Faktor yang Berhubungan dengan Outcome Pengobatan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Lengkong Kabupaten Nganjuk
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2775Kata Kunci:
tuberkulosis, kepatuhan pengobatan, dukungan keluarga, PMO, stigma, outcome terapi, SDG 3Abstrak
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien untuk mencapai keberhasilan terapi. Keberlangsungan pengobatan dapat berkaitan dengan berbagai faktor pasien dan lingkungan pendukung, termasuk pengetahuan, kepatuhan pengobatan, dukungan keluarga, dukungan Pengawas Menelan Obat (PMO), stigma, serta akses terhadap pelayanan kesehatan. Upaya meningkatkan keberhasilan pengobatan TB merupakan bagian dari penguatan kesehatan masyarakat dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga, dukungan PMO, stigma, dan akses pelayanan kesehatan dengan outcome akhir pengobatan TB di wilayah kerja Puskesmas Lengkong Kabupaten Nganjuk. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 23 pasien TB yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Lengkong. Data pengetahuan, kepatuhan pengobatan, dukungan keluarga, dukungan PMO, stigma, dan akses pelayanan kesehatan dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan outcome pengobatan diperoleh dari rekam medis. Analisis deskriptif dilakukan terhadap seluruh variabel, sedangkan analisis bivariat terhadap outcome akhir dilakukan pada responden yang telah memiliki status akhir pengobatan menggunakan uji Fisher's Exact dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (73,9%). Sebanyak 22 responden (95,7%) memiliki pengetahuan baik dan 22 responden (95,7%) memiliki kepatuhan pengobatan yang baik. Dukungan keluarga dan dukungan PMO paling banyak berada pada kategori cukup, masing-masing 47,8%. Sebagian besar responden memiliki stigma rendah (73,9%) dan akses pelayanan kesehatan dalam kategori cukup (69,6%). Sebanyak 7 responden (30,4%) telah menyelesaikan terapi dengan berhasil, 3 responden (13,0%) mengalami kegagalan terapi, sedangkan 13 responden (56,5%) masih menjalani pengobatan atau pemantauan. Analisis bivariat dilakukan pada 10 responden yang telah memiliki outcome akhir dan menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga (p=1,000), dukungan PMO (p=1,000), stigma (p=0,475), maupun akses pelayanan kesehatan (p=1,000) dengan outcome akhir pengobatan TB. Kesimpulan: Pada responden yang telah memiliki outcome akhir, penelitian ini belum menemukan hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga, dukungan PMO, stigma, dan akses pelayanan kesehatan dengan outcome pengobatan TB. Hasil tersebut perlu ditafsirkan secara hati-hati karena jumlah sampel relatif kecil dan 13 dari 23 responden (56,5%) masih menjalani pengobatan atau pemantauan sehingga belum memiliki outcome akhir. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan sampel yang lebih besar dan melakukan pengamatan hingga seluruh responden menyelesaikan periode pengobatan untuk memperoleh gambaran hubungan yang lebih kuat serta mendukung penguatan upaya pengendalian TB sebagai bagian dari pencapaian SDG 3.
Referensi
Alipanah, N., Jarlsberg, L., Miller, C., Linh, N. N., Falzon, D., Jaramillo, E., & Nahid, P. (2018). Adherence interventions and outcomes of tuberculosis treatment: A systematic review and meta-analysis of trials and observational studies. PLoS Medicine, 15(7), e1002595. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1002595
Chauhan, A., Parmar, M., Dash, G. C., Chauhan, S., Sahoo, K. C., Samantaray, K., Sharma, J., Mahapatra, P., & Pati, S. (2024). Health literacy and tuberculosis control: Systematic review and meta-analysis. Bulletin of the World Health Organization, 102(6), 421–431. https://doi.org/10.2471/BLT.23.290396
Fitriangga, A., Alex, A., Tamtama, R., & Aryati, R. (2026). Nationwide assessment of tuberculosis treatment outcomes and their determinants in Indonesia: A retrospective cohort study of over one million cases (2020–2022). Indian Journal of Tuberculosis, 73(3), 331–337. https://doi.org/10.1016/j.ijtb.2025.08.006.
Foster, I., Galloway, M., Human, W., Anthony, M., Myburgh, H., Vanqa, N., Wademan, D. T., Makanda, G., Tisile, P., Schoeman, I., Hoddinott, G., & Nathavitharana, R. N. (2022). Analysing interventions designed to reduce tuberculosis-related stigma: A scoping review. PLOS Global Public Health, 2(10), e0000989. https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0000989
Islam, F., Ahmad, H., Nurbaya, N., Ahmad, M., Ansar, A., Ramadhan, K., Syukri, M., Arrazy, S., Aji Perdana, A., Siregar, D., Ade Ningsih, N., Dwi Astuti, I., Kadijah Hamid, S., & Hamonangan Pasaribu, A. (2024). Factors affecting treatment adherence among patients with tuberculosis in Indonesia: Literature review. Journal of Public Health and Pharmacy, 4(1), 28–37. https://doi.org/10.56338/jphp.v4i1.5022
Kipp, A. M., Pungrassami, P., Stewart, P. W., Chongsuvivatwong, V., Strauss, R. P., & Van Rie, A. (2011). Study of tuberculosis and AIDS stigma as barriers to tuberculosis treatment adherence using validated stigma scales. International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 15(11), 1540–1545. https://doi.org/10.5588/ijtld.10.0273
Lutfian, L., Azizah, A., Wardika, I. J., Wildana, F., Maulana, S., & Wartakusumah, R. (2025). The role of family support in medication adherence and quality of life among tuberculosis patients: A scoping review. Japan Journal of Nursing Science, 22(1), e12629. https://doi.org/10.1111/jjns.12629
Maher, D., & Nunn, P. (1998). Evaluation and determinants of outcome of tuberculosis treatment. Bulletin of the World Health Organization, 76(3), 307–308.
Munro, S. A., Lewin, S. A., Smith, H. J., Engel, M. E., Fretheim, A., & Volmink, J. (2007). Patient adherence to tuberculosis treatment: A systematic review of qualitative research. PLoS Medicine, 4(7), e238. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.0040238
Putri, N. I., Nabela, D., Safrizal, & Anwar, S. (2023). Adherence to taking medication for pulmonary tuberculosis patients is associated with role of medication supervisors and family support. J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, 10(1), 46–50.
Ritonga, I. L., Setyowati, S., Handiyani, H., & Nursasi, A. Y. (2023). Exploring the tuberculosis medication program in Indonesia as perceived by patients and their families: A qualitative study. Belitung Nursing Journal, 9(2), 124–131. https://doi.org/10.33546/bnj.2484
Teibo, T. K. A., Andrade, R. L. de P., Rosa, R. J., Abreu, P. D. de, Olayemi, O. A., Alves, Y. M., Tavares, R. B. V., Costa, F. B. P. da, Moura, H. S. D., Ferezin, L. P., Tártaro, A. F., Berra, T. Z., & Arcêncio, R. A. (2024). Barriers that interfere with access to tuberculosis diagnosis and treatment across countries globally: A systematic review. ACS Infectious Diseases, 10(8), 2600–2614. https://doi.org/10.1021/acsinfecdis.4c00466
Tasyakurillah, N. (2023). Dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis (TBC): Systematic literature review. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 7(Sup). https://doi.org/10.15294/higeia.v7iSup.65161
Truong CB, Tanni KA, Qian J. Video-observed therapy versus directly observed therapy in patients with tuberculosis. American Journal of Preventive Medicine. 2022;62(3):450–458. doi:10.1016/j.amepre.2021.10.013.
Van Hoorn, R., Jaramillo, E., Collins, D., Gebhard, A., & van den Hof, S. (2016). The effects of psycho-emotional and socio-economic support for tuberculosis patients on treatment adherence and treatment outcomes: A systematic review and meta-analysis. PLOS ONE, 11(4), e0154095. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0154095
Weis, S. E., Slocum, P. C., Blais, F. X., King, B., Nunn, M., Matney, G., Gomez, E., & Foresman, B. H. (1994). The effect of directly observed therapy on the rates of drug resistance and relapse in tuberculosis. The New England Journal of Medicine, 330(17), 1179–1184. https://doi.org/10.1056/NEJM199404283301702
World Health Organization. (2025). Global tuberculosis report 2025. World Health Organization. https://doi.org/10.2471/9789240116924
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Marinda Dwi Puspitarini, Ratna Sofaria Munir, Diah Retno Kusumawati, Ain Darojah Siddiq Ramadhana, Aulia Eka Maharani, Hifni Viada Nurina Devawangga

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



