Meningkatkan Kemampuan Berpikir Algoritmik Anak Usia 5–6 tahun melalui Permainan Petualangan “Ikuti Jejakku” di TK Al Ishlah
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2913Kata Kunci:
berpikir algoritmik, unplugged coding, permainan petualangan, pendidikan anak usia dini, penelitian tindakan kelasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir algoritmik pada anak usia 5–6 tahun melalui permainan petualangan “Ikuti Jejakku” di TK Al Ishlah. Penelitian ini difokuskan untuk mengatasi kesulitan anak dalam menyusun langkah-langkah secara berurutan, mengikuti instruksi secara sistematis, memilih jalur, serta memperbaiki kesalahan selama kegiatan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang melibatkan 19 anak Kelompok B di TK Al Ishlah pada tahun ajaran 2026/2027. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan, yang didahului oleh observasi pra-siklus. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi menggunakan lembar observasi yang mencakup enam indikator berpikir algoritmik. Data dianalisis menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan progresif pada keterampilan berpikir algoritmik anak. Proporsi observasi yang dikategorikan sebagai Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 3,51% pada pra-siklus menjadi 33,33% pada akhir Siklus I, dan mencapai 87,72% pada akhir Siklus II. Pencapaian akhir ini melampaui kriteria keberhasilan yang ditetapkan sebesar 75%, dengan tidak ada lagi observasi yang berada dalam kategori Belum Berkembang (BB). Temuan ini menunjukkan bahwa permainan petualangan “Ikuti Jejakku” dapat menjadi alternatif yang bermanfaat untuk memperkenalkan unplugged coding (pemrograman tanpa perangkat digital) dalam pendidikan anak usia dini. Melalui kegiatan konkret berbasis permainan yang melibatkan langkah-langkah berurutan, simbol arah, pemilihan jalur, dan perbaikan kesalahan, permainan ini dapat mendukung pengembangan keterampilan berpikir algoritmik serta kemampuan pemecahan masalah. Bagi para guru, pendekatan ini menawarkan aktivitas pembelajaran yang praktis dan berbiaya rendah, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Namun, karena temuan ini didasarkan pada 19 anak di satu kelas, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji penerapan pendekatan ini di lingkungan pendidikan anak usia dini lainnya.
Referensi
Ani, R., Kumala, D., Elok, U., Rasmani, E., Dewi, N. K. Profil Kemampuan Computational Thinking Anak Usia 5-6 Tahun Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini , Universitas Sebelas Maret. 16(1), 81–96.
Anjarsari, I., Linawati, R., Furi, A. Z., Tyas, I., & Sari, M. (2024). Efektifitas Bermain Konstruktif dengan metode “ building blocks ” untuk mengembangkan kemampuan berfikir kreatif anak usia dini Program Studi Pendidikan Jarak Jauh Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini ,. 5(3), 114–120.
Damayanti, A., Afkarina, A., Bella, I., & Lestari, I. I. (2026). Plugged and Unplugged Coding Approaches for Developing Computational Thinking in Early Childhood : A Systematic Literature Review. 3(May), 103–114.
Furi, A. Z. (2019). Meningkatkan Kemampuan Kognitif melalui Penerapan Metode Eksperimen Menggunakan Media Loose Parts pada Anak Kelompok B. 1(2), 7–19.
Hardiyanti, W. D., Christianti, M., & Rambe, A. (2025). Coding Games to Stimulate Computational Thinking Ability in Early Childhood. 8(2), 243–256.
Hardiyanti, W. D., & Syamsudin, A. (2026). Assessment for Measuring Computational Thinking Ability in Early Childhood. 14(1), 1–14.
Haryono, S. E., & Yasa, A. D. (2025). Meningkatkan Kemampuan Bahasa Melalui Media Bergambar Berbasis Kearifan Lokal Pada Usia 3-4 Tahun di KB PKK Al Huda Ngadireso Kecamatan Poncokusumo. 8(1), 488–499.
Hayati, F., & Sari, D. D. (2026). Design Coding Worksheet to Improve Computational Thinking for Early Childhood and. 9(1), 67–76.
Hufad, A., Fathurrohman, M., & Rusdiyani, I. (2021). Unplugged Coding Activities for Early Childhood Problem-Solving Skills. 15(1).
Isnaeni, R. F. (2020). Epistimologi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini dalam Pandangan Jean Piaget.
Lestari, E. Y. (2023). Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Komputasional Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Unplugged Coding Di Tk Desa Wonorejo 01. 12(1), 1–7.
Nurjanah, N. E., Hafidah, R., Syamsuddin, M. M., & Rahma, A. (2022). Dampak Aplikasi ScratchJr terhadap Ketrampilan Problem-Solving Anak Usia Dini. 6(3), 2030–2042. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1531
Oktaviani, P., Waluyo, E., & Formen, A. (2025). Unplugged Coding to Develop Computational and Collaborative Thinking in Early Childhood Education. 19(2), 228–235.
Pertiwi, L., & Valencia, E. (2025). Teacher ’ s Perspectives on Young Children ’ s Computational Thinking Skills through Unplugged Coding Activities , A Case Study of Children Aged 5-6 Years. 14(1), 54–68.
Suwahyo, B. W., (2024). Coding Learning Approaches For Early Childhood : A Systematic Review. 9(2), 66–78.
Widayanti, L., Rustono, & Furi, A. Z. (2020). Peningkatan Kemampuan Kognitif Dalam Konsep Ruang Kanan Kiri Melalui Metode Permainan Pijak Kaki Pada. 2(2).
Wing, J. M. (2006). Computational Thinking. 49(3), 33–35.
Yulia, I., Choirun, D., & Aulina, N. (n.d.). Implementasi Pembelajaran Unplugged Coding dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini di PAUD Hidayatus Syibyan Genitri Gunting Sukorejo Pasuruan.
Yuliantin, I. (2025). Development of Learning Strategies to Integrate Computational Thinking in Early Childhood Education Curriculum : A Study on 36 Early Childhood Education Units in Kudus. 19(1), 37–47. https://doi.org/10.21009/jpud.v19i1.40841
Yunissafara, A., Ningrum, M. A., Gowinda, D., & Safitri, L. (2026). Unplugged Coding with Traditional Snacks : A Quasi-Experimental Approach to Enchancing Early Childhood Computational Thinking. 15(1), 86–97.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Laila Alfiana, Jihan Meylly Hasanah, Betty Nurcahyani Sulong, Dita Dwi Angga Mahesthi, Atika Zahra Furi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



