Pengaruh Tingkat Tanin Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata) dalam Pakan Konsentrat Berbasis Tepung Tongkol Jagung terhadap Fermentasi Rumen secara In Vitro
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2837Kata Kunci:
daun kedondong hutan, fermentasi rumen, in vitro, tanin, tongkol jagungAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi limbah tongkol jagung sebagai bahan pakan ruminansia, namun pemanfaatannya masih terbatas karena kandungan nutrien yang rendah, tingginya kandungan serat struktural, dan rendahnya kecernaan. Kondisi tersebut mendorong perlunya penambahan bahan alami yang berpotensi memodulasi fermentasi rumen, salah satunya ekstrak daun kedondong hutan (Spondias pinnata) yang mengandung senyawa tanin dan berpotensi memengaruhi aktivitas mikroba rumen serta degradasi nutrien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons pemberian ekstrak daun kedondong hutan pada konsentrat berbahan tepung tongkol jagung terhadap karakteristik fermentasi rumen secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 tanpa ekstrak, P1 penambahan ekstrak 1%, P2 penambahan ekstrak 3%, dan P3 penambahan ekstrak 5%. Dosis ekstrak dihitung berdasarkan bahan kering konsentrat, yaitu setara dengan 1, 3, dan 5 g ekstrak per 100 g bahan kering konsentrat, bukan berdasarkan berat konsentrat sebelum pengeringan. Ekstrak daun dicampurkan secara merata ke dalam konsentrat sebelum dilakukan fermentasi in vitro. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi NH₃, total volatile fatty acids (VFA), dan pH rumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi NH₃, total VFA, dan pH. Konsentrasi NH₃ berturut-turut sebesar 18,06; 15,26; 12,87; dan 9,25 mM, sedangkan total VFA sebesar 104,12; 112,20; 117,45; dan 96,05 mM. Nilai pH masing-masing perlakuan adalah 6,08; 5,96; 5,86; dan 6,21. Perlakuan ekstrak 3% menghasilkan total VFA tertinggi sebesar 117,45 mM, sedangkan perlakuan ekstrak 5% menurunkan total VFA menjadi 96,05 mM. Hasil ini menunjukkan bahwa dosis ekstrak 3% menghasilkan respons produksi VFA tertinggi secara in vitro, tetapi belum dapat ditetapkan sebagai dosis terbaik bagi ternak karena penentuan dosis optimal memerlukan evaluasi lanjutan terhadap kecernaan, keseimbangan fermentasi rumen, dan respons ternak secara in vivo.
Referensi
Aboagye, I. A., & Beauchemin, K. A. (2019). Potential of molecular weight and structure of tannins to reduce methane emissions from ruminants: A review. Animals, 9(11), 856. https://doi.org/10.3390/ani9110856
Asnani, A., Rahayu, W. P., Jenie, B. S. L., & Yuliana, N. D. (2017). Aktivitas antibakteri dan sitotoksisitas ekstrak daun kedondong hutan. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 28(2), 169–179. https://doi.org/10.6066/jtip.2017.28.2.169
Bach, A., Calsamiglia, S., & Stern, M. D. (2005). Nitrogen metabolism in the rumen. Journal of Dairy Science, 88(E. Suppl.), E9–E21. https://doi.org/10.3168/jds.S0022-0302(05)73133-7
Bergman, E. N. (1990). Energy contributions of volatile fatty acids from the gastrointestinal tract in various species. Physiological Reviews, 70(2), 567–590. https://doi.org/10.1152/physrev.1990.70.2.567
Brutti, D. D., Canozzi, M. E. A., Sartori, E. D., Colombatto, D., & Barcellos, J. O. J. (2023). Effects of the use of tannins on the ruminal fermentation of cattle: A meta-analysis and meta-regression. Animal Feed Science and Technology, 306, 115806. https://doi.org/10.1016/j.anifeedsci.2023.115806
ergman, E. N. (1990). Energy contributions of volatile fatty acids from the gastrointestinal tract in various species. Physiological Reviews, 70(2), 567–590. https://doi.org/10.1152/physrev.1990.70.2.567
Fonseca, N. V. B., Cardoso, A. S., Bahia, A. S. R. S., Messana, J. D., Vicente, E. F., & Reis, R. A. (2023). Additive tannins in ruminant nutrition: An alternative to achieve sustainability in animal production. Sustainability, 15(5), 4162. https://doi.org/10.3390/su15054162
Kholif, A. E., Olafadehan, O. A., & Anele, U. Y. (2026). Tannins in ruminant feeding: Effects of tannin type and dosage on rumen fermentation, production performance, health, and sustainability. Research in Veterinary Science, 206, 106181. https://doi.org/10.1016/j.rvsc.2026.106181
Makkar, H. P. S. (2003). Effects and fate of tannins in ruminant animals, adaptation to tannins, and strategies to overcome detrimental effects of feeding tannin-rich feeds. Small Ruminant Research, 49, 241–256. https://doi.org/10.1016/S0921-4488(03)00142-1
Mould, F. L., Ørskov, E. R., & Mann, S. O. (1983). Associative effects of mixed feeds. I. Effects of type and level of supplementation and the influence of the rumen pH on cellulolysis in vivo and dry matter digestion of various roughages. Animal Feed Science and Technology, 10(1), 15–30. https://doi.org/10.1016/0377-8401(83)90003-2
Patra, A. K., & Saxena, J. (2011). Exploitation of dietary tannins to improve rumen metabolism and ruminant nutrition. Journal of the Science of Food and Agriculture, 91(1), 24–37. https://doi.org/10.1002/jsfa.4152
Tannin in Ruminant Nutrition: Review. (2022). Molecules, 27(23), 8273. https://doi.org/10.3390/molecules27238273
Xin, H. S., et al. (2021). Urea transport and hydrolysis in the rumen: A review. Animal Nutrition. https://doi.org/10.1016/j.aninu.2021.07.002
Yanza, Y. R., Fitri, A., Suwignyo, B., Elfahmi, Hidayatik, N., Kumalasari, N. R., Irawan, A., & Jayanegara, A. (2021). The utilisation of tannin extract as a dietary additive in ruminant nutrition: A meta-analysis. Animals, 11(11), 3317. https://doi.org/10.3390/ani11113317
Yulistiani, D., Puastuti, W., & Wina, E. (2022). Response of sheep fed urea-treated corncob and supplemented with cassava leaf meal. South African Journal of Animal Science, 51(6), 689–699. https://doi.org/10.4314/sajas.v51i6.2
Yulistiani, D., Puastuti, W., Tresia, G. E., Sutedi, E., Ramon, E., Sopian, E., & Maplani. (2024). Effect of feeding treated or untreated corn cob as grass basal diet replacement on nutrient digestibility, N utilization, and rumen fermentation of lambs. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1341, 012046. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1341/1/012046
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Oktovianus Sese, Grace Maranatha, Upik Syamsiar Rosnah, Yohanis Umbu L. Sobang, Asri Apriana Widu, David A. Nguru

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



