Analisis Kelayakan Usaha Ternak Sapi Potong di Kabupaten Nagekeo

Penulis

  • Alexandro Rama Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Periknan, Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Maria Yasinta Luruk Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Periknan, Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Morin Mediviani Sol’uf Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Periknan, Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Maria Krova Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Periknan, Universitas Nusa Cendana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2724

Kata Kunci:

kelayakan finansial, pendapatan tunai, usaha ternak sapi, Kabupaten Nagekeo

Abstrak

Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ternak sapi karena didukung ketersediaan padang penggembalaan, kondisi agroekologi yang sesuai, dan budaya beternak masyarakat. Namun, penurunan populasi sapi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa potensi tersebut belum diimbangi pengelolaan usaha yang optimal. Keterbatasan pemeliharaan, penyediaan pakan, reproduksi, kesehatan ternak, dan pemasaran dapat memengaruhi produktivitas, pendapatan, dan kelayakan finansial usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan tunai dan kelayakan usaha ternak sapi di Kabupaten Nagekeo. Penentuan contoh dilakukan melalui purposive sampling pada tingkat kecamatan dan desa/kelurahan berdasarkan populasi ternak dan akses pasar, serta non-proportional random sampling terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis meliputi input-output dan kelayakan usaha menggunakan R/C, B/C, PBP, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan tunai usaha ternak sapi sebesar Rp1.204.115 per tahun, sedangkan pendapatan atas biaya total sebesar Rp18.889.368 per tahun. Perbedaan tersebut disebabkan pendapatan tunai hanya memperhitungkan penerimaan dan biaya yang dibayarkan secara tunai, sedangkan pendapatan atas biaya total mencakup seluruh biaya produksi, termasuk tenaga kerja keluarga dan pakan dari sumber daya sendiri. Nilai R/C sebesar 1,71, B/C 0,71, PBP 2,22 tahun, BEP 0,50 Satuan Ternak, dan BEP rupiah Rp3.609.735 menunjukkan usaha layak secara finansial. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha dapat diarahkan pada peningkatan efisiensi pemeliharaan, penyediaan pakan, pengelolaan biaya, dan pemasaran untuk meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha peternak.

Referensi

Abadi, M., Hadini, H. A., Sani, L. O. A., Nafiu, L. O., Rizal, A., & Ginting, N. M. (2023). Analisis kelayakan finansial usaha peternak kambing di Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Jurnal Peternakan Lokal, 5(2), 66–75. https://doi.org/10.46918/peternakan.v5i2.1810

Abas, N., Baruwadi, M., & Ramli, S. A. (2023). Analisis kelayakan usaha sapi potong dalam berbagai tingkat kepemilikan di Desa Tulabolo Barat. Ziraa'ah: Majalah Ilmiah Pertanian, 48(3), 413–428. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/ziraah/article/view/12092

Badan Pusat Statistik Kabupaten Nagekeo. (2025). Kabupaten Nagekeo dalam angka 2025. https://nagekeokab.bps.go.id/id/publication/2025/02/28/8053c1ce853cb274142a6af3/kabupaten-nagekeo-dalam-angka-2025.html

Fathurohman, F., Mukminah, N., & Baharta, R. (2022). Analisis kelayakan usaha ternak sapi potong di Sentra Peternakan Rakyat Kabupaten Subang. Jurnal Ilmiah Ilmu dan Teknologi Rekayasa, 5(2), 1–10. https://doi.org/10.31962/jiitr.vvii.76

Hanafy, R., Indrayani, I., Rias, M. I., & Boyon, B. (2025). Analisis pendapatan usaha penggemukan sapi potong studi kasus: Usaha sapi potong “Jerisman” di Kenagarian Panyakalan Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Jurnal Peternakan Indonesia, 27(3), 170–178. https://doi.org/10.25077/jpi.27.3.170-178.2025

Kasmir, & Jakfar. (2020). Studi kelayakan bisnis. Kencana.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Rencana strategis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2020–2024 (Revisi). Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Khotimah, Y. K., Nafisa, A. D. F., & Suryani, H. F. (2025). Analisis pendapatan usaha ternak sapi potong di Lereng Gunung Merapi Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 23(1), 123–132. https://doi.org/10.36762/jurnaljateng.v23i1.1329

Maulana, R. M., Somanjaya, R., & Yuliandri, L. A. (2024). Analisis kelayakan usaha sapi potong di Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka. Tropical Livestock Science Journal, 3(1), 57–68. https://doi.org/10.31949/tlsj.v3i1.11462

Nainggolan, S., Marpaung, I., Hutasoit, H., Zega, N., & Siallagan, H. (2024). Analisis perilaku biaya terhadap biaya tetap dan biaya variabel. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 3(5), 2415–2424. https://doi.org/10.56799/ekoma.v3i5.4619

Nurmalina, R., Sarianti, T., & Karyadi, A. (2020). Studi kelayakan bisnis. PT Penerbit IPB Press.

Razak, A. F., Santa, N. M., & Waleleng, P. O. V. (2023). Analisis kelayakan finansial usaha ternak sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Studi kasus). Zootec, 43(2), 246–253. https://doi.org/10.35792/zot.43.2.2023.50046

Safitri, F. Y., Zulfanita, & Iskandar, F. (2023). Analisis kelayakan usaha peternakan sapi potong. Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan, 8(2), 110–118. https://doi.org/10.37729/jrap.v8i2.3621

Taek, T. S. R., Lole, U. R., & Keban, A. (2021). Analisis kelayakan usaha ternak sapi potong di Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu. Jurnal Nukleus Peternakan, 8(1), 14–22. https://doi.org/10.35508/nukleus.v8i1.4222

Taufik, D. A., Sugengriadi, R. M., & Wijaya, M. R. (2025). Analisis kelayakan bisnis UMKM tempe Perumahan Purwasari dengan metode payback period, R/C ratio, NPV, dan IRR ditinjau dari aspek keuangan usaha. Jurnal Infotex, 4(1), 255–266.

Diterbitkan

14-08-2026

Cara Mengutip

Rama, A., Luruk, M. Y. ., Sol’uf, M. M. ., & Krova, M. . (2026). Analisis Kelayakan Usaha Ternak Sapi Potong di Kabupaten Nagekeo. Jurnal Penelitian Inovatif, 6(3), 2853–2862. https://doi.org/10.54082/jupin.2724

Terbitan

Bagian

Pertanian, Pangan, dan Lingkungan