Peran Komunitas Baca Samarinda Book Party sebagai Fasilitator, Dinamisator, dan Katalisator Literasi Kritis di Samarinda: Studi Kasus Kualitatif
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2709Kata Kunci:
komunitas baca, komunitas literasi, literasi kritis, pembangunan sosial, peran komunitasAbstrak
Krisis minat baca dan rendahnya kemampuan berpikir kritis di kalangan masyarakat perkotaan menjadi tantangan tersendiri bagi upaya peningkatan literasi, khususnya di Kota Samarinda. Berbagai komunitas literasi bermunculan sebagai respons terhadap kondisi ini, namun peran konkret komunitas tersebut dalam mendorong literasi kritis masyarakat belum banyak dikaji secara mendalam, salah satunya peran Samarinda Book Party. Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran Samarinda Book Party sekaligus membedah faktor pendukung dan penghambat yang muncul dalam setiap rangkaian kegiatannya. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara komprehensif lewat observasi partisipatif, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengurus, fasilitator kegiatan, dan anggota aktif Samarinda Book Party yang di pilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam kegiatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Baca Samarinda Book Party berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan ruang literasi yang terbuka dan setara bagi seluruh anggota. Peran dinamisator ditunjukkan melalui pengelolaan diskusi argumentatif yang mendorong pertukaran gagasan secara aktif antaranggota. Sebagai katalisator, komunitas ini mendorong transformasi kesadaran kritis peserta dalam memaknai bacaan dan realitas sosial di sekitarnya. Keberhasilan program didorong oleh tingginya antusisme anggota, optimalisasi media sosial, luasnya jaringan kolaborasi antar komunitas, serta kemudahan akses ruang publik. Hambatan signifikan yang ditemukan mencakup keterbatasan sarana prasarana, pendanaan mandiri, variasi kapasitas fasilitator, tantangan budaya digital, serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap literasi kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Komunitas Baca Samarinda Book Party memiliki posisi strategis dan kekuatan transformatif untuk mengonstruksi ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan pada level lokal.
Referensi
Alam, A. S., Nur, M., Arisnawawi, A., & Akhmad, M. A. (2025). Persepsi mahasiswa pendidikan sosiologi terhadap urgensi literasi sosial dalam meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa sebagai generasi muda. Al-Ihtiram: Multidisciplinary Journal of Counseling and Social Research, 4(2), 557–586.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur. (2024). Indeks pembangunan literasi masyarakat dan unsur penyusunnya menurut kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2024. BPS Provinsi Kalimantan Timur.
Biddle, B. J. (1986). Recent developments in role theory. Annual Review of Sociology, 12, 67–92.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Farida, N., & Putra, K. A. D. (2021). Upaya menumbuhkan kemampuan literasi kritis oleh Berdikari Book. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan, 7(1), 51–64.
Firdaus, R. (2020). Peran pemerintah daerah sebagai regulator, dinamisator, fasilitator, dan katalisator dalam pemberdayaan petani kakao di Kabupaten Luwu Utara. I La Galigo: Public Administration Journal, 3(1), 32–40.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.
Kurniawati, G. I. (2020). Peran Komunitas Cepu Baca Buku (CBB) dalam membangun literasi budaya baca generasi muda di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora [Skripsi, Universitas Negeri Semarang].
Lee, J., & Park, S. (2021). Examining the impact of informal reading spaces on youth literacy engagement. Journal of Youth Development and Literacy, 12(3), 145–160.
Lewison, M., Flint, A. S., & Van Sluys, K. (2002). Taking on critical literacy: The journey of newcomers and novices. Language Arts, 79(5), 382–392.
Manna, D., & Williams, T. (2024). Collaborative spaces and social dynamics in modern community libraries. Library & Information Science Research, 46(1), Article 101254.
Maulina, E., & Rukiyah, R. (2023). Peran komunitas buku dalam kampanye Read Asia, Read Diverse, Read All sebagai upaya menghentikan book shaming di media sosial. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 7(2), 189–200.
Merga, M. K. (2021). Creating a reading culture in primary and secondary schools: A practical guide. Facet Publishing.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Oktaviana, I., Lapiana, U. N. B., Asriyama, W. P., & Junawaroh, S. (2025). Penguatan budaya literasi membaca pada anak di era disrupsi teknologi melalui pendirian komunitas baca di Teluk Purwokerto Selatan. Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI), 7(1), 59–65.
Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan. (2024). Kajian kebijakan evaluasi pembelajaran nasional dan implikasinya terhadap pengembangan keterampilan abad ke-21. PSPK.
Putra, S. J., Mandini, D. D. S., Audina, P. K., Zulhadi, Z., & Rusyada, G. N. (2025). Penyelenggaraan workshop strategi mengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) dan komunitas literasi pada kegiatan Sasak Literatif 2025. Al-Amal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 65–73.
Sakhiyya, Z. (2025). The politics of literacy and public reading spaces in contemporary Indonesia. South East Asia Research, 33(1), 78–95.
Sari, R., & Setiawan, D. (2023). Karakteristik kemampuan literasi membaca dalam soal Programme for International Student Assessment (PISA). Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(1), 45–58.
Siudikienė, D., & Jokūbauskienė, L. (2023). Promoting social literacy through non-formal youth initiatives and community engagement. Interdisciplinary Studies in Education, 19(2), 112–128.
Street, B. V. (2003). What's “new” in New Literacy Studies? Critical approaches to literacy in theory and practice. Current Issues in Comparative Education, 5(2), 1–14.
UNESCO. (2021). Reimagining media and information literacy for a digital future. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
Viono, A., & Hartono, B. (2023). Dinamika ruang ketiga (third space) dalam gerakan literasi akar rumput di perkotaan. Jurnal Sosiologi Nusantara, 9(2), 201–215.
Wessel-Powell, C., & Wohlwend, K. E. (2021). Critical literacy in action: Exploring participatory culture and youth-led spaces. Journal of Literacy Research, 53(4), 480–502.
Widiastuti, A., Supriatna, N., & Nurbayani, S. K. (2023). Application of Lev Vygotsky's theory in social studies learning using social action projects based on creative pedagogy to increase student engagement. Jurnal Pendidikan, 15(3), 4164–4174.
Yin, R. K. (2014). Case study research: Design and methods (5th ed.). SAGE Publications.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nur Kamila, Badruddin Nasir

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



