Stres berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental. Metode farmakologis memiliki efek samping jika dikonsumsi berkepanjangan, sehingga diperlukan alternatif penanganan nonfarmakologis yang lebih aman. Salah satu alternatif nonfarmakologis adalah aromaterapi serai wangi (Cymbopogon nardus L.) yang digunakan sebagai sediaan aromaterapi diffuser yang memiliki khasiat aromaterapi anti-stres. Serai wangi mengandung sitronelal dan geraniol yang memiliki efek farmakologi yang sudah diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan waktu imobilitas mencit yang diinduksi stres setelah pemberian aromaterapi serai wangi dalam bentuk diffuser. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan, yaitu kontrol negatif (K−), kontrol positif (K+), serta aromaterapi konsentrasi 2% (K1), 4% (K2), dan 6% (K3), masing-masing terdiri atas lima mencit jantan. Induksi stres dilakukan menggunakan Tail Suspension Test (TST) selama 10 hari, sedangkan waktu imobilitas diukur menggunakan Forced Swimming Test (FST) pada T0, T1, dan T2. Berdasarkan hasil pengukuran uji FST menunjukkan bahwa rata-rata waktu imobilitas meningkat setelah induksi stres (T1) dibandingkan sebelum induksi (T0) dengan hasil peningkatan IMT sebesar 87,4 pada T0 menjadi 214,68 detik pada T1, setelah perlakuan paparan aromaterapi (T2) menjadi 146,8 detik. Pada perlakuan kontrol negatif dan perlakuan positif menunjukkan bahwa perubahan waktu imobilitas juga terjadi tanpa pemberian aromaterapi. Hasil uji Welch ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan waktu imobilitas yang signifikan antara perlakuan kontrol dan perlakuan aromaterapi serai wangi pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6% (p = 0,135 > 0,05). Dengan demikian, perubahan waktu imobilitas yang diamati belum menunjukkan pengaruh aromaterapi yang signifikan secara statistik dibandingkan perlakuan lainnya.
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2833Kata Kunci:
Aromaterapi, Diffuser, Immobility Time, Mencit, Serai Wangi, StresAbstrak
Stres berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental. Metode farmakologis memiliki efek samping jika dikonsumsi berkepanjangan, sehingga diperlukan alternatif penanganan nonfarmakologis yang lebih aman. Salah satu alternatif nonfarmakologis adalah aromaterapi serai wangi (Cymbopogon nardus L.) yang digunakan sebagai sediaan aromaterapi diffuser yang memiliki khasiat aromaterapi anti-stres. Serai wangi mengandung sitronelal dan geraniol yang memiliki efek farmakologi yang sudah diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan waktu imobilitas mencit yang diinduksi stres setelah pemberian aromaterapi serai wangi dalam bentuk diffuser. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan, yaitu kontrol negatif (K−), kontrol positif (K+), serta aromaterapi konsentrasi 2% (K1), 4% (K2), dan 6% (K3), masing-masing terdiri atas lima mencit jantan. Induksi stres dilakukan menggunakan Tail Suspension Test (TST) selama 10 hari, sedangkan waktu imobilitas diukur menggunakan Forced Swimming Test (FST) pada T0, T1, dan T2. Berdasarkan hasil pengukuran uji FST menunjukkan bahwa rata-rata waktu imobilitas meningkat setelah induksi stres (T1) dibandingkan sebelum induksi (T0) dengan hasil peningkatan IMT sebesar 87,4 pada T0 menjadi 214,68 detik pada T1, setelah perlakuan paparan aromaterapi (T2) menjadi 146,8 detik. Pada perlakuan kontrol negatif dan perlakuan positif menunjukkan bahwa perubahan waktu imobilitas juga terjadi tanpa pemberian aromaterapi. Hasil uji Welch ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan waktu imobilitas yang signifikan antara perlakuan kontrol dan perlakuan aromaterapi serai wangi pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6% (p = 0,135 > 0,05). Dengan demikian, perubahan waktu imobilitas yang diamati belum menunjukkan pengaruh aromaterapi yang signifikan secara statistik dibandingkan perlakuan lainnya.
Referensi
Adiandasari, J. (2021). Pengaruh Suhu Dan Waktu Terhadap Proses Penyulingan Minyak Sereh Wangi. 1(Agustus), 22–28.
Ardhiasari, A., Nopiyanti, V., & Widyasti, J. H. (2023). “Antidepressant Activity Test Of Papaya Leaf Ethanol Extract (Carica papaya L.) At Male White Mice (Mus musculus L.)”. Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 8(2), 567–578.
Asmarany, A. I., Arif, M., Yuminah, Aripin, Z., Arini, D. U., Marjukah., A., Putra, C., Naryanti, I., Hamka, R. A., & Syamsulbahri. (2024). Manajemen Stress. Cendikia Mulia Mandiri.
Awaluddin, N., Awaluddin, S. W., Bachri, N., & Mointi, S. S. (2023). Formulation of Reed Diffuser is A Combination of Cinnamon (Cinnamomomum verum) and Citronella (Cymbopogon nardus) Essential Oil as An Anti-Stress Aromatheraphy. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(4), 1960–1967. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i4.3446
Ayu, G., Saputri, R., Primadiamanti, A., Andrianti, W., Studi, P., Universitas, F., Bandar, M., & Abstract, L. (2024). Uji Efektivitas Antidepresan Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 6(6), 398–407. https://doi.org/10.5281/zenodo.10643197
Daeng, B. H., Wardhana, A. W., Widodo, A., Sujuti, B. H., Mintaroem, K., & W. (2015). Plasma Corticotropine Releasing Hormone (CRH) Level Difference Between Wistar Rats Exposed To Acute Stress Due To Predator and To the Psychological Stress Device (hal. 16(2), 193–202.). ASEAN Journal of Psychiatry.
Fahrudin, F., Haribowo, D. R., Hamida, F., Wardhana, H. I., & Mirliana, F. (2022). Aktivitas Herbal Antidepresan Kombinasi Biji Salak dan Kulit Jeruk Terhadap Mencit yang Diperlakukan Tail Suspension Test (TST). Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 10(2), 143–154. https://doi.org/10.22435/jbmi.v10i2.5827
Fajri, R., Andi Fadhly, T., Al Fajar, B., Gustia Wibowo, S., Mardina, V., Studi Kimia, P., & Studi Fisika, P. (2023). Pelatihan Pembuatan Aromaterapi Berbasis Reed Diffuser Sebagai Solusi Untuk Meningkatkan Ekonomi Santri Di Dayah Mu’Arriful Huda Desa Labuhan Keude Aceh Timur. 6, 3438–3443.
Gumelar, A. M., & Supriyatdi, D. (2022). Pengaruh Lama Pelayuan dan Pencacahan Daun Serai Wangi (Cymbopogon winterianus Jowitt ex Bor) pada Rendemen dan Mutu Citronella Oil (Effects of Withering and Chopping of Lemongrass Leaves [Cymbopogon winterianus Jowitt ex Bor ] on the Yield and Quality of Citronella Oil ). 10(1), 1–8.
Hanifah, & Suzana, D. (2024). Antidepressant Activity Test Of Bitter Melon Extract (Momordica Charantia L) With Tail Suspension Test (TST) Method And Forced Swimming Test (FST). 2(1).
Inaku, C., Yusuf, M., & Praktisi, S. (2023). Formulasi dan Uji Efek Lilin Aromaterapi Minyak Atsiri Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) terhadap Immobility time Mencit (Mus musculus) Jantan yang Dibuat Stres. JOPS. Journal Of Pharmacy and Science, 6(2), 132–142. https://doi.org/10.36341/jops.v6i2.3363
Indahyani Novita, Luky Natasha, Ardika Nurmawati, E. A. S. (2024). Optimasi Waktu Distilasi Air Dan Rasio Bahan Baku Pada Ekstraksi Minyak Atsiri Daun Serai Dapur (Cymbopogon citratus). 13(2), 127–132.
Kasem, F. M. (2023). Identifikasi Komponen Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga odorata) dan Uji Efektivitas Aromaterapi secara In Vivo.
Khalid, G. S. (2021). Resep-Resep Alternatif untuk Gangguan Sistem Pencernaan dan Gagal Ginjal. Hikam Pustaka.
Maharani, S. I., Ansory, H. M., & Hanifah, I. R. (2023). Uji Aktivitas Antidepresan Isomiristisin Terhadap Immobility Time Mencit Putih Jantan (Mus musculus). Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 6(1), 123–133. https://doi.org/10.36387/jifi.v6i1.1279
Manangin, A. S., Sarjana, P., Fakultas, F., Dan, K., Kesehatan, I., & Makassar, U. M. (2025). Kontribusi tikus putih dalam kemajuan farmakologi. 3(5), 189–206.
Manurung, N., Manuruh, R., & Bolon, C. M. T. (2017). Sistem Endokrin. Deepublish.
Masaoy Epo MR, Yuniasih MJ Taihuttu,Johan B Bension, R. D. A. (2024). Inhalasi Buah Galoba (Hornstedtia Sp.) terhadap Penurunan Ansietas Mencit (Mus musculus). Wal’afiat Hospital Journal, 5(2), 112–123.
Mayani Deni, D. H., Fakultas, K., & Universitas, M. (2020). Efek Aroma Terapi Lavender Mengurangi Nyeri Nifas. 8(1), 11–16.
Muhammad Rachman Nugroho, Yuda Nabella Prameswari, R. (2025). Hubungan tingkat stres dengan persentase lemak tubuh pada mahasiswa prodi kedokteran universitas sultan ageng tirtayasa the relationship between stress levels and body fat percentage among medical students at universitas sultan ageng tirtayasa. 24(2), 468–481.
Pradisya, T. (2022). Hubungan Stres dan Kesehatan Mental : Analisis Multidisipliner. Literacy Notes, 1(1), 1–8.
Setiawan, A., & Anshar, K. (2021). Penerapan Manajemen Penjadwalan pada Perkebunan dan Usaha Penyulingan Minyak Sereh Wangi. 5(4), 619–626.
Timur, W. W., Mardiyanti, D., Kurniawati, I., Widyaningrum, N., Studi, P., Profesi, P., Farmasi, F., Islam, U., Agung, S., Indonesia, S., Studi, P., Farmasi, S., Kesehatan, F., Ngudi, U., & Ungaran, W. (2025). Pelatihan Pembuatan Aromaterapi Berbasis Reed Diffuser sebagai Solusi dalam Manajemen Stress. 5(2), 445–453. https://doi.org/10.54259/pakmas.v5i2.3392
Tutuarima, T., & Antara, Y. I. (2020). Kinerja Alat Penyulingan Minyak Atsiri Limbah Industri Sirup Kalamansi Skala Kecil Dengan Metode Steam Distillation 9(2), 42–47. https://doi.org/10.30598/jagritekno.2020.9.2.42
Utaminingtyas Farida, Ana Mufidaturrosida, Iin Wahyuni, S. D. S. (n.d.). Roll On Lemongrass Solusi Alami untuk Emesis Gravidarum dan Insomnia. PT Bukuloka Literasi Bangsa.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Gita Meitasari, Dwijowati Asih Saputri, Aulia Ulmillah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



