Strategi Komunikasi Guru dalam Proses Pembelajaran terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Laniang Makassar

Penulis

  • Nurfaindah Nurfaindah Magister Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Jeanny Maria Fatimah Magister Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Kahar Kahar Magister Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.446

Kata Kunci:

Proses Pembelajaran, Siswa Berkebutuhan Khusus, Strategi Komunikasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh guru di SLB Laniang Makassar dalam menjalin interaksi dengan siswa berkebutuhan khusus. Strategi komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan anak berkebutuhan khusus yakni dalam kemandirian belajar yang diterapkan oleh guru saat proses belajar mengajar di sekolah. Pada lingkungan masyarakat, penyandang disabilitas masih sering dikesampingkan dan kurang dipedulikan. Persepsi keliru yang menganggap mereka sebagai beban dan tidak mampu mandiri masih sering dijumpai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru dan observasi di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SLB Laniang Makassar menggunakan berbagai strategi komunikasi dalam menjalin interaksi dengan siswa berkebutuhan khusus. Strategi tersebut meliputi: (1) Menetapkan komunikator: Guru harus memiliki kredibilitas, daya tarik, dan kekuatan untuk menjadi komunikator yang efektif. (2) Menetapkan target sasaran dan analisis kebutuhan khalayak: Guru harus memahami karakteristik siswa, baik dari aspek sosiodemografik, profil psikologis, maupun karakteristik. (3) Menyusun pesan: Pesan yang disampaikan kepada siswa harus informatif, edukatif, dan persuasif. (4) Memilih media dan saluran komunikasi: Guru harus memilih media dan saluran komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Referensi

Cangara, Hafied. (2013). Perencanaan dan Strategi Komunikasi. Jakarta : Raja Grafindo.

Effendy, Onong Uchjana. (2002). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Hapsara, Andhy Surya. (2019). Membangun Karakter Mandiri pada Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Strategi Scrum di Negara Totochan. Jurnal Ideguru. Vol.4, No.1 Edisi Khusus Pelatihan Guru di Luar Negeri

Heward, W.L. (2003). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktik. Yogyakarta: Graham Ilmu.

I.G.A.K. Wardani. Dkk. (2013). Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Banten: Universitas Terbuka.

Kriyantono, Rachmat. (2007). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : Kencana.

Mamba’usa’adah, Muna Sofia. (2022). peningkatan kepercayaan diri anak usia dini melalui metode bercerita. Jurnal Mentari 2(1),18-27.

Miles, M.B, Huberman, A.M, & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.

Tarsidi, Didi. (2002). Pengantar Tentang Ketunanetraan. Bandung: PLB.

Wicaksono, drajat. (2021). Stereotip Tentang Difabel: Sebuah Perspektif Komunikasi Lintas Budaya. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. 10, No. 1, Juni 2021 pp.33 –43.

Diterbitkan

07-06-2024

Cara Mengutip

Nurfaindah, N., Fatimah, J. M., & Kahar, K. (2024). Strategi Komunikasi Guru dalam Proses Pembelajaran terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Laniang Makassar. Jurnal Penelitian Inovatif, 4(3), 897–904. https://doi.org/10.54082/jupin.446