Translasi Praktik Keseharian ke Pengetahuan Desain: Eksplorasi Research Through Design di Lingkungan Dende Seleh Kota Tua Ampenan
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2751Kata Kunci:
Produksi ruang sosial, tipologi spasial – temporal, research through design, desain kontekstual, ruang mikroAbstrak
Gang dalam permukiman tidak saja berfungsi sebagai jalur sirkulasi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang dibentuk melalui praktik keseharian, ritme aktivitas dan relasi antarwarga. Tantangan perancangan muncul ketika intervensi fisik pada gang mengabaikan pola penggunaan ruang dan relasi sosial yang telah terbentuk. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kemungkinan konfigurasi desain yang mendukung keberlanjutan praktik sosial melalui pendekatan Research Through Design (RTD). Penelitian ini menggunakan data dari studi sebelumnya pada lima gang di RT 3 Lingkungan Dende Seleh, yang meliputi observasi aktivitas, wawancara, dokumentasi visual, dan Place-Centered Mapping (PCM). Data dibaca berdasarkan aktivitas, waktu, aktor dan hubungan spasial untuk mengidentifikasi dua tipologi ruang sosial, yaitu temporal-komunal dan domestik-konsisten. Kedua tipologi kemudian diterjemahkan ke dalam alternatif rancangan melalui proses eksplorasi konfigurasi spasial, visualisasi desain, dan refleksi terhadap kesesuaian desain dengan karakter praktik sosial. Hasil menunjukkan bahwa tipologi temporal-komunal menghasilkan strategi desain fleksibel-adaptif yang menyediakan ruang jeda, mendukung interaksi dan mempertahankan kontinuitas sirkulasi. Sementara itu, tipologi domestik – konsisten menghasilkan strategi intervensi minimal yang memperkuat ambang privat-komunal, mempertahankan kontinuitas aktivitas domestik, dan melindungi privasi penghuni. Penelitian ini merumuskan hubungan antara karakter praktik sosial, kebutuhan spasial dan konfigurasi desain sebagai pengetahuan desain kontekstual yang berpotensi mendukung keberlanjutan praktik sosial. Karena rancangan belum diimplementasikan dan dievaluasi, penelitian ini tidak mengklaim terjadinya perubahan sosial secara empiris.
Referensi
Ayudya & Anggiani (2021). Study on Urban Residual Space as Solutions Review for Area Problems. Jurnal Ilmiah Sinergi, 25(3), 245–258. https://doi.org/10.22441/sinergi.2021.3.002
Dash, S. P., & Thilagam, N. L. (2023), “Creative Placemaking: A Conceptual Model Fostering Social Cohesion in Community Spaces within Residential Environments. Creative Studies, 16(2), 541-564. https://doi.org/10.3846/cs.2023.16497
Fitria et al. (2022). The Space Privatization: The Forming Process of Social Space in Kampung Prawirotaman, Yogyakarta. Geografia Malaysian Journal of Society and Space, 18(3), 251–263.
Firmansyah, W. (2024). Henri Lefebvre Triad Conceptuals in the Production of Space in Malingping Square. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 6(1), 1–12.
Hevner, A. R., Parson, J., Brendel, A. B., & Lukyanenko, R. (2024). Transparency in Design Science Research. Decision Support System, 182, 114236. https://doi.org/10.1016/j.dss.2024.114236
Ihsanti, D. and Widiyani (2024) “Youth Empowerment in Urban Kampung Neighborhood Through Placemaking: A Case Study of Bandung and Jakarta, Indonesia”, The Journal of Public Space, 9(2), 223–232. https://doi: 10.32891/jps.v9i2.1790.
Lefebvre, H. (1991). The Production of Space. Blackwell.
Lutzoni, L. (2016). In-formalised urban space design: Rethinking the relationship between formal and informal. City, Territory and Architecture, 3(20). https://doi.org/10.1186/s40410-016-0046-9
Maharika, Ilya Fadjar, 2011, Architecture of Kampung’s Abstract Machine, Conference: World Congress of Architecture UIA Tokyo, Japan.
Prochner, I., & Godin, D. (2022). Quality in research through design projects: Recommendations for evaluation and enhancement. Design Studies, 78, 101061. https://doi.org/10.1016/j.destud.2021.101061
Putra, B. A. (2013). The Survival Phenomenon of Kampong Kuningan Amidst The Development of Mega Kuningan Business Area in Jakarta. International Journal of Scientific & Engineering Research, 4 (1), 1-6.
Putra, B. D., Horne, R., & Hurley, J. (2019). Place, space and identity through greening in kampung kota. Journal of Regional and City Planning, 30(3), 211–223.
Queiroz, R. J. de G. (2021). The space-time of lived experience and critical everyday life: Some reflections. CIDADES, Comunidades e Territórios, 42, 221–233. https://doi.org/10.15847/cct.23833
Rahmi, D. H., Wibisono, B. H., & Setiawan, B. (2001). Rukun and gotong royong: Managing public places in an Indonesian kampung. In P. Miao (Ed.), Public places in Asia Pacific cities: Current issues and strategies, Kluwer Academic Publishers, 119–134. https://doi.org/10.1007/978-94-017-2815-7_6
Ramadhani, A. N. (2021). Territoriality in tourism kampung alleys as a shared public space. Jurnal Arsitektur ARCADE, 5(3), 215–221. https://doi.org/10.31848/arcade.v5i3.587
Ricoeur, P. (1971). The model of the text: Meaningful action considered as text. Social Research Journal, 38(3), 529–555.
Ricoeur, P. (2016). Architecture and narrativity. Études Ricoeuriennes / Ricoeur Studies, 7(2), 31–41.
Sanders van Lanen, Erik Meij (2025). Producing Space Through Social Work: Lefebvre’s Social Productions of Space and History of Social Work in the Netherlands. European Journal of Social Work, 29(1), 188-200
Setiawan, B. (2010). Kampung Kota dan Kampung Kota: Tantangan Perencanaan Kota di Indonesia. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Tamariska et al. (2017), Place-Making Ruang Interaksi Sosial Kampung Kota : Studi Kasus Koridor Jalan Tubagus Ismail Bawah, Bandung, Jurnal Koridor, Jurnal Arsitektur dan Perkotaan , 8(2), 172-183
Titisari, Ema Yunita, (2017), Meaning Of Alley (Gang) as Communal Space in Kampung Kidul Dalem Malang, Jurnal RUAS, 5 (1), 67-74
Wardi, L. H. S. (2026a). Praktik Keseharian dan Penafsiran Ruang: Produksi Ruang Sosial Mikro pada Gang Permukiman Kota Tua Ampenan. Journal of Innovation Research and Knowledge, 6(1), 341-354
Wardi, L. H. S. (2026b), Konsep Perancangan Wisata Gang Berbasis Keseharian melalui Produksi Ruang : Studi Kasus RT 3 Lingkungan Dende Seleh, Kota Tua Ampenan, Jupin : Jurnal Penelitian Inovatif, 6 (3), 2779-2794
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Liza Hani Saroya Wardi, Yasmin Yasmin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



