nicolson in Darupono Village , Kendal District. Journal of Biology and Applied Biology, 6(2), 191–203. https://doi.org/DOI. 10.21580/ah.v6i2.17767 Ethnobotany
Koni, T. N. I., Zuprizal, Z., Rusman, R., & Hanim, C. (2017). Nutrient Evaluation of Fermented Amorphophallus campanulatus as Poultry Feed. International Journal of Poultry Science, 16(12), 511–514. https://doi.org/10.3923/ijps.2017.511.514
Leander, M. C., & Seveline, S. (2023). Fermentasi Porang (Amorphophallus Muelleri B.I ) Dengan Lactobacillus Sp Terhadap Kandungan Kalsium Oksalat, Glukomanan Dan Protein. Jurnal Bioindustri, 6(1), 63–75. https://doi.org/https://doi.org/10.31326/jbio.v6i1.1965
Lee, M. Y., So, K., Lee, S., Lee, W., Cho, H., Bang, H. T., Chang, S., Jung, W. Y., Seo, K., Chun, J. L., & Kim, K. H. (2025). Comparative Evaluation of Nutrient Digestibility in Beagle Dogs of Different Life Stages. Animals, 15(1), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/ani15202963
Leo, M. A., Suryani, N. N., Nguru, D. A., & Nalley, W. M. (2026). Pengaruh Tepung Daun Asam Terfermentasi ( Tamarindus indica L .) terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Lemak Kasar pada Babi Grower. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN), 6(2), 1655–1668. https://doi.org/https://doi.org/10.54082/jupin.2416
Mutaqin, A. Z., Kurniadie, D., Iskandar, J., Nurzaman, M., & Partasasmita, R. (2020). Ethnobotany of suweg, Amorphophallus paeoniifolius : Utilization and cultivation in West Java, Indonesia. Biodiversitas, 21(4), 1635–1644. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210444
Nabut, A. E., Mulyantini, N. G. A., Manu, A. E., Nalley, W. M., & Benu, I. (2026). Substitusi Jagung Dengan Tepung Porang Hutan Terfermentasi Terhadap Performa Babi Peranakan Landrace Fase Starter. Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak Dan Tanaman, 14(2), 175–183. https://doi.org/https://doi.org/10.30598/ajitt.2026.14.2.175-183
Nguru, D. A., Telupere, S. M. F., & Wie Lawa, D. E. (2022). Effects of the use of Fermented Gamal Leaf Flour as a Concentrate Substitute on Performance of the Landrace Breeding Pigs. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 17(2), 91–96. https://doi.org/10.31186/jspi.id.17.2.91-96
Pongtuluran, A. M., Wiryawan, I. K. G., & Negara, W. (2025). Pengaruh Substitusi Pakan Komersial dengan Pakan Hasil Samping Agroindustri pada Babi Fase Grower. Jurnal Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan, 23(1), 1–9. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.29244/jintp.23.1.1-9
PT.Eka Farma. (2023). Paling Cocok untuk Hewan Indonesia MINERAL-10. D.
Ramadhan, M. T., & Isnawati, I. (2022). Pengaruh Fermentasi A cetobacter xylinum dan Saccharomyces cerevisiae terhadap Kualitas Nutrien dan Organoleptik pada Tepung Bit. Lentera Bio, 11(2), 351–358. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/lenterabio.v11n2.p351-358
Suryani, N. N., Kertiyasa, I. K. Y., & Nguru, D. A. (2026). Reproduksi Babi Peranakan Landrace Yang Mendapat Tambahan Ekstrak Daun Kelor ( Moringa oleifera ) Dalam Air Minum. Animal Agricultura, 4(1), 18–25. https://doi.org/ttps://doi.org/10.59891/animacultura.v4i1.152
Tapie, W. A., Escobar-restrepo, C. S., & Manrique-Hincapie, J. F. (2025). Multivariate evaluation of protein and energy utilization in Peruvian Guinea pigs ( Cavia porcellus ) under different feeding regimens. Veterinary World, 18, 2774–2784. https://doi.org/10.14202/vetworld.2025.2774-2784
Verschuren, L. M. G., Schokker, D., Bergsma, R., Milgen, J. Van, Molist, F., Calus, M. P. L., & Jansman, A. J. M. (2021). Animal The international journal of animal biosciences Variation in faecal digestibility values related to feed efficiency traits of grower-finisher pigs. Animal, 15(1), 1–9. https://doi.org/10.1016/j.animal.2021.100211
Wang, M., Macelline, S., & Liu, S. Y. (2026). The relevance of starch and protein digestive dynamics on broiler performance : A Meta-analysis. Animal Nutrition, 25(1), 327–335. https://doi.org/10.1016/j.aninu.2025.11.012
Yani, A. V., & Akbar, M. (2018). Pembuatan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) Dengan Berbagai Varietas Ubi Kayu Dan Lama Fermentasi. Jurnal Edible, 7(1), 40–48. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.32502/jedb.v7i1.1655
Zhang, A., Yang, Y., Li, Y., Zheng, Y., Wang, H., Cui, H., Yin, W., Lv, M., Liang, Y., & Chen, W. (2024). Effects of wheat-based fermented liquid feed on growth performance , nutrient digestibility , gut microbiota , intestinal morphology , and barrier function in grower – finisher pigs. Journal of Animal Science, 102(August), 1–15.
Zhang, Y., Huang, K., Cao, H., Sun, Q., Wang, M., Zhang, S., Sun, Z., & Guan, X. (2023). Different multi-scale structural features of oat resistant starch prepared by ultrasound combined enzymatic hydrolysis affect its digestive properties. Ultrasonics Sonochemistry, 96(April), 106419. https://doi.org/10.1016/j.ultsonch.2023.106419
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Marno Neno Bunda, Ni Nengah Suryani, David A. Nguru, Upik S. Rosnah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



