Tradisi Bakalae: Etnitas dan Identitas Orang Taba di Pulau Makian Maluku Utara

Penulis

  • Santri Sahar Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alaauddin Makassar Indonesia
  • Dewi Anggariani Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alaauddin Makassar Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2756

Kata Kunci:

Orang Taba, Bakalae, Etnitas, Identitas

Abstrak

Kajian ini untuk mengetahui Prosesi Bakalae Orang Taba di Pulau Makian yang dilakukan selama Bulan Ramadhan setiap tahunya yang menunjukkan etnitas dan identitas. Metode penelitian kualitatif deskriptif  melalui obervasi, waancara terhadap perwakilan pelaku Bakale, hadake, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan penonton serta studi dokumen. Kemudian  pengolahan dan ananlisis data  melalui tahap pengumpulun data, kategorisasi, sajian data serta simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakalae adalah kegiatan adu ketangkasan menggunakan kaki dan tangan secara berkelompok yang dilakukan oleh para lelaki mulai dari usia remaja hingga orang dewasa dan orang tua. Diawali dari tiga sampai lima orang anggota kelompok  dengan cara meninju, menendang bahkan mempiting dan menarik lawan. Keseruan Bakalae mengikuti pola hari yang disakralkan dalam Islam yaitu pada malam qunut, malam Lailatul Qadar hingga malam takbiran. Bakalae dapat mengakibatkan pemainya cedera ringan, cedera berat hingga pingsan. Untuk dapat mengimbangi bahkan mengalahkan lawan, didahalui dengan kegiatan pemantauan kekuatan lawan agar disesuaikan dengan potensi kelompok sendiri. Agar Bakalae antara kedua kelompok dapat berjalan secara seimbang, adil dan sportif maka direlai oleh hadake (wasit) sehingga berlangsung secara menarik dan menghibur penonton. Salah satu aspek yang menyebabkan para pelaku Bakalae lebih bersemangat dalam bertarung adalah suara teriakan histeris dari penonton kalangan gadis-gadis remaja. Namun setelah Bakalae kedua kelompok dapat bersua kembali sebagaimana biasanya tanpa ada dendam karena pada dasarnya kedua pihak saling mengenal bahkan berteman baik. Dalam konteks ini Bakalae menjadi karakter etnis dan petarung sebagai identitas  Orang Taba.

Referensi

Amin, Safrudin. (2025). Transformasi Sosialbudaya Orang Makean dalam Birokrasi Provinsi Maluku Utara 2002-2014: Faktor Pendorong dan Implikasinya. Jurnal Tekstual, 23 (1), 33-45

Azra, Azyumardi. (2020). Moderasi Islam di Indonesia: Dari Ajaran Ibadah Hingga Perilaku. Kencana.

Badan Pusat Stataistik. (2024). Kabupaten Halmahera Selatan Dalam Angka.

Baroroh, E.Zati, Amaalia, K., Fajrina, N., & Gentaria, W.(2025). Efektifitas Permainan Tradisional dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Sekolah Dasar: Studi Eksperimental di SDN 34 Kota Pontianak. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora. https://ojs.journals.id/index.php/jishi/article/view/294, 5 (1) ,93-111.

BPS Kabipaten Halmahera Selatan.( 2023). Kecamatan Pulau Makian dalam angka.

Creswell, J. W., W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches. (4th ed). SAGE Publications.

Damanik, L. Erond. (2023). Etnitas dan Politik Etnik: Pemhaman Melalui Antropolog Politik. Simentri Institut Medan

Febriani, Rahmi & Sukmawan, Sony. (2022) Eksistensi Perempuan dalam Seni Laga Ketangkasan Domba Garut. Jurnal Kawistara. https://journal.ugm.ac.id/kawistara/article/view/72883 , 12(3), 296-312..

Ilham, H., Ahmad, I., Djais, I., (2024). Nilai-Nilai Tradisi Hapolas dan Relefansinya dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indoensia. Jurnal Wahana Pendidikan, 10 (23), 1012-1022.

Ita, H. Antonela. (2021). Menelisik Simbol dan Makna Tradisi Le’on Tenada’ serta Relevasinya bagi Masyarakat Paenapang. Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya. 2 (1), 11-26

James, Erni. Mursalim & Dahri Dahlan. (2021). Makna Pelatoq dalam Tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinan (Kajian Foklor). Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya. 5 (2), 449-456.

Junaidi, Achmad. (2025). Metodologi Penelitian. Angkasa Media Literasi

Nauly, M. Irmawati.,Purba, R.M., & Fauzia, R. Dinamika Identitas Etnis dan Identitas Nasional dalam Proses Menjad

Ramadan, Ismail. (2018). Pekahulan, Muis. Bakalai. Kajian Psikologi Hukum. Ambon.LP2M IAIN Ambon.

Sahar, S., Hamdat, S., Lampe.,. & Basir,M. (2021). Ritual Arwah Nimaliling of Taba People in Makian Island North Maluku: (Between Blessings and Prestige). International Journal of Inovation, Creativity and Change, 15 (5), 11014-1020.

Sahar, Santri & Anggariani, Dewi. (2024). Palpolas: The Symbolic Betting Arena of Taba People. Jurnal Ushuluddin: Media Dialoh Pemikiran Islam, Proceeding International Conference on Islamic Challenge in Metaverse Era (ICICME), 32-43.

Sani, M. Yasir. (2025). Menguatkan Kewarganegaraan Budaya Masyarakat Adat , dalam Konteks Identitas Hukum di Indoensia. Jurnal Identitas, 5 (1), 96-120.

Sari AD. C. (2021). Kesenian Bantengan Ing Tlatah Kabupaten Kediri Lan Kabupaten Mojokerto (Antropologi Simbolik).JOB (Jurnal Online Baradha), 2(3). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/issue/archive

Shihab, M. Quraish. (2021). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Volume I. Tangerang. Lentera Hati.

Sofyan, A. Nero. Seni (2024). Ketangkasan Adu Domba di Garut Sebagai Sarana Peningkatan Parawisata. Jurnal Kabuyutan, 3 (1), 6-12.

Sunarsa, Sasa & Aziza, S. Nur (2025). Perspektif Ulama NU dan Ulama PERSIS Garut tentang Adu Seni Ketangkasan Domba Garut. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 3 (2), 70-74.

Tarran, Belo & Nabilah, Sitti (2025). Dialektika Islam dalam Budaya Lokal: Pengaruh Aluk Todolo dan Misi Kekristenan Terhadap Perkembangan Islam Serta Lahirnya Islam Toraja. Jurnal for The Study of Islamic History and Culture, 6 (1), 47-77.

Tihul, Inan. (2022). Nuzulul Qur’an dan Asbab Al-Nuzul (Sebuah Metodologis dalam Memahami Al-Qur’an. Jurnal Media Informasi dan Komonikasi Ilmiah, 4 (2), 157-171.

Zahra, Meira. (2025). Membangun Identitas Nasional di Tengah Keragaman: Peran Multikulturalisme dalam Persatua Indonesia. Journal of Islamic Education Studies, 3(2), 120-128

Diterbitkan

21-09-2026

Cara Mengutip

Sahar, S. ., & Anggariani, D. . (2026). Tradisi Bakalae: Etnitas dan Identitas Orang Taba di Pulau Makian Maluku Utara. Jurnal Penelitian Inovatif, 6(4), 3217–3228. https://doi.org/10.54082/jupin.2756

Terbitan

Bagian

Sosial dan Humaniora