Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Risiko Jatuh Berdasarkan Timed Up and Go Test dan Berg Balance Scale pada Lansia di LKSLU Mursyidul Falaah Kabupaten Kuningan
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2721Kata Kunci:
Berg Balance Scale, IMT, lansia, risiko jatuh, TUG TestAbstrak
Penuaan menyebabkan penurunan komposisi tubuh, kekuatan otot, dan kontrol postural yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko jatuh pada lansia. Indeks Massa Tubuh (IMT) sering dikaitkan dengan gangguan mobilitas dan keseimbangan, namun bukti mengenai kekuatan hubungannya masih beragam. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara IMT dengan risiko jatuh pada lansia berdasarkan Timed Up and Go Test (TUG) dan Berg Balance Scale (BBS). Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 30 lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) diukur berat badan, tinggi badan, IMT, waktu TUG, dan skor BBS. Responden dipilih menggunakan teknik total sampling terhadap lansia yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia ≥60 tahun, mampu berjalan mandiri tanpa alat bantu, dan bersedia mengikuti seluruh prosedur pengukuran; lansia dengan gangguan kognitif berat atau kondisi medis akut yang membatasi mobilitas dieksklusi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rerata IMT 24,98 ± 6,01 kg/m², TUG 12,95 ± 4,01 detik, dan BBS 51,13 ± 7,42. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan IMT dengan TUG sangat lemah dan tidak signifikan (rho=0,035; p=0,854), sedangkan hubungan IMT dengan BBS menunjukkan arah korelasi negatif namun tidak mencapai signifikansi statistik (rho=-0,335; p=0,071). Disimpulkan bahwa pada sampel ini IMT tidak berhubungan signifikan secara statistik dengan risiko jatuh berdasarkan TUG maupun BBS. Terdapat korelasi negatif lemah antara IMT dan BBS (rho=-0,335), namun secara statistik tidak signifikan (p=0,071; α=0,05), sehingga belum dapat disimpulkan adanya hubungan bermakna antara kedua variabel tersebut.. Faktor lain seperti kekuatan otot, usia, dan penyakit penyerta diduga turut berkontribusi terhadap keseimbangan dan mobilitas fungsional lansia, namun ketiganya tidak dianalisis sebagai variabel dalam penelitian ini sehingga memerlukan kajian lebih lanjut.
Referensi
Ascencio, E. J., Cieza-Gómez, G. D., Carrillo-Larco, R. M., & Ortiz, P. J. (2022). Timed up and go test predicts mortality in older adults in Peru: A population-based cohort study. BMC Geriatrics, 22(1), 61. https://doi.org/10.1186/s12877-022-02749-6
Barry, E., Galvin, R., Keogh, C., Horgan, F., & Fahey, T. (2014). Is the Timed Up and Go test a useful predictor of risk of falls in community dwelling older adults: A systematic review and meta-analysis. BMC Geriatrics, 14, 14. https://doi.org/10.1186/1471-2318-14-14
Cabrolier-Molina, J., Martín-Rodríguez, A., & Clemente-Suárez, V. J. (2025). The effects of exercise intervention in older adults with and without sarcopenia: A systematic review. Sports, 13(5), 152. https://doi.org/10.3390/sports13050152
Eitmann, S., Matrai, P., Hegyi, P., Balasko, M., Eross, B., Dorogi, K., & Petervari, E. (2024). Obesity paradox in older sarcopenic adults — a delay in aging: A systematic review and meta-analysis. Ageing Research Reviews, 93, 102164. https://doi.org/10.1016/j.arr.2023.102164
Gao, Q., Mei, F., Shang, Y., Hu, K., Chen, F., Zhao, L., & Ma, B. (2021). Global prevalence of sarcopenic obesity in older adults: A systematic review and meta-analysis. Clinical Nutrition, 40(7), 4633–4641. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2021.06.009
Ibrahim, A., Singh, D. K. A., Shahar, S., & Omar, M. A. (2017). Timed up and go test combined with self-rated multifactorial questionnaire on falls risk and sociodemographic factors predicts falls among community-dwelling older adults better than the timed up and go test on its own. Journal of Multidisciplinary Healthcare, 10, 409–416. https://doi.org/10.2147/JMDH.S142520
Kapan, A., Ristic, M., Felsinger, R., & Waldhoer, T. (2025). Fatigue and recovery assessed by repetitive handgrip strength measurement as predictors of fall risk in older adults: A cross-sectional study. Clinical Rehabilitation. https://doi.org/10.1177/02692155251355881
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/509/2025 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis tata laksana obesitas dewasa.
Kim, M., Choi, S., Yun, D. H., Soh, Y., & Won, C. W. (2025). Prevalence and fall risk of sarcopenia based on the 2023 Korean Working Group on Sarcopenia criteria. Medicina, 61(6), 1065. https://doi.org/10.3390/medicina61061065
Montero Odasso, M., van der Velde, N., Martin, F. C., Petrovic, M., Tan, M. P., Ryg, J., et al. (2022). World guidelines for falls prevention and management for older adults: A global initiative. Age and Ageing, 51(9), afac205. https://doi.org/10.1093/ageing/afac205
Putra, G. A. G. B., Sukmaningtyas, W., & Dewi, N. L. P. (2023). Kualitas tidur dan IMT dengan keseimbangan postural pada lansia Banjar Tainsiat Kota Denpasar Bali. Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(1), 1–8. https://doi.org/10.33757/jik.v7i1.592
Rodrigues, F., Izquierdo, M., Monteiro, D., Jacinto, M., Matos, R., Amaro, N., Antunes, R., & Teixeira, D. S. (2024). Muscle strength matters most for risk of falling apart from body mass index in older adults: A mediated-moderation analysis. The Journal of Frailty & Aging, 13(4), 427–431. https://doi.org/10.14283/jfa.2024.68
Sartika, A., Elizabeth, B., & Armi, A. (2023). Resiko Jatuh Pada Lansia Di Rumah Sosial Lanjut Usia Teluk Jambe Karawang. Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat, 7(1), 27-33.
Rodrigues, F., Monteiro, D., Monteiro, A. M., & Forte, P. (2026). Interactions between BMI and age on fall risk in older adults. Epidemiologia, 7(1), 18. https://doi.org/10.3390/epidemiologia7010018
Strandkvist, V., Larsson, A., Pauelsen, M., Nyberg, L., Vikman, I., Lindberg, A., Gustafsson, T., & Röijezon, U. (2021). Hand grip strength is strongly associated with lower limb strength but only weakly with postural control in community-dwelling older adults. Archives of Gerontology and Geriatrics, 94, 104345. https://doi.org/10.1016/j.archger.2021.104345
Tavares, M. S., Menezes, S. L. S. d., Ribeiro, E. D. F., Orsini, M., Tuza, F. A. d., Moura, P. H. d., Terra, D. V., & Moreno, A. M. (2024). Associations between cardiovascular risk factors and Timed Up and Go test for elderly participants in public physical activity programs. International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(8), 993. https://doi.org/10.3390/ijerph21080993
Wildiana Fajariyah, B., Vinsur, E. Y. Y., Prihanto, Y. P., & Sakti, I. P. (2025). Hubungan indeks massa tubuh dengan risiko jatuh pada lansia. Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah, 12(2), 205–213. https://doi.org/10.33867/JKA.649
Yuliadarwati, N. M., Navila, D. S., & Rahmanto, S. (2021). Hubungan indeks massa tubuh (obesitas) dengan keseimbangan dinamis pada lansia di posyandu lansia. Jurnal Sport Science, 11(2), 100–105. https://journal2.um.ac.id/index.php/sport-science/article/view/25149
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Andi Yuliana Kamaluddin, Irfan Fadillah Ramadhan, Fildzah Maharani Oddang

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



