Hubungan Komunikasi Risiko Lingkungan dan Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Gangguan Kesehatan pada Masyarakat Sekitar Smelter PT Bumi Mineral Sulawesi
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2861Kata Kunci:
Komunikasi risiko lingkungan, Pengetahuan, Perilaku pencegahan, Gangguan kesehatan, SmelterAbstrak
Aktivitas industri pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan komunikasi risiko lingkungan dan pengetahuan dengan perilaku pencegahan gangguan kesehatan pada masyarakat sekitar Smelter PT Bumi Mineral Sulawesi (PT BMS) di Desa Karang-Karangan, Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 2.262 jiwa, dengan sampel sebanyak 340 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengambilan sampel dilakukan melalui proportionate stratified random sampling dan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Pearson Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi risiko lingkungan paling banyak berada pada kategori cukup (44,1%), sedangkan pengetahuan paling banyak berada pada kategori cukup (41,2%). Sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan gangguan kesehatan dalam kategori kurang (57,4%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi risiko lingkungan dan perilaku pencegahan gangguan kesehatan (p < 0,001), serta antara pengetahuan dan perilaku pencegahan gangguan kesehatan (p < 0,001). Proporsi perilaku pencegahan yang baik lebih tinggi pada responden dengan komunikasi risiko dan pengetahuan kategori baik. Disimpulkan bahwa komunikasi risiko lingkungan dan pengetahuan berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan gangguan kesehatan pada masyarakat sekitar smelter. Komunikasi risiko yang jelas dan edukasi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat perlu diperhatikan untuk mendukung perilaku pencegahan.
Referensi
Afifah, S. R., Hariz, A. R., & Rofi’ah, N. L. (2024). Hubungan pengetahuan pencemaran lingkungan dengan perilaku pro-environmental berdasarkan jenjang kelas. Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan, 4(1), 22–32. https://doi.org/10.23971/jpsp.v4i1.7614
Azis, S., Azizah, R., & Jalaludin, J. (2024). Risk analysis of sulfur dioxide (SO₂) exposure to public health around Kolaka district nickel processing plant. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 16(4), 302–311. https://doi.org/10.20473/jkl.v16i4.2024.302-311
Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu. (2025). Kabupaten Luwu dalam angka 2025. https://luwukab.bps.go.id/id/publication/2025/02/28/f3ae9be841a6433e54f3c9fa/kabupaten-luwu-dalam-angka-2025.html
Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Luwu tahun 2024
Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu. (2025). Laporan tahunan pola penyakit masyarakat di Kecamatan Bua dan sekitarnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. (2024). Laporan tahunan bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) tahun 2024.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
Gunarto, E., & Mokodompit, E. A. (2024). Dampak pencemaran limbah tambang nikel terhadap kehidupan masyarakat pesisir. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 4(4), 269–274.
Huang, Y.-J., Lee, P.-H., Hsieh, S.-H., Chiu, Y.-C., & Chan, T.-C. (2024). Understanding factors influencing adoption of air pollution protective measures using the knowledge–attitude–behavior model. Scientific Reports, 14, 28414. https://doi.org/10.1038/s41598-024-79905-y
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil kesehatan lingkungan kawasan industri dan pertambangan di Indonesia. Kemenkes RI.
Lampe, I., Yusuf, A., Kudratullah, K., & Saputra, G. B. R. (2024). Environmental communication strategy against deep-sea tailings disposal in Morowali. Jurnal Manajemen Komunikasi, 8(2), 242–265. https://doi.org/10.24198/jmk.v8i2.49527
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Pemerintah Desa Karang-Karangan. (2025). Data penduduk Desa Karang-Karangan tahun 2025.
Tunggala, S., Saadjad, K. A., & Raintama, D. R. (2024). Komunikasi partisipatif untuk mengurangi dampak lingkungan pada aktivitas pertambangan di Morowali. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(1), 1–12. https://doi.org/10.53697/iso.v4i1.1774
World Health Organization. (2020). Personal interventions and risk communication on air pollution. World Health Organization. https://www.who.int/publications-detail-redirect/9789240000278
World Health Organization Regional Office for Europe. (2021). Effective risk communication for environment and health: A strategic report on recent trends, theories and concepts. WHO Regional Office for Europe.
World Health Organization. (2024b, September 27). Chemical safety: Lead poisoning. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/chemical-safety-lead-poisoning.
World Health Organization. (2024a, June 25). Health consequences of air pollution on populations. https://www.who.int/news/item/25-06-2024-what-are-health-consequences-of-air-pollution-on-populations.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Miftahul Jannah, Fitriani Abdal, Arlia Arlia, Hasnawati Hasnawati, Adi Putra Pratama

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



