Analisis Kontrastif Kata yang Menyatakan Emosi Marah dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia (Ditinjau dari Segi Sintaksis)

Penulis

  • Andi Novita Rozaliana Fadillah D3 Bahasa Jepang, Politeknik Takumi, Indonesia
  • Julita Fahrul Rochim D3 Bahasa Jepang, Politeknik Takumi, Indonesia
  • Aldilah Alifany Darrienda D3 Bahasa Jepang, Politeknik Takumi, Indonesia
  • Jihan Salsa Biela Fatin D3 Bahasa Jepang, Politeknik Takumi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.285

Kata Kunci:

Analisis Kontrastif, Marah, Sintaksis

Abstrak

Marah merupakan salah satu emosi dasar manusia. Emosi ini termasuk ke dalam emosi negatif. Konsep emosi marah setiap budaya berbeda-beda karena kosakata emosi merupakan khas dari setiap budaya. Penggunaan kosakata emosi marah dalam bahasa Jepang berbeda dengan kosakata emosi marah dalam bahasa Indonesia, misalnya kata shikaru dalam bahasa Jepang belum tentu sama dengan kosakata emosi marah dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk pengungkap ekspresi marah dalam bahasa Jepang dan Indonesia, serta mengidentifikasi dan mendeskripsikan persamaan dan perbedaan bentuk pengungkap ekspresi marah dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia dengan menggunakan data tuturan yang bersumber dari situs corpus online Bahasa Jepang dan koran online untuk data tuturan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pengungkap ekspresi marah dalam bahasa Jepang adalah okoru, shikaru, hara ga tatsu, rippuku suru, gekido suru, dan kanshaku suru. Sedangkan, bentuk pengungkap ekspresi marah dalam bahasa Indonesia adalah marah, berang, dan gusar. Persamaan yang ditemukan antara bentuk pengungkap ekspresi marah kedua bahasa tersebut adalah terdapat empat fungsi yang sama, yaitu untuk mengungkapkan rasa marah terhadap hal-hal yang tidak disukai, hal yang bersifat ancaman, hal yang tidak nyaman, dan hal-hal yang menyinggung perasaan. Sedangkan perbedaan yang ditemukan adalah perbedaan jenis kata, perubahan morfologis, dan fungsi lain yang tidak sama antara kedua bentuk pengungkap ekspresi marah tersebut.

Referensi

Alwi, Hasan, dkk. (2010). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Amalia, A. (2013). Analisis Medan Makna pada Ranah Emosi dalam Bahasa Indonesia. (Jurnal). Diunduh dari http://amrinanismejournal.blogspot.co.id/2013/07/analisis-medan-makna-pada-ranah-emosi.html?m=1 pada 15 April 2016

Badudu, (1976). Membina Bahasa Indonesia Baku Seri I. Bandung: Pustaka Prima

Bata, Suyoto, and Pranowo. (2015). Leksikon untuk Deteksi Emosi dari Teks Bahasa Indonesia. (Jurnal). Diunduh dari http://jurnal.upnyk.ac.id pada 15 April 2016

Djajasudarma, F. (1993). Metode Linguistik. Bandung: Eresco

Faztilmi. (2012). Emosi. (artikel). Diunduh dari https://faztilmi.wordpress.com/2012/04/04/emosi/ pada 12 Juli 2016

Hirouchi, H. (1997). A Case Studymof Comparative Idioms in Different Cultures. (Jurnal). Universitas Osaka diunduh dari http://ir.library.osaka-u.ac.jp/dspace pada 12 Juli 2016

Irwansyah, Y. (2015). Marah dalam Pandangan Islam dan Psikologi Kontemporer. (makalah). Diunduh dari http://yosepirwansyah60.blogspot.co.id pada 10 Juli 2016

Koizumi. (1995). Kihon Doushi Youhou Jiten. Taishukan Shoten.

Kusdiyana, E. (2002). Kontrastif antara Bahasa Jepang dengan Bahasa Indonesia ditinjau dari Segi Preposisi”. (Tesis) Universitas Bina Nusantara

Lutz, C. and White, G. M. (1986). “The Anthropology of Emotions” Dalam Annual Review of Anthropology (Volume 15, hal. 405 -436)

Matsumoto, D. and Juang, L. (2008). Culture and Psychology (fourth edition). Canada: Thomson Wadsworth.

Matsuura, K. (1994). Kamus Bahsa Jepang-Indonesia. Kyoto: Kyoto Sangyo University Press

Nishfullayli, S. (2012). Analisis Kontrastif Makna Kosakata Emosi Malu Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang. Tesis: Universitas Indonesia

Parera, J. D. (1997). Linguistik Edukasional. Jakarta: Erlangga

Pateda, M. (1989). Analisis Kesalahan. Flores: Nusa Indah

Pratiwi, I. D. (2012). Analisis Fungsi dan Makna Verba ‘Shikaru’ dan ‘Okoru’. Skripsi: Universitas Sumatera Utara

Rahmalina, R. (2014). KontrastivitasMakna Kata Kowai dan Osoroshii dalam Bahasa Jepang dengan Kata Takut dalam Bahasa Indonesia. (Tesis). Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Ramlan, M. (1987). Sintaksis. Yogyakarta: C.V. Karyono

Shumeiko, O. (2011). “Semantic of Lexical Unit that Denote Negative Emotions in Modern American English” dalam the Advance Science Journal. Diunduh dari http://advancedscience.org/2011/1/20111-01-01-007.pdf

Subroto, E. (2007). Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan Universitas Sebelas Maret

Sukmadinata, N.S. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Sutedi, D. (2009). Dasar- dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora

Sutedi, D. (2011). Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora

Taniguchi, G. (1996). Kamus Standar Bahasa Jepang-Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat

Tarigan, H. G. (2009). Pengajaran Analisis Kontrastif Bahasa. Bandung: Angkasa

Verhaar, J.W.M. (2010). Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Wahmuji. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka

Widhiarso, W. (2002). ‘A Caution of Emotion Words Translation on Different Cultures”. Diunduh dari http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1505307 pada 15 April 2016

Diterbitkan

05-03-2024

Cara Mengutip

Fadillah, A. N. R., Rochim, J. F. ., Darrienda, A. A., & Fatin, J. S. B. (2024). Analisis Kontrastif Kata yang Menyatakan Emosi Marah dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia (Ditinjau dari Segi Sintaksis). Jurnal Penelitian Inovatif, 4(1), 185–192. https://doi.org/10.54082/jupin.285