Pengaruh Penanganan Diare pada Balita dengan Pemberian Bubur Tempe dan Madu di Puskesmas Sindangresmi

Penulis

  • Neli Kurniati Kebidanan, Fakultas Vokasi, Universitas Indonesia Maju, Indonesia
  • Retno Sugesti Kebidanan, Fakultas Vokasi, Universitas Indonesia Maju, Indonesia
  • Irma Jayatmi Kebidanan, Fakultas Vokasi, Universitas Indonesia Maju, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.436

Kata Kunci:

Balita Diare, Bubur Tempe, Madu

Abstrak

Diare ialah suatu kumpulan gejala yang ditandai dengan tekstur tinja mencair dan frekuensi BAB yang lebih dari biasanya (3x atau lebih). Kondisi diare kadang kala disertai dengan keluarnya darah dalam tinja dan disertai mual muntah. Di Indonesia, diare telah menyerang pada 93.619 (11%) anak di seluruh Indonesia. Pada tahun 2016, di Provinsi Banten terdata ada sebanyak 322.790 kasus diare yang terjadi pada balita, dimana sebanyak 50,8% diantaranya berhasil dilakukan penanganan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penanganan diare pada balita dengan pemberian bubur tempe dan madu di Puskesmas Sindangresmi tahun 2023. Desain penelitian yang akan dipakai dalam riset ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Study Case Literature Review (SCLR). Kedua partisipan diberikan intervensi berbeda, yakni partisipan 1 diberikan terapi farmakologi oralit dan zinc serta terapi non farmakologi bubur tempe dan madu, sedangkan partisipan 2 hanya diberikan terapi farmakologi oralit dan zinc. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan frekuensi BAB pada balita setelah pemberian intervensi selama 7 hari yakni yang mulanya kedua partisipan mengalami diare dengan frekuensi 5-6 kali sehari dengan konsistensi cair, kini frekuensi BAB menjadi 1x sehari (partisipan intervensi bubur tempe dan madu) dan frekuensi BAB 4-5x sehari (partisipan non-intervensi bubur tempe dan madu). Kesimpulan penelitian yang telah dilakukan ialah bahwa bubur tempe dan madu terbukti efektif dalam menangani masalah diare pada balita di Puskesmas Sindangresmi tahun 2023.

Referensi

Andayani, Rifka Putri. (2021). Madu Sebagai Terapi Komplementer Mengatasi Diare pada Anak Balita, Jurnal Kesehatan Perintis VoL. 7 No.1 Mei. Padang. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mercubaktijaya.

Dwienda R, Octa, dkk. 2014. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi/ Balita dan Anak Prasekolah untuk Para Bidan. Yogyakarta; Deepublish CV Budi Utama;h.11-12.

Endawati, A., dkk. (2021). Hubungan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pembina Kota Palembang. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(1).

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia: Kejadian Diare. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2019.) Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Jakarta: Kemenkes RI.

Mahayu, Puri. (2016). Buku Lengkap Perawatan Bayi dan Balita. Yogyakarta: Saufa.

Marthalena, H. S. (2021). Pemberian Bubur Tempe Terhadap Lamanya Diare Akut Pada Balita di Puskesmas Puruk Cahu. Palangkaraya. Jurnal Kesehatan Manarang, Volume 7, Nomor 1, pp. 27 – 33.

Nur Lailatul Fitri, Rani Risdiana. (2022). Pengaruh pemberian dier bubur tempe terhadap frekuensi dan konsistensi Bab pada balita dengan diare di Puskesmas Bahagia Bekasi, Jurnal Pendidikan Konseling VoL. 4 No.4. Jakarta. Stikes Abdi Nusantara.

Profile Puskesmas SINDANGRESMI. (2021). Laporan Program ISPA Diare Puskesmas SINDANGRESMI.

Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Simanungkalit, H M, Muliana. (2021). Pemberian Bubur Tempe Terhadap Lamanya Diare Akut Pada Balita di Puskesmas Puruk Cahu. Poltekkes Kemenkes Palangkaraya. Jurnal Kesehatan Manarang.

WHO. World Health Statistics (2018): World Health Organization.

Diterbitkan

07-06-2024

Cara Mengutip

Kurniati, N., Sugesti, R., & Jayatmi, I. (2024). Pengaruh Penanganan Diare pada Balita dengan Pemberian Bubur Tempe dan Madu di Puskesmas Sindangresmi . Jurnal Penelitian Inovatif, 4(3), 875–880. https://doi.org/10.54082/jupin.436