Analisis Tekno-Ekonomi Kelayakan Jaringan 4G LTE di Wilayah Perbatasan Kepulauan Anambas
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2534Kata Kunci:
4G LTE, analisis sensitivitas, Anambas, COST-231 Hata, tekno-ekonomiAbstrak
Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan wilayah perbatasan berkategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Provinsi Kepulauan Riau yang sebagian wilayahnya masih mengalami blankspot dan sinyal lemah. Penelitian ini menganalisis kelayakan tekno-ekonomi penggelaran jaringan 4G LTE di wilayah tersebut melalui perencanaan cakupan, analisis kapasitas, kelayakan finansial, dan analisis sensitivitas. Perencanaan cakupan menggunakan model propagasi COST-231 Hata pada frekuensi 1800 MHz, sedangkan kelayakan finansial dievaluasi melalui Net Present Value (NPV), Return on Investment (ROI), dan payback period selama lima tahun. Asumsi utama yang digunakan mencakup tingkat adopsi 42 persen, bandwidth 10 MHz, dan periode evaluasi lima tahun. Hasil menunjukkan bahwa untuk mencakup wilayah seluas 590 km2 dibutuhkan radius sel 1,90 km dan 19 site eNodeB, dengan total kapasitas jaringan 912 Mbps yang melampaui kebutuhan puncak 228 Mbps. Secara finansial, pada ARPU Rp 43.400 per bulan penggelaran menghasilkan NPV negatif sebesar Rp 43,24 miliar dan ROI -69,8%. Analisis sensitivitas menunjukkan NPV baru mencapai titik impas pada ARPU sekitar Rp242.000 per bulan, jauh di atas daya beli masyarakat setempat. Temuan ini menegaskan bahwa pemerataan akses telekomunikasi di pulau perbatasan terpencil tidak dapat diserahkan pada mekanisme komersial murni, melainkan memerlukan dukungan skema subsidi pemerintah.
Referensi
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas. (2024). Kabupaten Kepulauan Anambas dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas. https://anambaskab.bps.go.id/publication/2024/02/28/be3b83d5aaba81da8c5c8f8b/kabupaten-kepulauan-anambas-dalam-angka-2024.html
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau. (2025). Kemkomdigi Beri Lampu Hijau Penuntasan Area Blankspot serta Pengembangan Kawasan AI dan Pusat Data di Kepulauan Riau. Kepriprov.Go.Id. https://www.kepriprov.go.id/berita/pemprov-kepri/kemkomdigi-beri-lampu-hijau-penuntasan-area-blankspot-serta-pengembangan-kawasan-ai-dan-pusat-data-di-kepulauan-riau
Diskominfo Kabupaten Natuna. (2021, February 8). Akses Telekomunikasi Palapa Ring Barat Sempat Terputus Akibat Kerusakan Kabel Fiber Optik. Diskominfo Kabupaten Natuna. https://diskominfo.natunakab.go.id/akses-telekomunikasi-palapa-ring-barat-sempat-terputus-akibat-kerusakan-kabel-fiber-optik/
Diskominfotik Kabupaten Kepulauan Anambas. (2024, 28 Maret). Diskominfo buka suara soal kondisi jaringan telekomunikasi di Anambas. Antena.id. https://www.antena.id/2024/03/diskominfo-buka-suara-soal-kondisi.html
Frank, H., Colman-Meixner, C., Assis, K. D. R., Yan, S., & Simeonidou, D. (2022). Techno-Economic Analysis of 5G Non-Public Network Architectures. IEEE Access, 10, 70204–70218. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2022.3187727
Hikmaturokhman, A., Pranindito, D., & Irawan, A. (2018). Analisis Tekno Ekonomi Perancangan 4G LTE di Kabupaten Banyumas. Jurnal ECOTIPE, 5(1), 15–32. https://doi.org/10.33019/ecotipe.v5i1.448
Huawei Technologies Co., Ltd. (2010). LTE Radio Network Planning Introduction. Huawei Technologies Co., Ltd.
Husna, A., & Budiman, L. (2023). Menghubungkan yang tak terhubung: Pelajaran dari penyediaan akses internet di daerah 3T (Makalah Kebijakan No. 61). Center for Indonesian Policy Studies.
Kebos, C., Manafe, B., & Rantelobo, K. (2022). ANALISIS PENGUKURAN PERFORMANSI JARINGAN 4G LTE PADA AREA LAHAN KERING KEPULAUAN (STUDI KASUS DI WILAYAH AMARASI, KEC. TTS, NTT). Jurnal Media Elektro, 11(2), 156 - 165. https://doi.org/10.35508/jme.v0i0.8208
Koratagere Anantha Kumar, S., & Oughton, E. J. (2023). Techno-economic assessment of 5G infrastructure sharing business models in rural areas. Frontiers in Computer Science, 5, 1191853. https://doi.org/10.3389/fcomp.2023.1191853
Nashiruddin, M. I., Rahmawati, P., Nugraha, M. A., Hanuranto, A. T., Suryanegara, M., & Fuadah, Y. N. (2024). Sensitivity Options of 5G Non-Standalone Deployment Strategies: A Simulation Model for Emerging Countries. TEM Journal, 36–49. https://doi.org/10.18421/TEM131-04
Naufallia, A. N., Isnawati, A. F., & Ni’amah, K. (2021). Planning of Indoor Femtocell Network for LTE 2300 MHz on Railways Carriages Using Radiowave Propagation Simulator 5.4. JURNAL INFOTEL, 13(1), 18–24. https://doi.org/10.20895/infotel.v13i1.542
Ni’amah, K., Larasati, S., Pradana, Z. H., & Romadhona, S. (2025). Urban 5G NR deployment: A techno-economic case study in Semarang. Jurnal Teknik Elektro, 17(1), 12–19. https://doi.org/10.15294/jte.v17i1.27119
Putri, D. A., Hikmaturokhman, A., Najmi, M., Rinjani, D. A., Veranda, D., & Fauzan, D. A. (2024). PERENCANAAN COVERAGE JARINGAN SELULER MENGGUNAKAN FREKUENSI 1800 MHZ DI KAWASAN DERMAGA ADIPALA CILACAP DENGAN MEMBANDINGAN SKENARIO MU-MIMO DAN SU-MIMO. JIKO (Jurnal Informatika Dan Komputer), 8(2), 340. https://doi.org/10.26798/jiko.v8i2.1203
Rech, J., Vasconcelos, D. D. S., & Travassos, X. L. (2025). Cost–Benefit Assessment of 5G Rollout: Insights from Brazil. Telecom, 6(3), 44. https://doi.org/10.3390/telecom6030044
Sahal Fatah, M. F., & Hikmaturokhman, A. (2025). Analisis Perencanaan Cakupan Jaringan 4G LTE Pada Frekuensi 1800 Mhz Di Wilayah Pekalongan Dengan Perbandingan MU-MIMO dan SU-MIMO. JIKO (Jurnal Informatika Dan Komputer), 9(2), 311. https://doi.org/10.26798/jiko.v9i2.1672
Salamah, M., Hidayat, R., & Pratama, Y. (2016). Analisis Jaringan LTE pada Frekuensi 700 MHz dan 1800 MHz dengan Pendekatan Tekno Ekonomi. InComTech, 7(1), 1–18.
Sirmayanti, S., Ihsary, M., & Mahjud, I. (2025). Utilizing Compact 4G LTE Mobile Stations to Enhance Network Coverage in Rural Low-Signal Areas. Jurnal IPTEK, 29(2), 145–158. doi:https://doi.org/10.31284/j.iptek.2025.v29i2.7732
Smura, T. (2012). Techno-economic Modeling of Wireless Network and Industry Architecture [Doctoral dissertation]. Aalto University.
Souza, M. A. D., Kuribayashi, H. P., Saraiva, P. A., Farias, F. D. S., Vijaykumar, N. L., Frances, C. R. L., & Costa, J. C. W. A. (2021). A Techno-Economic Framework for Installing Broadband Networks in Rural and Remote Areas. IEEE Access, 9, 58421–58447. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2021.3071919
Telkom Indonesia. (2025). Nine Months of 2025 Results. Telkom Indonesia. https://www.telkom.co.id/minio/show/data/lampiran/1761838522183_original_TLKM-9M25-Info-Memo.pdf
Utama, R., Salim, T. I., & Hidayat, A. (2017). Analisis Tekno Ekonomi Kelayakan Migrasi Jaringan 2G/3G ke 4G LTE di DKI Jakarta. InComTech, 7(2), 113–128.
Wahyudin, A., Suryanegara, M., & Rohman, I. K. (2025). Towards understanding the economic impact of 4G Internet in underserved areas: Early evidence from 6 provinces in Indonesia. 2025 IEEE 17th Malaysia International Conference on Communication (MICC), 13–18. https://doi.org/10.1109/MICC66164.2025.11210935
Wicaksono, R. P., Mustakim, H. U., & Purnama, A. F. (2024). Technical and economic analysis for 5G NR network non-standalone planning in Yogyakarta City using 2300 MHz frequency. Journal of Computer, Electronic,and Telecommunication. 5(1). https://doi.org/10.52435/complete.v5i1.520
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Lia Hafiza, Reni Dyah Wahyuningrum, Aisyah Novfitri, Seshariana Rahma Melati, Putri Rahmawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



